MALANG POST – Arema FC membuat keputusan berani, menjelang bergulirnya Super League musim 2026-2027. Manajemen Singo Edan resmi mengubah arah kompas berburu pemain mereka. Slot penjaga gawang asing dipastikan tamat.
Setelah melepas Lucas Frigeri di akhir musim lalu, Arema FC kini berbelok arah: 100 persen memercayai kiper lokal.
Tidak tanggung-tanggung. Dua kiper lokal dikabarkan sudah menemui kata sepakat, untuk merapat ke Malang pada bursa transfer musim 2026/2027.
Siapa mereka?
Nama pertama adalah Erlangga Setyo Dwi Saputra. Umurnya baru 23 tahun. Bocah asli Jember.
Kabar deal-nya Erlangga ini sudah ditiupkan oleh akun-akun pengamat transfer seperti @arematimes dan @lionssfanss. “Tunggu saja welcome-welcome di Malang Lur,” tulis akun tersebut.
Erlangga ini menarik. Tingginya bukan main: 1,96 meter! Ini postur kiper standar Eropa.
Dengan modal badan menjulang begitu, Erlangga bakal menjadi monster menakutkan dalam duel bola-bola atas. Dia jebolan Persis Youth, yang musim lalu dipinjamkan ke PSPS Pekanbaru. Kontraknya di Solo habis Mei 2026 ini.
Shin Tae-yong bahkan kepincut. Erlangga langganan dipanggil Timnas U-19 dan U-23. Saat ini pun, dia sedang berkeringat di pemusatan latihan menjelang Piala AFF 2026.
Lalu, siapa kiper kedua?
Dia adalah Syahrul Trisna Fadillah. Sosok yang lebih kenyang pengalaman. Tingginya 1,8 meter.
Syahrul sempat berbaju PSIS Semarang, lalu musim lalu bergeser ke Borneo FC. Sayang, di Samarinda dia kalah pamor dengan Nadeo Argawinata yang mengunci posisi kiper utama. Di Arema, Syahrul punya kesempatan besar untuk membuktikan diri.
Apakah perburuan selesai? Belum.
Arema rupanya masih penasaran. Manajemen dikabarkan sedang merayu Adi Satryo, untuk tetap bersama Arema. Komunikasi sedang dibangun. Peluangnya positif.
Ditambah lagi, dengan degradasinya Persis Solo, Arema punya peluang emas untuk mematenkan Gianluca Pandeynuwu yang musim lalu sudah berstatus pinjaman di Malang.
Jika semua skenario ini berjalan mulus, Arema FC bakal punya stok kiper lokal paling mewah di Liga 1.
Gerilya Berburu Robi Darwis
Bukan cuma di bawah mistar. Arema FC juga bergerak cepat menambal lubang pasca-ditinggal Rifad Marasabessy di sektor bek kanan. Target utamanya: Robi Darwis. Pemuda berbakat milik Persib Bandung.
Robi ini pemain serbabisa. Istilah bolanya: versatile.
Posisi aslinya gelandang bertahan. Tapi musim lalu di Persib, dia fasih bermain 15 kali sebagai bek kanan. Umurnya baru 22 tahun. Mantan penggawa Timnas U-23.
Ada satu kelebihan Robi yang bikin tim pelatih Arema kesengsem: lemparan ke dalamnya yang super jauh. Bisa berfungsi seperti tendangan sudut. Senjata maut untuk membongkar pertahanan lawan.
Statusnya kini? Sudah selangkah lagi berseragam biru Arema.
Tapi, ada sedikit ganjalan. Urusan klausul kontrak. Arema bertindak tegas: ingin membeli penuh. Manajemen kapok berbisnis pinjaman untuk pemain masa depan.
Sementara Persib masih sayang. Maung Bandung baru saja memperpanjang kontrak Robi. Mereka hanya mau melepas dengan status pinjaman demi menambah jam terbang sang pemain.
Arema punya posisi tawar kuat. Tengok saja rekrutan tengah musim lalu. Gustavo Franca, Rio Fahmi, dan Hansamu Yama. Mereka yang sebelumnya sulit bersaing di klub lama, langsung tampil moncer begitu menyentuh rumput Malang. Arema pandai “menghidupkan” karier pemain.
Tarik ulur ini masih dinamis. Siapa yang akan mengalah? Persib atau Arema?
Bursa transfer masih panjang. Yang jelas, Singo Edan musim ini tidak mau main-main. Mereka ingin garang, dengan cita rasa lokal yang membara. (Ra Indrata)




