TELAK: Unggul FC (biru muda) berhasil mempecundangi Raybit FC (merah) dengan skor telak 8-0 dalam PFL di GOR Ken Arok. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Unggul FC Malang sukses meraih kemenangan besar, dengan mencukur Raybit FC delapan gol tanpa balas (8-0), pada laga pekan ke-13 kompetisi Pro Futsal League (PFL) 2025/2026, yang berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, Sabtu (16/5/2026) siang.
Tim kebanggaan Arek Malang ini, tampil menggila di hadapan publik sendiri lewat torehan hattrick dari Wellington Pereira Rodrigues dan Andres Dwi Persada. Serta sumbangan gol dari Achmad Vicky dan Andres Josue Teran. Kemenangan ini sekaligus menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Andre Brocanelo untuk menatap laga krusial berikutnya.
Bermain di markas sendiri, Unggul FC sebenarnya sempat kewalahan membongkar rapatnya tembok pertahanan Raybit FC, pada menit-menit awal.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-9, setelah sepakan keras Achmad Vicky menggetarkan jala tim tamu asal Papua tersebut. Unggul FC kemudian menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 3-0.
Memasuki paruh kedua, permainan Arek-Arek Malang menjadi jauh lebih efektif. Strategi umpan pendek cepat yang diperagakan, sukses mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Petaka bagi Raybit FC kian menjadi saat mereka menerapkan skema power play untuk mengejar ketertinggalan.
Kesalahan operan (passing) berulang kali, dimanfaatkan dengan cerdas oleh Unggul FC. Bahkan, lima gol tambahan berhasil dilesakkan hanya dalam kurun waktu lima menit menjelang bubar. Ditambah kartu merah yang diterima pemain Raybit FC pada dua menit terakhir laga, yang mengunci skor menjadi 8-0.
Rotasi Pemain dan Fokus Laga Hari Minggu
Kendati menang besar, tim kepelatihan Unggul FC menegaskan, fokus utama mereka telah terbagi untuk laga krusial Minggu (17/5/2026) malam, menghadapi Pangsuma.
Analis tim Unggul FC, Ageng Guntoro, mengungkapkan, jajaran pelatih sengaja melakukan manajemen menit bermain, terhadap beberapa pilar penting.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa meraih tiga poin. Ini kemenangan berharga untuk pertandingan besok karena besok ada pertandingan yang jauh lebih penting bagi Unggul FC.”
“Sebenarnya kami benar-benar mempersiapkan diri untuk hari Minggu, tetapi bukan berarti kami melepas laga hari Sabtu ini,” kata Ageng dalam jumpa pers usai laga, Sabtu (16/5/2026) sore.
Ageng menambahkan, melawan Pangsuma bukanlah perkara mudah, sehingga kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama.
“Pelatih kepala tahu melawan Pangsuma tidak mudah. Kami butuh semua pemain tampil all out, termasuk Anton, Khoirun, Sani, dan Well (Wellington Pereira), yang bisa diplot sebagai anchor.”
“Kami ingin memastikan besok semua pemain siap 100 persen, bahkan 1000 persen, karena bermain di home itu tidak mudah,” tegasnya.
Catatan Clean Sheet Pertama dan Evaluasi Pertahanan
Laga kontra Raybit FC ini, juga menorehkan tinta emas tersendiri bagi Unggul FC, karena menjadi catatan clean sheet alias tidak kebobolan untuk pertama kalinya sepanjang musim ini. Menanggapi hal tersebut, Ageng menyebut capaian ini merupakan buah dari evaluasi total yang dilakukan tim.
“Mengenai penjaga gawang, sebenarnya ini sudah menjadi evaluasi kami sejak jauh-jauh hari. Penampilan kiper kami sebelumnya masih naik turun (up and down), sering kehilangan konsentrasi karena kelelahan atau adanya miskomunikasi di lini bertahan. Namun, clean sheet hari ini adalah buah manis dari hasil latihan keras kami selama ini,” jelasnya.
Ketika disinggung mengenai statistik kontras Unggul FC yang sangat produktif dengan koleksi 106 gol namun juga rapuh karena kebobolan 59 gol, analis futsal ini tidak menampik adanya pekerjaan rumah (PR) besar di sektor pertahanan. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari karakter permainan terbuka yang diusung oleh sang juru taktik.
“Di putaran pertama, Head Coach benar-benar menerapkan permainan terbuka dan all out. Konsekuensinya, kami mampu mencetak gol banyak tetapi juga kemasukan banyak.”
“Pada putaran kedua ini, kami mulai berbenah. Coach Andre memberikan beberapa strategi dan taktik baru untuk menambal kebocoran di lini pertahanan kami, yang dinilai kurang solid. PR ini yang terus kami bahas dan perbaiki sampai sekarang,” pungkas Ageng. (Ra Indrata)




