MALANG POST – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dengan mengarahkan alokasi belanja barang dan jasa agar diprioritaskan menyerap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, guna memastikan keterserapan pasar produk lokal secara nyata, Jumat (31/7/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kebijakan nyata. Pemkot mengarahkan belanja barang dan jasa instansi pemerintah agar lebih banyak menyerap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Batu, Nurochman. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada pemberian pelatihan atau bantuan peralatan. Langkah yang jauh lebih krusial adalah membuka dan menjamin akses pasar agar produk UMKM benar-benar terserap secara berkelanjutan.
Salah satu langkah konkrit yang kini didorong adalah perluasan kerja sama antara pelaku UMKM dan jaringan toko oleh-oleh swasta di wilayah Kota Batu. Skema kemitraan ini dinilai efektif memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
”Beberapa UMKM sudah bekerja sama dengan toko oleh-oleh swasta. Pola kemitraan seperti ini perlu terus kita perluas agar pasar produk lokal semakin berkembang,” ujar Nurochman, Kamis (30/7/2026).
OPD Wajib Gunakan Produk Mamin Khas Batu
Tak hanya mendorong sektor swasta, pria yang akrab disapa Cak Nur ini menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu untuk mengutamakan penggunaan produk UMKM lokal dalam setiap kegiatan resmi kedinasan.
Mulai dari konsumsi rapat, kudapan forum kedinasan, hingga sajian untuk tamu daerah diwajibkan memanfaatkan produk makanan dan minuman (mamin) khas Kota Batu. Kebijakan ini diyakini memberikan dampak ekonomi secara langsung terhadap peningkatan omzet para pelaku usaha.
Selain mendongkrak penjualan, penyajian produk UMKM dalam agenda pemerintahan berfungsi sebagai etalase promosi strategis. Terlebih, banyak kegiatan Pemkot Batu yang dihadiri oleh tamu dinas luar daerah yang berpotensi menjadi ceruk pasar baru bagi produk lokal.
Pemetaan Kebutuhan dan Pendampingan Digital
Di sisi lain, Pemkot Batu tengah memetakan kebutuhan spesifik para pelaku UMKM agar program intervensi dan pendampingan tepat sasaran. Bantuan yang disiapkan tidak terbatas pada sarana maupun prasarana produksi semata.
Pemerintah daerah juga memperkuat pendampingan pengembangan usaha secara holistik—mulai dari peningkatan standar kualitas produk, perbaikan desain pengemasan (packaging), hingga literasi pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar nasional.
Melalui strategi terpadu ini, Pemkot Batu berharap UMKM tidak sekadar bertahan hidup, melainkan tumbuh menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Dengan jaminan pasar yang makin luas dan dukungan regulasi yang konsisten, sektor usaha lokal diharapkan mampu memberi kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batu. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




