MALANG POST – Manajemen Arema FC dikabarkan tengah membidik penyerang sayap (winger) lincah asal Brasil, Mateusinho (27), guna mengisi slot kosong legiun asing menjelang bergulirnya bursa transfer musim panas kompetisi Super League 2026/2027, Jumat (29/5/2026). Kabar ketertarikan Singo Edan terhadap mantan pemain klub kasta tertinggi Liga Thailand, Sukhothai FC, ini mencuat ke publik, setelah sang pemain kedapatan berstatus bebas transfer per akhir musim ini. Menjadikannya opsi paling realistis bagi tim pelatih untuk menambal kreativitas serangan di sektor sayap kanan Stadion Kanjuruhan.
Pasar transfer sepak bola modern itu kejam, tapi sekaligus penuh kejutan. Begitu sebuah klub melepas pilar lamanya, ruang spekulasi langsung berputar cepat mencari pengganti.
Belum kering tinta berita kepergian Valdeci Moreira dari mes Arema, jagat maya Malang Raya sudah kembali bergetar. Riuh.
Pemicunya kali ini adalah pergerakan siber dari akun pemantau bakat @fabrizioasia_. Akun gosip transfer yang dikenal memiliki akurasi telinga tinggi di kawasan ASEAN itu, meniupkan satu nama segar: Mateus Gustavo Sales de Jesus.
Panggilannya singkat, khas Brasil: Mateusinho. Umurnya baru 27 tahun—usia yang sedang ranum-ranumnya bagi seorang pesepak bola profesional.
Kabar ini menggelinding bak bola salju di kalangan Aremania. Mengapa? Karena profil sang pemain memang sangat seksi untuk kebutuhan taktis lini depan Arema FC yang baru saja ditinggal para kreator serangan lamanya.
Mateusinho ini punya keunikan. Lahir di São Paulo, dia tumbuh dengan bakat kaki kiri yang dominan (inverted winger). Namun, jangan terkecoh. Di lapangan, dia adalah sosok bunglon yang fleksibel; bisa dipasang di sayap kanan untuk memotong umpan ke dalam, ditaruh di sayap kiri untuk adu lari, atau ditarik ke tengah menjadi gelandang serang dibelakang striker utama.
Musim lalu, dia merantau ke Thai League membela Sukhothai FC. Rapor penampilannya di Negeri Gajah Putih terhitung kokoh.
Dia turun dalam 27 pertandingan resmi, menjadi starter utama tim sebesar 63 persen, dan memiliki kontribusi keterlibatan gol (goal involvement) menyentuh angka 22 persen.
Soal statistik kontribusi, ada sedikit silang data yang menarik. Catatan global mencatat satu gol dan empat assist, namun dapur data @fabrizioasia_ berani mengklaim angka assist-nya jauh lebih tinggi: mencapai tujuh kali umpan matang berbuah gol. Intinya satu: akurasi umpannya manjur.
“Pemain asal Brasil ini dikabarkan sudah tidak terikat kontrak dengan klub mana pun per akhir Juni ini. Dia secara terbuka membuka peluang lebar-lebar untuk merintis karier di Liga Indonesia musim depan,” tulis akun @fabrizioasia_ memanaskan atmosfer.
Anda sudah tahu: mendatangkan pemain sekelas Mateusinho jelas butuh kekuatan finansial yang tidak sedikit. Manajemen Arema FC harus siap merobek kantong dalam-dalam.
Jika mengintip jendela data Transfermarkt, nilai pasar (market value) pemain berpostur 1,76 meter ini berada di angka kisaran Rp5,21 miliar. Angka yang cukup tinggi untuk ukuran penyerang sayap di Indonesia.
Namun sangat masuk akal jika melihat status bebas transfernya yang membuat Arema tidak perlu membayar biaya tebusan sepeser pun kepada Sukhothai FC. Kontraknya di Thailand habis per 30 Juni 2026. Bebas transfer. Gratis biaya perpindahan klub.
Lantas, bagaimana sikap resmi manajemen di Jalan Mayjen Panjaitan?
Sesuai pakem jurnalistik, tulisan ini harus adil. Hingga detik ini, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, masih memilih taktik bungkam. Belum ada selembar pun rilis resmi yang membenarkan atau membantah rumor ini.
Namun, ingatkan Anda pada pernyataan Inal—panggilan akrab Yusrinal—sehari sebelumnya? Dia dengan tegas menyebut bahwa seluruh dokumen evaluasi 11 pemain asing Arema untuk musim depan sebenarnya sudah rampung dan tinggal menunggu waktu peluncuran.
Apakah salah satu dari dokumen terkunci itu berisi nama Mateusinho? Kemungkinan itu sangat terbuka lebar.
Berburu pemain di Thailand untuk dibawa ke Malang adalah siasat lama yang sering kali berhasil. Atmosfer sepak bola yang mirip membuat proses adaptasi pemain biasanya berjalan lebih mulus.
Jika negosiasi senyap di bawah meja ini berhasil menemui kata sepakat, kehadiran Mateusinho dipastikan akan menjadi senjata baru yang mematikan di sisi sayap Singo Edan.
Kaki kirinya yang magis bisa menjadi pelayan baru bagi mesin gol Arema musim depan. Kita tunggu saja, apakah si kidal ini akan benar-benar berganti jersi biru barat di Kanjuruhan! (Ra Indrata)




