TOP SKOR: Dalberto Luan Belo, pencetak 18 gol untuk Arema FC hingga pekan ke-33 Super League musim 2025/2026. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Penyerang asing Arema FC, Dalberto Luan Belo, sukses mengukir sejarah baru dengan mencetak gol ke-50 bagi timnya, di kompetisi Super League 2025-2026. Setelah memborong dua gol (brace) dalam kemenangan telak 5-2 atas PSBS Biak, di pekan ke-33 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat malam (15/5/2026).
Kemenangan luar biasa ini, tidak hanya mengukuhkan posisi Singo Edan di papan tengah. Tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi sang pemilik nomor punggung 94 asal Brasil tersebut, sebagai salah satu striker paling mematikan musim ini.
Pertandingan baru berjalan 20, menit ketika Gustavo França membuka keran gol Arema. PSBS sempat membalas lewat Mohcine Hassan Nader di menit ke-29. Namun setelah itu, kendali permainan sepenuhnya milik Arema.
Dalberto memulai pertunjukan magisnya di menit ke-41. Memanfaatkan sebuah umpan terobosan yang membelah pertahanan lawan, dengan dingin ia mengecoh kiper PSBS Biak. Skor berubah 3-1, setelah sebelumnya Joel Vinicius mencetak gol kedua Arema pada menit ke-40.
Tiga menit berselang, giliran Dalberto yang melayani. Sebuah umpan cerdiknya diselesaikan dengan tendangan akurat ke pojok kiri gawang oleh Joel Vinicius.
Babak pertama ditutup dengan skor 4-2 setelah PSBS memperkecil kedudukan lewat penalti Luquinhas di masa injury time.
Ketika semua orang mengira babak kedua akan berakhir tanpa tambahan gol, drama terjadi di menit-menit akhir. Arema dihadiahi penalti. Dalberto maju tanpa ragu. Tenang. Eksekusinya di menit ke-90+2 berbuah gol kelima Arema malam itu.
Itulah gol ke-50 Arema FC musim ini. Sebuah milestone. Sebuah pencapaian luar biasa. Bagi Dalberto pribadi, itu adalah gol ke-18 sepanjang musim ini, sekaligus gol ke-33 selama ia berseragam Singo Edan.
Melompati Rekor Sendiri
Sebenarnya, tanda-tanda Dalberto akan meledak sudah terlihat sejak pekan lalu. Saat Arema mencukur PSM Makassar 3-0 pada pekan ke-32 (9/5/2026), ia sudah resmi memecahkan rekor golnya sendiri musim lalu.
Kini, penyerang berusia 31 tahun itu telah mengemas 18 gol. Angka yang jauh melompati catatannya di kompetisi musim 2024-2025, yang saat itu hanya mentok di angka 15 gol dari 33 pertandingan.

Bukan hanya kuantitas gol yang naik. Kualitas efektivitasnya di depan gawang juga mengerikan.
Rasio gol Dalberto musim ini melonjak tajam ke angka 0,61 gol per laga. Bandingkan dengan musim lalu yang hanya berada di angka 0,45 gol per pertandingan.
Hebatnya, andai saja di sisa laga musim ini—termasuk partai pamungkas melawan PSIM Yogyakarta—Dalberto tidak mencetak gol sama sekali, rasio golnya tetap bertengger di angka 0,57 gol per laga. Masih jauh lebih superior ketimbang musim kemarin.
Mengapa Dalberto Begitu Ganas Musim Ini?
Jawabannya sederhana: persiapan.
Dahulu, saat pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia bersama Madura United, ia datang dalam kondisi tidak ideal. Ia direkrut pada putaran kedua, setelah menyelesaikan satu musim penuh di Liga Brasil tanpa sempat berlibur.
“Sebelum ke Madura saya sedang masa berlibur di Brasil. Tidak banyak waktu untuk mengenali tim,” kenang Dalberto.
Adaptasinya goyah. Kondisi fisiknya tidak berada di level 100 persen. Apalagi itu adalah pengalaman pertamanya merumput di luar negeri.
Cerita musim ini sangat berbeda. Bersama Arema FC, Dalberto mendapatkan kemewahan waktu. Ia menjalani pramusim yang panjang selama dua bulan, menempa fisik, dan ikut serta dalam turnamen pramusim Piala Presiden.
Faktor kedua adalah kecocokan taktik. Skema yang diusung oleh Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, ternyata menjadi berkah terpendek baginya.
Dalberto merasa sangat hidup dalam sistem permainan yang menekankan transisi cepat dan gaya main yang ngotot—khas karakter Singo Edan.
“Saya di sini juga dibantu dengan pemain-pemain berkualitas,” tambahnya merendah.
Bagi Dalberto, sepak bola adalah urusan kolektif. Ketajamannya di depan gawang adalah buah dari kerja keras rekan-rekannya—baik saat tim sedang menang besar maupun saat berada dalam situasi sulit.
Ia memberikan contoh bagaimana kerja sama tim tetap solid, termasuk ketika ia mencetak gol tunggal Arema saat takluk 1-1 (atau berakhir 1-3) dari Borneo FC pada pekan ke-23 lalu.
Ia juga mengenang memori musim lalu, di mana gol-golnya kerap lahir dari kerja sama intim memanfaatkan bola liar hasil sepakan Charles Lokolingoy—striker yang kini sudah tidak lagi bersama Arema karena peta perombakan skuad.
Di bawah asuhan Marcos Santos, Dalberto kini bukan lagi striker yang sekadar mencari ruang. Ia telah bermutasi menjadi predator matang yang tahu kapan harus mengeksekusi dan kapan harus melayani.
Singo Edan kini punya senjata mematikan yang siap menerkam siapa saja di sisa kompetisi Super League. (Ra Indrata)




