MALANG POST – Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah), resmi meluncurkan program sosial keagamaan berkelanjutan bertajuk “Semarak Idul Adha 1447 H Bersama CIMB Niaga Syariah”, dengan menyalurkan dana kebajikan nasabah sebesar Rp737 juta dalam bentuk hewan kurban di Jakarta, Senin (25/5/2026) kemarin. Sebagai simbolis dimulainya pergerakan nasional tersebut, manajemen menyerahkan satu ekor sapi jenis limosin raksasa seberat 1,03 ton kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU), guna disebar secara inklusif ke berbagai wilayah pelosok yang minim pasokan daging kurban.
Dunia perbankan syariah itu sejatinya bukan sekadar urusan memindahkan angka deposito atau menghitung margin bagi hasil dari balik meja kaca yang dingin. Esensi terdalamnya ada pada kemanfaatan sosial. Ada pada sirkulasi nilai kebaikan yang harus dirasakan oleh masyarakat akar rumput.
Logika murni ekonomi syariah inilah yang sedang dipraktikkan oleh CIMB Niaga Syariah, menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pekan ini. Mereka tahu cara menempatkan dana kebajikan nasabah agar dampaknya tidak menguap begitu saja.
Senin kemarin, sebuah seremoni kecil namun sarat makna digelar di Jakarta. Sebuah kejutan besar dihadirkan: seekor sapi limosin berbobot monster, 1,03 ton, berdiri gagah di area penyerahan.
Hewan kurban raksasa itu diserahkan langsung oleh Chief of Syariah Compliance & Legal CIMB Niaga, Syamsul Aidi Bachtiar, kepada Direktur Utama LAZISMU, Ibnu Tsani. Sapi seberat satu ton lebih itu barulah permulaan, sebuah lokomotif dari gerbong kebaikan yang lebih panjang.
Tahun ini, total dana kebajikan nasabah yang dialokasikan khusus untuk ibadah kurban mencapai Rp737 juta. Angka itu tidak dikonsentrasikan di Jakarta saja. Manajemen paham betul hukum pemerataan: distribusi daging harus menyentuh daerah yang membutuhkan.
Maka, amunisi ratusan juta tersebut dipecah ke dalam bentuk hewan ternak, lalu disebar secara serentak melalui 31 Kantor Cabang Syariah (KCS) CIMB Niaga di seluruh penjuru tanah air. Konsep pergerakannya sistematis dan berkelanjutan.
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, menegaskan bahwa korporasi yang dipimpinnya harus memegang teguh prinsip Melangkah Sesuai Kaidah.
“Melalui momentum Iduladha, kami ingin memperkuat kontribusi dalam menghadirkan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan. Kami meyakini perbankan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami terus menghadirkan inisiatif yang relevan dan berdampak luas,” jelas Pandji, Senin (25/5/2026).
Anda sudah tahu: mendistribusikan hewan kurban dalam skala nasional itu bukan perkara mudah. Taruhannya adalah ketepatan sasaran. Jangan sampai daging kurban menumpuk di kota besar, sementara warga di pinggiran justru gigit jari.
Siasat taktis pun diambil. CIMB Niaga Syariah tidak mau bergerak sendirian secara amatir. Mereka menggandeng jaringan filantropi profesional, yang sudah memiliki peta kemiskinan dan sebaran wilayah yang akurat. LAZISMU dan Daarut Tauhid (DT) Peduli dipasang sebagai garda depan eksekutor di lapangan.
Namun, tidak hanya sibuk mengurus dana sosial dari korporasi, bank swasta nasional ini juga lihai melihat peluang digital untuk memudahkan nasabahnya sendiri beribadah. Mereka membawa ritual kurban ke dalam ekosistem digital.
Lewat aplikasi OCTO, urusan membeli hewan kurban dibuat sepraktis memesan tiket transportasi. Tinggal klik di layar ponsel.
Strategi pemasarannya pun dibuat agresif layaknya gaya belanja modern. Nasabah yang berkurban minimal Rp1,4 juta lewat aplikasi dan memasukkan kode promo khusus OCTOQURBAN langsung diganjar hadiah balik modal berupa cashback senilai Rp200 ribu.
Layanan promosi taktis ini sengaja dikunci masanya hingga tanggal 25 Mei kemarin untuk memastikan semua transaksi terekam dan hewan kurban bisa disiapkan tepat waktu oleh para peternak mitra.
Mengawinkan inovasi teknologi keuangan dengan ketulusan ibadah sosial adalah potret wajah perbankan syariah masa kini.
Melalui sapi satu ton yang bergulir ke LAZISMU hingga jaminan kemudahan di genggaman OCTO, CIMB Niaga Syariah sedang membuktikan satu tesis penting: bahwa kemajuan bisnis sebuah bank tidak diukur dari seberapa ketat mereka mengunci omzet, melainkan dari seberapa luas mereka mampu mengalirkan berkah dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. (Ra Indrata)




