MALANG POST – Manajemen Arema FC, secara resmi melarang tim pelatih di bawah komando Marcos Santos, untuk memainkan bek sayap muda, Achmad Maulana Syarif, di dua laga sisa kompetisi Super League 2025-2026. Meski kondisi sang pemain dinyatakan telah pulih 100 persen dari cedera lutut parah.
Langkah tegas ini diambil langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, demi memproteksi sang pemain, jelang penandatanganan kontrak baru jangka panjang berdurasi dua musim ke depan.
Sepak bola kadang bukan hanya soal memenangkan pertandingan besok sore. Sepak bola adalah soal investasi manusia. Soal masa depan.
Itulah yang sedang dipraktikkan oleh manajemen Arema FC kepada Achmad Maulana. Pemain muda asal Bandung itu, seolah baru saja lolos dari lubang jarum.
Tujuh bulan lamanya ia harus menepi. Meja operasi terpaksa dilewati akibat cedera lutut parah, yang didapatnya saat laga melawan Bhayangkara FC.
Musim ini—yang sejatinya menjadi musim ketiganya di Malang—berjalan getir. Mantan penggawa Persija Jakarta itu, baru mencicipi tiga kali merumput sebelum kakinya dihantam cedera.
Pekan ini, pemilik nomor punggung 19 itu sebenarnya sudah kembali ke lapangan latihan. Ia sudah berlari. Ototnya sudah dikuatkan lewat latihan terpisah. Dokter tim bahkan sudah memberi lampu hijau: pulih 100 persen.
Bukan Intervensi Taktik
Namun, manajemen bertindak sebagai rem darurat. Pelatih kepala Marcos Santos diwanti-wanti. Jangan pasang Achmad di dua laga pamungkas.
“Kondisi Achmad memang sudah pulih 100 persen kalau kata dokter tim. Tapi, dia gak kami izinkan untuk bermain di dua laga terakhir musim ini,” tegas Yusrinal Fitriandi kepada WEAREMANIA.
Pria yang akrab disapa Inal itu buru-buru meluruskan. Ini bukan intervensi terhadap wilayah taktis Marcos Santos. Bukan. Manajemen hanya tidak ingin berjudi dengan nasib masa depan si pemain.
Terlalu berisiko memaksakan pemain yang baru sembuh dari operasi besar di tengah tensi akhir musim yang panas.
Arema punya rencana yang jauh lebih besar untuk bek berusia 23 tahun tersebut.
“Achmad kita siapkan untuk kompetisi musim depan,” sebut pria asal Bogor tersebut, mantap.
Pagar Dua Tahun dan Idola Baru Aremania
Logika Inal masuk akal. Buat apa memaksakan dua laga jika taruhannya adalah karier sang pemain? Apalagi, manajemen baru saja mengikat Achmad dengan kontrak baru yang gemuk. Tidak tanggung-tanggung: dua musim sekaligus. Mulai dari musim kompetisi 2026/2027 hingga 2027/2028.
Bagi Arema, Achmad adalah aset berharga. Ia adalah pilar penting dalam proyek regenerasi pertahanan Singo Edan.
Sebelum badai cedera datang menghantam, pos bek kanan seolah sudah menjadi kavling pribadinya. Ia muda, tangguh, bertenaga, dan memiliki ruang berkembang yang masih sangat luas.
“Achmad termasuk salah satu pemain muda yang sering tampil (starter), jadi kami tidak ingin kehilangan dia begitu saja,” tambah Inal.
Loyalitas Achmad di bumi Arema memang panjang. Ia datang pada musim 2023/2024 dengan kontrak semusim.
Performanya yang apik membuat manajemen memperpanjangnya dua musim untuk periode 2024/2025 dan 2025/2026.
Kini, dengan kesepakatan anyar, ia dipastikan tetap mengenakan logo singa di dada hingga akhir musim 2027/2028. Aremania bisa bernapas lega. Idola muda mereka tidak akan ke mana-mana.
Paket Bersama Betinho Filho
Kabar gembira di penghujung Super League ini tidak datang sendirian. Selain memagari Achmad Maulana, manajemen Singo Edan juga meniupkan kabar sejuk terkait legiun asing. Gelandang bertahan serba bisa asal Brasil, Betinho Filho, dipastikan resmi bertahan untuk satu musim ke depan.
Mantan pemain PSS Sleman itu, memang menjelma menjadi dinamo baru di lini tengah Arema. Statistiknya mentereng: tampil dalam 25 pertandingan dengan total 2.059 menit bermain hingga pekan ke-33. Ia adalah jangkar yang membuat skema transisi cepat Marcos Santos berjalan seimbang.
“Pemain asing idola Aremania, Betinho sudah kami lanjutkan kontraknya satu musim,” jelas Inal, merinci portofolio transfernya.
Apakah berburu tanda tangan selesai sampai di sini? Ternyata belum. Inal memberikan bocoran bahwa roda komunikasi di belakang meja terus berputar.
Sejumlah nama lokal dan asing prioritas sudah disodori draf kontrak baru. Hanya saja, manajemen masih memilih menyimpan rapat-rapat nama tersebut di dalam laci.
“Nanti juga tahu sendiri siapa-siapa yang bertahan dan dilepas di akhir musim,” tutupnya sembari melempar senyum penuh teka-teki. (Ra Indrata)




