MALANG POST – Pemerintah Kota Batu mulai memasang kuda-kuda, menghadapi gelombang kunjungan wisatawan yang diprediksi melonjak tajam pada rangkaian libur panjang (long weekend), pertengahan Mei hingga awal Juni 2026.
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memberikan instruksi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna menjamin pelayanan publik tetap prima. Serta meminimalisir risiko kemacetan hingga gangguan keamanan di kawasan wisata.
Langkah antisipasi ini diambil mengingat adanya rentetan hari libur nasional dan cuti bersama. Mulai dari Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, hingga Hari Raya Waisak, yang menjadikan Kota Batu sebagai destinasi favorit utama bagi pelancong di Jawa Timur, maupun luar provinsi.
Heli Suyanto menekankan, lonjakan wisatawan yang besar membawa tanggung jawab besar pula dalam hal kenyamanan dan keselamatan.
Ia tidak ingin citra Kota Wisata Batu tercoreng oleh persoalan klasik, seperti tumpukan sampah atau oknum juru parkir (jukir) nakal.
“Kita tidak boleh lengah. Rentetan libur panjang ini berpotensi mendatangkan lonjakan wisatawan sekaligus meningkatkan berbagai risiko teknis di lapangan. Untuk itu, saya instruksikan kesiapsiagaan penuh dari seluruh instansi terkait,” tegas Heli Suyanto kepada Malang Post, Selasa (12/5/2026).

CEK WISATA: Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto bersama Wamenpar RI Ni Luh Puspa saat melakukan penhecekan destinasi wisata di Kota Batu beberapa waktu lalu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Rekayasa Lalu Lintas dan Penertiban Jukir
Dalam skema pengamanan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub), diperintahkan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan. Seperti simpang Pendem dan jalur protokol pusat kota.
Heli secara khusus meminta Dishub bertindak tegas terhadap oknum jukir, yang bertindak arogan atau melakukan pungutan di luar aturan.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), diinstruksikan menjaga ritme pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan di kawasan wisata dan pasar.
Untuk aspek keamanan, Satpol PP, BPBD, dan pemadam kebakaran diminta meningkatkan patroli serta deteksi dini potensi bencana.
“Layanan kesehatan juga menjadi prioritas. Puskesmas dan tim PSC harus tetap standby selama masa libur panjang, untuk mengantisipasi kebutuhan darurat bagi masyarakat maupun wisatawan,” tutur Heli.
Target Kunjungan dan Tren Wisatawan
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, memproyeksikan lebih dari 560 ribu wisatawan akan memadati Kota Batu, selama periode Mei hingga Juni.
Target ini dinilai sangat realistis mengingat tren kunjungan sejak awal tahun 2026 menunjukkan grafik yang positif.
”Berdasarkan data kami, kunjungan pada Januari 2026 mencapai 630.438 orang. Meski sempat fluktuatif di Februari dan Maret, angka kunjungan kembali naik pada April mencapai 432 ribu orang.”
“Mei ini potensinya jauh lebih besar karena banyak hari terjepit dan cuti bersama,” jelas Onny.
Okupansi Hotel Meningkat Tajam
Fenomena libur panjang ini juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha akomodasi.
Onny mencatat adanya pergeseran asal wisatawan, di mana kunjungan dari Jakarta dan Jawa Barat, mulai meningkat secara signifikan. Hal ini berdampak langsung pada tingkat hunian hotel, vila, hingga homestay.
“Rata-rata lama tinggal wisatawan (length of stay) diprediksi mencapai dua hingga tiga malam. Kondisi ini jelas menjadi stimulus ekonomi yang luar biasa bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Batu,” pungkas Onny. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




