MALANG POST – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Shopee Indonesia berkolaborasi dengan platform filantropi BenihBaik.com, meluncurkan program jurnalisme lingkungan bertajuk “Shopee Peduli: Tanam Hutan Indonesia” yang berlangsung mulai 5 Juni hingga 20 Juli 2026. Melalui program inovatif ini, para pengguna gawai diajak berkontribusi langsung menyelamatkan ekosistem pesisir Jakarta dari ancaman abrasi lewat dua cara mudah: memberikan donasi finansial via fitur aplikasi atau sekadar menanam pohon virtual di game interaktif Shopee Tanam yang nantinya dikonversikan menjadi bibit mangrove riil.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu jatuhnya 5 Juni lalu. Biasanya, peringatannya begitu-begitu saja. Seremonial. Tanam pohon secara simbolis. Difoto. Masuk koran. Selesai.
Tapi kali ini ada yang beda. Ada cara yang lebih kekinian. Lebih ramah jempol.
Raksasa teknologi Shopee Indonesia punya cara lain. Mereka menggandeng BenihBaik.com. Itu lho, platform pengelolaan CSR tepercaya yang didirikan oleh jurnalis senior Andy F. Noya sejak 2019. Platform yang jago mengurus urusan SDG dan ESG.
Kolaborasi dua lembaga ini melahirkan program menarik: Shopee Peduli: Tanam Hutan Indonesia. Waktunya panjang. Mulai 5 Juni kemarin sampai 20 Juli 2026 nanti.
Sasarannya jelas: menyelamatkan ekosistem hutan mangrove di Jakarta.
Mengapa harus mangrove? Mengapa di Jakarta?
Andy F. Noya punya jawabannya. CEO BenihBaik.com itu melihat abrasi bukan lagi sekadar isu lingkungan di buku sekolah. “Kami melihat proses abrasi sebagai ancaman serius yang dapat mengganggu keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Andy.

Andy F. Noya, Chief Executive Officer BenihBaik.com. (Foto: Istimewa)
Maka, pesisir Jakarta harus dibentengi. Mangrove adalah benteng alam terbaik.
Hebatnya, Shopee tidak meminta Anda datang ke pantai Jakarta membawa cangkul. Cukup mainkan jempol di atas layar ponsel. Di situlah teknologi mengambil peran sebagai jembatan.
“Kami memanfaatkan ekosistem digital Shopee untuk menghadirkan cara yang mudah, menarik, dan inklusif,” ujar Satrya Pinandita, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia.
Ada dua jalur yang disediakan Shopee untuk Anda yang peduli.
Jalur pertama: Donasi langsung. Ini khusus untuk pengguna Android. Uang Anda akan dikonversikan menjadi bibit mangrove riil.
Cara berdonasinya gampang sekali. Kurang dari lima menit selesai. Ini langkahnya:
- Buka aplikasi Shopee di ponsel Anda.
- Cari dan klik menu ‘Pulsa, Tagihan & Tiket’ di halaman utama. Lalu klik ‘Lihat Semua’.
- Geser layar ke bawah, cari kolom ‘Keuangan’, lalu pilih menu ‘Donasi Tanam Pohon’.
- Pilih opsi ‘Shopee Peduli: Tanam Hutan Indonesia’. Masukkan jumlah nominal donasi dan nama Anda.
- Klik ‘Lanjutkan’ dan selesaikan pembayaran. Bukti bayar resmi akan langsung muncul di aplikasi.
Lalu bagaimana kalau dompet lagi tipis tapi tetap ingin menyumbang?
Jangan khawatir. Shopee menyediakan jalur kedua. Ini jalur yang paling asyik: Main game!
Anda tinggal masuk ke game interaktif ‘Shopee Tanam’. Selama periode program, ada bibit spesial yang disediakan. Namanya “Pohon Shopee Peduli”.
Cara mengakses gamenya juga mudah:
- Bagi pengguna Android, klik menu ‘Shopee Games’ di halaman utama. Untuk pengguna iOS, klik menu ‘Hadiah Shopee’.
- Pilih opsi bibit ‘Pohon Shopee Peduli’.
- Game siap dimainkan. Tugas Anda cuma menyiram dan merawat pohon virtual itu sampai panen.
Apa untungnya buat Anda? Selain berkesempatan memenangkan hadiah hingga 100 Koin Shopee, setiap pohon virtual yang Anda panen akan disulap oleh Shopee menjadi bibit mangrove nyata di dunia riil.
Asyik, kan? Main game dapat koin, lingkungan dapat pohon.
“Melalui Shopee Tanam, kami ingin menunjukkan bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama-sama dapat menghasilkan dampak yang lebih besar,” tambah Satrya Pinandita.
Aksi digital seperti ini memang terlihat sederhana. Tapi jika jutaan pengguna Shopee melakukan hal yang sama secara serentak, dampaknya akan raksasa bagi kelestarian pesisir wilayah kita.
Teknologi di tangan yang tepat ternyata bisa menjadi hijau. Tinggal bagaimana jempol kita bergerak sekarang. (Ra Indrata)




