MALANG POST — Tiket lolos ke babak berikutnya, sebenarnya sudah berada di depan kelopak mata. Sayang, momentum emas itu menguap begitu saja. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Persikoba Kota Batu gagal mengunci tiket kelolosan lebih cepat, setelah dipaksa bermain imbang 1-1 oleh tim tangguh dari ufuk timur, Persigubin Pegunungan Bintang Papua, pada laga kedua Grup M Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026 di Stadion Brantas, Kota Batu, Rabu, 3 Juni 2026.
Meski gagal mengantongi poin penuh, untungnya dewi fortuna belum sepenuhnya berpaling dari skuad Laskar Elang Putih. Satu poin tambahan ini sudah cukup untuk mengantarkan Persikoba naik ke pucuk klasemen sementara Grup M dengan koleksi empat poin.
Jalan pertandingan di Stadion Brantas sore tadi benar-benar menguras emosi. Tensi tinggi.
Persigubin datang dengan status mentereng: jawara Liga 4 Zona Papua Pegunungan. Anak-anak Papua ini tampil tanpa beban. Tim berjuluk The Morning Star itu tahu cara meredam dominasi tuan rumah. Senjatanya mematikan: serangan balik yang secepat kilat.
Berbekal luka kekalahan dari Persiharjo Sukoharjo di laga perdana, Persigubin mengamuk. Mereka tampil habis-habisan. Totalitas demi menjaga asa tidak angkat koper lebih cepat dari Kota Wisata Batu.
Jual beli serangan tersaji sepanjang paruh pertama. Keras. Benturan fisik antarpemain tak terhindarkan di setiap jengkal lapangan. Tapi sampai peluit jeda ditiup, papan skor masih bergeming. Angka kembar jaya, 0-0.
Petaka justru mendatangi Persikoba begitu babak kedua baru seumur jagung. Kurang konsentrasi. Baru satu menit berjalan, gawang tuan rumah jebol oleh sontekan tajam penyerang Persigubin, Uopdana, pada menit ke-46.
Skor 0-1 membuat anak asuh Arif Suyono tersentak. Marah. Laskar Elang Putih langsung menaikkan gigi persneling serangan untuk mengejar defisit gol.

SENGIT: Pemain Persikoba (jersey biru) saat berduel sengit melawan pemain Persigubin di lanjutan pertandingan Grup M Liga 4 Piala Presiden 2026 putaran nasional. (Foto: Instagram Persigubin)
Momentum berbalik saat pemain Persigubin, H. Kakadi, melakukan kecerobohan. Pemilik nomor punggung 15 itu diusir wasit keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Kartu merah langsung melayang.
Unggul jumlah pemain membuat jalannya laga menjadi timpang. Persikoba mengurung total pertahanan Papua. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-66. Robert melepaskan tembakan meluncur deras membobol gawang Persigubin. Skor berubah imbang, 1-1.
Sisa waktu babak kedua berjalan makin sengit. Persikoba bernafsu memburu gol kemenangan, sementara serangan balik Persigubin tetap membuat jantung suporter tuan rumah berdegup kencang.
Namun hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tidak berubah. Skor adil 1-1 menjadi hasil akhir.
Usai laga, pelatih kepala Persikoba, Arif Suyono, memilih berlapang dada. Dia tetap angkat topi untuk perjuangan anak asuhnya.
“Saya sampaikan terima kasih kepada para pemain yang sudah tampil luar biasa. Beruntung hari ini kami masih bisa mendapatkan satu poin dan tidak kalah,” ujar mantan penyerang andalan Timnas Indonesia tersebut.
Arif yang akrab disapa Keceng ini mengakui, karakter bermain Persigubin hari ini sangat mengejutkan. Berbeda total dari rekaman video laga pertama mereka. Tekanan ketat (pressing) dan determinasi tinggi anak-anak Papua membuat kreativitas lini tengah Persikoba macet total.
Kini, tim pelatih tidak punya waktu lama untuk meratapi hasil imbang. Fokus langsung dialihkan ke laga penentuan melawan Persiharjo Sukoharjo.
Skenarionya bakal panas. Persikoba dan Persiharjo saat ini sama-sama mengoleksi empat poin. Siapa yang menang, dialah juara grup sejati.
Arif Suyono menegaskan, pasukannya tidak akan bermain aman mencari hasil seri. Targetnya mutlak: menang! Status juara grup sangat krusial dikunci agar Persikoba bisa mengamankan hak menjadi tuan rumah di fase gugur berikutnya.
“Yang jelas kami tetap fight. Kami ingin juara grup. Tapi kami juga realistis, hasil seri sebenarnya sudah cukup untuk lolos. Namun target kami tetap memberikan yang terbaik saat melawan Persiharjo,” tegas pria legendaris asli Malang tersebut.
Arif membaca, Persiharjo bukan tim semenjana. Mereka punya pelatih yang cerdik dalam membaca pergantian pemain di lapangan. Buktinya nyata, sore tadi di pertandingan lain, Persiharjo sukses menahan imbang TS Saiburai Lampung dengan skor dramatis 3-3 setelah sempat tertinggal.
Sembari menyiapkan taktik meredam Sukoharjo, Arif mengaku punya pekerjaan rumah yang mendesak di internal timnya sendiri. Apa itu? Koordinasi pertahanan yang longgar.
“Hari ini saya sedikit kurang puas dengan organisasi lini belakang kami. Itu menjadi evaluasi untuk pertandingan berikutnya,” pungkas Arif.
Peta persaingan di Grup M kini benar-benar terkunci hingga laga pamungkas. Persikoba dan Persiharjo memimpin dengan 4 poin, disusul TS Saiburai Lampung dan Persigubin dengan 1 poin. Di laga terakhir nanti, organisasi lini belakang yang disiplin dan ketajaman Robert di lini depan akan menjadi penentu: apakah Laskar Elang Putih akan terbang tinggi menjadi juara grup, atau justru terjungkal di rumah sendiri. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




