MALANG POST – Manajemen RSUD Karsa Husada Kota Batu, resmi menggelar aksi sosial keagamaan dengan menyembelih dan menyalurkan daging satu ekor sapi serta tiga ekor kambing kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan rumah sakit, Rabu (27/5/2026). Langkah humanis yang dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Karsa Husada Batu, Dr. dr. Muhamad Rizal, M.M., M.Kes., CHQP., ini sengaja menyasar kelompok masyarakat rentan. Mulai dari petugas kebersihan, jajaran petugas parkir, hingga warga kurang mampu di sekitar rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut guna memperkuat jalinan kemitraan sosial di luar urusan medis.
Rumah sakit itu identik dengan urusan medis yang kaku. Bau obat. Wajah-wajah tegang pasien. Atau kesibukan dokter dan perawat yang berkejaran dengan waktu.
Namun, tepat di hari raya kurban Rabu pagi ini, atmosfer di RSUD Karsa Husada Kota Batu berubah total. Kegembiraannya terasa hangat. Nuansanya sangat cair.
Manajemen institusi kesehatan pelat merah ini melepas baju kedinasan mereka sejenak. Berganti dengan jubah gotong royong di halaman belakang.
Di bawah komando sang direktur, Dr. dr. Muhamad Rizal, mereka mengalirkan berkah spiritual ke bilik dapur masyarakat kecil. Hewan kurbannya konkret: satu ekor sapi kekar dan tiga ekor kambing pilihan sukses disembelih.
Menariknya, dr. Rizal punya daftar prioritas yang jeli dalam menentukan siapa yang paling berhak menerima bungkusan daging kurban tersebut.

IRIS-IRIS: Direktur RSUD Karsa Husada Batu, dr Muhamad Rizal turun langsung mengiris daging kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar rumah sakit saat perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dia tidak melihat jauh ke luar daerah. Radar kepeduliannya justru dipasang di halaman depan rumah sakitnya sendiri. Membidik orang-orang kecil yang setiap hari membantu kelancaran operasional rumah sakit. Namun kerap luput dari perhatian publik: para pembersih ruangan dan petugas parkir kendaraan. Merekalah yang diberi karpet merah.
“Iduladha ini adalah momentum mahapenting untuk mengasah rasa syukur sekaligus mempertebal kepedulian sosial kita kepada sesama.”
“Semangat berbagi ini harus dijaga di dunia nyata, terutama untuk menyentuh kehidupan melekat masyarakat di sekitar kita yang membutuhkan perhatian bersama,” tutur dr. Muhamad Rizal di sela peninjauan distribusi daging kurban, Rabu (27/5/2026).
Logika Rizal dalam memimpin rumah sakit berbasis medical tourism ini memang luas. Rumah sakit modern tidak boleh berdiri seperti menara gading yang berjarak dengan lingkungan sosialnya.
Pendekatan institusi kepada rakyat tidak boleh hanya terjadi saat warga datang membawa kartu BPJS atau mendeteksi penyakit dalam di ruang pemeriksaan Medical Check-Up premium. Hubungan batin yang organik justru harus dirajut lewat jalur siber keagamaan seperti ibadah kurban ini.
“Kegiatan kurban ini adalah bagian dari komitmen besar kami untuk membangun kedekatan emosional yang inklusif dengan masyarakat sekitar. RSUD Karsa Husada harus hadir dan membawa manfaat nyata yang bisa langsung dirasakan di piring makan warga,” imbuh Rizal semringah.
Anda sudah tahu: mengurus pembagian daging kurban di lingkungan institusi besar itu, rawan memicu kekacauan antrean jika tidak dikelola dengan manajemen yang rapi. Salah data sedikit, gejolak sosial bisa pecah.
Maka, Rizal menerapkan sistem tata kelola distribusi yang presisi. Sejak fajar menyingsing, para pegawai lintas divisi bersama panitia internal bahu-membahu.
Ada yang kebagian tugas menyembelih, menguliti, menimbang dengan timbangan digital yang akurat, hingga mencocokkan kupon berdasarkan data riil warga miskin yang sudah divalidasi. Tidak ada ruang bagi sistem pembagian yang amburadul. Semua alur berjalan tertib, bersih, dan higienis sesuai standar kesehatan.
“Melalui kebersamaan ini, kami berharap hubungan psikologis antara rumah sakit dan warga sekitar semakin kokoh terikat. Semoga keikhlasan berkurban tahun ini membawa berkah bagi pelayanan kesehatan kami ke depan,” pungkas Rizal menutup pembicaraan.
Melayani nyawa manusia lewat meja operasi memang tugas utama seorang dokter. Namun, melayani perut rakyat kecil yang setiap hari setia menjaga keamanan aspal parkiran rumah sakit adalah bentuk kesalehan sosial yang tidak kalah mulia.
RSUD Karsa Husada Kota Batu hari ini telah melunasi tugas spiritual itu dengan manis, membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan dr. Rizal, rumah sakit daerah bisa tampil premium dalam pelayanan medis sekaligus berhati lembut dalam merawat hubungan kemanusiaan. Selamat menikmati daging kurban! (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




