LENGKAP: Inilah formasi lengkap skuad Singo Edan beserta staf kepelatihan dan manajemen. Untuk musim depan, lebih dari separuh pemain bakal bertahan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, resmi menyatakan bahwa pencapaian tim Singo Edan yang berhasil finis di peringkat ke-9 klasemen akhir kompetisi Super League musim 2025/2026, merupakan rapor terbaik dalam tiga tahun terakhir masa transisi pasca-Tragedi Kanjuruhan, Senin (25/5/2026). Menyusul hasil evaluasi total tersebut, pria yang akrab disapa Inal ini langsung bergerak taktis, menyiapkan cetak biru skuad baru dengan menggaransi bahwa Arema FC tetap memaksimalkan kuota 11 pemain asing untuk musim 2026/2027, di mana lebih dari separuh legiun asing musim ini dipastikan aman dipertahankan.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air, Super League musim 2025/2026, resmi ketok palu. Bagi Arema FC, nangkring di posisi ke-9 klasemen akhir dengan koleksi 48 poin, mungkin belum memuaskan dahaga juara Aremania. Target awal manajemen pun sebenarnya meleset: mengincar posisi lima besar.
Namun, Anda harus melihat masalah ini dengan kepala dingin. Melalui kacamata data yang logis.
Dari 34 pertandingan yang melelahkan, Dendi Santoso dan kawan-kawan berhasil mengemas 13 kemenangan, 9 kali imbang, dan 12 kekalahan. Jika dirata-rata, Singo Edan mengantongi 1,41 poin per laga.
Bagi sang General Manager, Yusrinal Fitriandi, angka-angka ini adalah sebuah kemewahan psikologis. Mengapa begitu? Karena inilah poin tertinggi yang berhasil diraih Arema sejak dirinya naik jabatan memimpin manajemen di pertengahan musim Liga 1 2022/2023 silam. Tepatnya pasca-tragedi memilukan di Kanjuruhan.
“Tahun ini adalah yang terbaik menurut saya pribadi maupun hasil evaluasi manajemen keseluruhan. Selama empat musim terakhir, mungkin ini posisi yang paling bagus bagi kami. Ini bukti bahwa Arema sudah berprogres.”
“Dari tahun pertama setelah tragedi, tahun kedua, dan sekarang tahun ketiga. Evaluasinya, kita berhasil mempertahankan progres naik itu,” ujar Yusrinal Fitriandi dengan nada lega.
Kerja keras tim pelatih, pemain, dan ofisial memang layak diberi apresiasi tinggi. Namun, manajemen tidak boleh terlena. Selesai kompetisi, bursa transfer langsung menyala.
Langkah pertama yang diambil Inal adalah mengumpulkan seluruh penggawa Arema FC di mes tim. Pertemuan kelar musim ini krusial. Urusannya mendesak: ketok palu soal masa depan kontrak dan rencana besar musim depan.
Usai rapat internal itu dijalankan, manajemen langsung memberikan jatah libur total selama satu bulan penuh kepada para pemain.
Mereka dibebaskan mudik atau berwisata demi mengisi ulang energi (recharge). Catatannya hanya satu: wajib menjaga kebugaran dan dilarang melakukan tindakan ceroboh yang merugikan diri sendiri.
“Kami akan menggelar latihan perdana pada awal Juli nanti. Durasi libur musim ini memang lebih singkat dibanding musim lalu. Berdasarkan informasi yang kami terima, kick-off kompetisi musim baru 2026/2027 akan maju ke bulan September,” beber pria asal Bogor tersebut.
Mengapa persiapan Arema harus digenjot lebih awal sejak Juli?
Logikanya taktis. Agenda pra-musim dipastikan bakal sangat padat. Singo Edan dijadwalkan melakoni sejumlah laga persahabatan, bersiap mempertahankan takhta di Piala Presiden, hingga kemungkinan besar harus membagi fokus di ajang kembalinya Piala Indonesia.
Belum lagi, tim pelatih butuh waktu cepat untuk membangun kemesraan taktik (chemistry) karena gerbong pemain anyar bakal segera merapat ke Malang.
Bicara soal pemain baru, bagaimana nasib para ekspatriat lapangan hijau di skuad Arema?
Inal memberikan bocoran yang bikin penasaran. Komposisi pemain asing Arema untuk musim depan dipastikan bakal mengalami perombakan (reshuffle). Sesuai regulasi terbaru, Singo Edan tetap ngotot akan mengontrak slot maksimal: 11 pemain impor.
Hingga hari ini, baru satu nama asing yang hitam di atas putih resmi aman dipertahankan, yaitu gelandang jangkar asal Brasil, Betinho Filho.
Lantas, bagaimana dengan nama-nama lain seperti Julian Guevara, Luiz Gustavo, Matheus Blade, Pablo Oliveira, Valdeci Moreira, hingga sang top skor Dalberto Luan Belo?
Inal masih memilih menyimpan rapat daftar tersebut di laci mejanya. Namun, dia memberikan satu kisi-kisi penting yang melegakan.
“Selain Betinho, ada beberapa pemain asing lainnya yang akan bertahan musim depan. Mungkin lebih dari separuh. Komposisi lengkapnya akan segera kami rilis secara resmi ke publik dalam waktu dekat,” pungkas eks Manajer Bisnis Arema FC tersebut.
Garis takdir Arema FC untuk musim depan, kini mulai digambar di papan tulis manajemen. Finis peringkat ke-9 telah dilewati sebagai pijakan tangga progres.
Kini, dengan rencana mempertahankan fondasi asing yang ada ditambah suntikan tenaga baru pada awal Juli nanti, Singo Edan sedang bersiap memoles taringnya kembali.
Mengingatkan para rival di Super League bahwa habitat asli singa adalah di papan atas, bersaing memperebutkan mahkota juara. (Ra Indrata)




