KEJAHATAN: Beberapa barang bukti tindak kejahatan, yang berhasil disita polisi dari tangan pelaku pembobol kotak amal di masjid. (Foto: Humas Polres Malang)
MALANG POST — Rumah ibadah harusnya menjadi tempat yang paling aman. Tenang. Khusyuk. Namun, bagi sebagian orang yang sudah gelap mata karena urusan isi dompet, tempat suci pun nekat disasar. Untunglah, gerak cepat Kepolisian Resor Malang bersama Polsek Lawang, berhasil mengakhiri petualangan haram ASF (30). Pemuda asal Turirejo ini diringkus polisi di kediamannya pada Minggu (24/5/2026), setelah terbukti membobol kotak amal di Masjid Jami’ Nurul Huda, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Aksinya terbilang nekat. Dilakukan di sore hari.
Peristiwa itu sejatinya terjadi pada Selasa (19/5/2026). Tepatnya seusai pengurus masjid dan warga selesai melaksanakan ibadah salat Asar berjamaah. Saat kondisi masjid mulai lengang, ASF mulai beraksi.
Pengurus masjid curiga saat kembali ke ruang utama. Dua kotak amal berbahan kayu dan kaca itu sudah bergeser jauh dari tempat semula. Pas diperiksa, salah satunya sudah menganga. Rusak. Isinya? Amblas tanpa sisa.
Marbot masjid langsung melapor. Polisi pun datang.
Langkah pertama polisi sangat taktis: memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Di sinilah petunjuk emas itu didapat. Wajah dan gerak-gerik ASF terekam sangat jelas. Jelas sekali. Anggota Unit Reskrim Polsek Lawang langsung mengantongi identitasnya.
“Setelah menerima laporan resmi pada Kamis (22/5/2026), anggota kami langsung bergerak melakukan penyelidikan mendalam berbasis rekaman kamera CCTV,” ujar Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, saat dikonfirmasi pada Jumat (29/5/2026).
Hanya butuh waktu tiga hari bagi polisi untuk mengendus keberadaan pelaku. ASF disergap di rumahnya di kawasan Turirejo tanpa bisa mengelak sedikit pun.
Saat diinterogasi di depan penyidik, nyali ASF langsung ciut. Dia mengakui semua perbuatannya.
Bahkan, dari mulutnya keluar pengakuan mengejutkan. Menjarah kotak amal di Desa Sidodadi itu bukanlah aksi pertamanya. ASF ternyata seorang spesialis. Dia mengaku sudah tiga kali membobol kotak amal di wilayah hukum Kecamatan Lawang.
Di mana saja? Dua lokasi lainnya adalah sebuah masjid di kawasan Kalianyar dan satu lagi masjid di Desa Turirejo. Pola operasinya sama: mengincar saat jamaah sudah sepi.
Lalu, apa alasan pemuda bertubuh tegap ini nekat mencuri uang jemaah masjid?
Klasik. Urusan perut. Urusan finansial.
“Motif sementara dipicu oleh faktor tekanan ekonomi. Uang hasil curian itu dipakai pelaku untuk membiayai kebutuhan pribadinya sehari-hari,” jelas AKP Bambang.
Dari tangan tersangka, korps baju cokelat ini berhasil mengamankan sederet barang bukti yang digunakan untuk beraksi. Komplet. Mulai dari rekaman CCTV sebagai bukti kunci, dua kotak amal yang rusak, hingga peralatan “perang” pelaku berupa sebilah linggis kecil dan gunting besi berukuran besar.
Tidak hanya itu, baju yang dipakai ASF saat beraksi, sepeda motor yang menjadi sarana transportasi, serta sisa uang tunai hasil jarahan yang belum sempat dibelanjakan ikut disita petugas.
Kini, ASF harus mendekam di sel tahanan Polsek Lawang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik masih terus mendalami kasus ini. Polisi curiga, masih ada lokasi atau masjid lain di Kabupaten Malang yang pernah menjadi korban kelihaian jemari ASF.
Nasi sudah menjadi bubur. Alasan ekonomi tidak bisa menjadi pembenar untuk merusak dan mencuri hak umat. Penyidik kini menjerat pemuda 30 tahun tersebut dengan pasal pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya berat.
“Penanganan perkara ini dipastikan berjalan tuntas hingga ke meja persidangan,” pungkas Bambang. (HmsResma/Ra Indrata)




