MALANG POST – Arema FC dipastikan kehilangan ujung tombak andalannya, untuk kompetisi Super League musim 2026/2027 setelah penyerang asal Brasil, Dalberto Luan Belo (31), resmi menjalin kesepakatan untuk bergabung dengan klub Liga Super Malaysia asal Brunei Darussalam, DPMM FC. Kabar mengejutkan ini dirilis langsung melalui situs resmi klub DPMM FC di Bandar Seri Begawan pada Rabu (3/6/2026), sekaligus memupus harapan Aremania untuk melihat aksi sang bomber tajam di bumi Arema pada musim 2026/2027.
Harapan itu tipis sekali. Bahkan sekarang sudah pupus. Habis.
Padahal, baru tanggal 29 Mei lalu penyerang asal Brasil ini menulis kalimat indah di Instagram pribadinya. Isinya penuh optimisme: “2025/26 Musim 19 gol, 8 assist. Terima kasih kepada semua yang menjadi bagian dari perjalanan ini. Kami akan terus melanjutkan untuk lebih banyak.”
Kalimat “melanjutkan untuk lebih banyak” itu sempat membuat Aremania tidur nyenyak. Dikira sang penyerang bakal bertahan di Malang. Menambah pundi-pundi golnya untuk Singo Edan musim depan.
Tapi dunia sepak bola memang penuh kelokan tajam. Sering kali tidak tertebak.
Hari Rabu (3/6/2026) lalu, sebuah pengumuman mengejutkan muncul dari tempat yang jauh. Bukan dari manajemen Arema di Jalan Mayjen Panjaitan. Melainkan dari Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam.
Situs resmi DPMM FC—klub kaya Brunei yang berkompetisi di Liga Super Malaysia—berteriak lantang. Mereka mengklaim telah berhasil mengamankan tanda tangan Dalberto.
“Dalberto Luan telah setuju untuk bergabung dengan DPMM FC,” tulis rilis resmi klub tersebut.
Semua persyaratan sudah beres. Nilai kontrak agaknya sudah disepakati kedua belah pihak. Mantan penyerang Madura United itu kini tinggal duduk manis, menunggu seremoni pengumuman resmi dengan jersey barunya.
Mengapa DPMM FC begitu bernafsu mengejar Dalberto?
Jawabannya mudah: mereka sedang frustrasi. Sudah beberapa tahun terakhir ini klub milik Sultan Brunei itu kehilangan taji. Mereka kesulitan setengah mati mencari penyerang tengah murni yang klinis di depan gawang.
Maka, ketika melihat statistik Dalberto di Indonesia, mata pemandu bakat mereka langsung hijau.
Dalberto memang gila selama dua musim berseragam Arema FC. Tengok saja catatannya: 34 gol dari 61 penampilan di seluruh ajang. Ditambah 12 assist.

TANGKAPAN LAYAR: Inilah klaim DPMM FC terkait Dalberto yang tayang dalam laman resmi mereka pada Selasa (2/6/2026) lalu. (Foto: Istimewa)
Khusus musim 2025/2026 yang baru lalu, kontribusinya lebih tidak masuk akal lagi. Arema FC secara total mengemas 53 gol dalam semusim. Tahu berapa sumbangan Dalberto? 19 gol! Hampir separuh dari total produktivitas tim adalah miliknya. Ditambah lagi dengan 8 assist.
Berdasarkan data I League, pemain berusia 31 tahun ini adalah mesin pencipta teror. Dia melepaskan 86 kali tembakan, dan 49 di antaranya tepat sasaran (on target). Akurasinya luar biasa tinggi untuk ukuran penyerang di kompetisi seketat Indonesia.
Di Brunei nanti, Dalberto tidak sendirian menjadi bintang baru. DPMM FC juga mendatangkan Oscar Santis, penyerang sayap timnas Guatemala yang baru saja bersinar di semifinal Piala Emas CONCACAF 2025. Santis ini penyerang kelas dunia, yang di level internasional terbiasa adu lari melawan Alphonso Davies dari Bayern Munich atau Jonathan David dari Juventus.
Bisa dibayangkan betapa mengerikannya lini depan DPMM FC musim depan. Santis yang mengacak-acak dari sayap, Dalberto yang menyelesaikan di kotak penalti. Masalah menahun DPMM FC selesai.
Lalu bagaimana dengan nasib Arema FC?
Ini yang bikin duka mendalam bagi publik bola Malang. Kehilangan Dalberto adalah pukulan telak. Manajemen Singo Edan sendiri sejauh ini masih memilih bungkam. Belum ada suara resmi. Belum ada konfirmasi mengenai masa depan legiun asing mereka yang tersisa.
Sejauh ini, baru nama kiper Lucas Frigeri dan Valdeci Moreira yang resmi diumumkan dilepas di akhir musim 2025/2026. Sekarang, Dalberto menyusul lewat pintu keluar yang berbeda.
Ujian berat kini beralih ke pundak manajemen Arema. Kehilangan bomber yang menjamin belasan gol per musim bukanlah perkara sepele. Menemukan penggantinya jauh lebih rumit daripada sekadar berburu di pasar transfer.
Pertanyaannya: Bisakah manajemen mendatangkan pemain baru yang setajam—atau bahkan lebih ngeri—dari Dalberto?
Aremania hanya bisa menunggu. Menunggu dengan dada yang sedikit sesak. (Ra Indrata)




