PERDANA: Setelah absen sekitar 10 pekan, Walisson Maia berhasil mencetak satu gol untuk Arema. Sayang gol perdananya tidak bisa menyelamatkan laga. Arema kalah 2-3 atas Persik. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC kembali menelan pil pahit, dalam laga bertajuk Derbi Jawa Timur. Setelah dipaksa menyerah 2-3 (0-3) oleh Persik Kediri, di pekan ke-31 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (3/5/2026).
Kekalahan tipis ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang arsitek, Marcos Santos, yang menilai anak asuhnya tampil tanpa determinasi dan minim intensitas, pada paruh pertama.
Meski sempat bangkit dan mencetak dua gol balasan di penghujung laga, buruknya koordinasi lini belakang di 45 menit awal, membuat skuadra Singo Edan gagal memutus tren negatif saat bersua tim tetangga.
Tiga gol kemenangan tim berjuluk Macan Putih masing-masing dilesakkan oleh brace Ernesto Gomez pada menit ke-7 dan ke-43, serta sontekan Telmo di menit ke-27.
Sementara itu, Arema FC hanya mampu membalas melalui Dalberto (85’) dan Walisson Maia di masa injury time (90+7’).
Teguran Keras di Kamar Ganti
Head coach Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, tidak bisa menutupi kegeramannya melihat performa loyo para pemainnya di babak pertama.
Pelatih asal Brasil tersebut mengaku harus mengeluarkan kata-kata pedas saat jeda pertandingan, untuk memacu adrenalin pasukannya yang seolah kehilangan taring.
“Pada jeda pertandingan, saya harus menegur keras para pemain agar segera bereaksi.”
“Saya sampaikan, jika mereka tidak berubah di babak kedua, kami bisa menanggung malu yang lebih besar lagi,” tegas Marcos dalam post match press conference.
Marcos menilai, teguran di ruang ganti tersebut menjadi titik balik krusial. Arema yang tertinggal 0-3 saat turun minum, baru bisa tampil agresif dan menguasai keadaan setelah memasuki babak kedua.
Ia menyayangkan mentalitas “santai” yang ditunjukkan beberapa pemain, yang diduga muncul karena posisi Arema FC yang sudah relatif aman dari ancaman degradasi musim ini.
“Pemain pada babak pertama terlihat belum siap masuk ke lapangan. Mereka terlalu santai.”
“Barulah setelah jeda, mereka mencoba bereaksi dan kembali ke dalam permainan yang sebenarnya.”
“Kami tidak boleh seperti ini, sisa laga musim ini harus tetap diperjuangkan demi memperbaiki posisi di klasemen,” tambahnya.
Babak Pertama yang Menyakitkan
Petaka bagi Singo Edan dimulai sangat cepat. Saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, gawang Arema sudah bobol lewat tendangan akurat Ernesto Gomez. Alih-alih merespons dengan tekanan balasan, lini tengah Arema justru kerap kehilangan bola.
Pada menit ke-27, aksi individu Bayu Otto menjadi mimpi buruk kedua. Pemain lincah Persik ini berhasil merebut bola dari penguasaan pemain Arema dan mengirimkan umpan manja kepada Telmo yang berdiri bebas. Tanpa kesulitan, Telmo menceploskan bola untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Puncak kerapuhan Arema terjadi dua menit sebelum turun minum. Ernesto Gomez kembali menunjukkan kelasnya dengan aksi ciamik menggocek dua pemain belakang Arema sebelum melepaskan tendangan keras yang menghujam gawang. Skor 3-0 menutup babak pertama dengan dominasi total Macan Putih.
Bangkit yang Terlambat
Memasuki babak kedua, Arema FC tampil berbeda. Masuknya beberapa tenaga baru membuat serangan lebih bervariasi.
Namun, pertahanan gerendel yang diterapkan Persik membuat gol balasan baru tercipta pada menit ke-85 melalui Dalberto.
Semangat Singo Edan kian membara di masa injury time. Walisson Maia berhasil mencetak gol pada menit ke-90+7 untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-3.
Sayang, peluit panjang wasit segera berbunyi sesaat setelah gol tersebut, sekaligus menutup harapan Arema untuk menyamakan kedudukan.
Bek asal Brasil, Walisson Maia, mengakui, timnya tampil jauh di bawah standar pada paruh pertama. Ia menyebut tiga gol Persik sebenarnya bisa dihindari jika konsentrasi pemain terjaga sejak peluit kick-off ditiup.
“Babak pertama kami sangat jauh dari apa yang mampu kami lakukan sebagai tim besar. Kami kehilangan fokus.”
“Teguran pelatih memang membangkitkan semangat kami di babak kedua, kami punya peluang menyamakan skor tapi waktu tidak cukup. Sekarang kami harus evaluasi total dan fokus ke laga berikutnya,” tutup Walisson dengan nada sesal.
Kekalahan ini membuat Arema FC memperpanjang catatan minor mereka dalam Derbi Jawa Timur musim ini.
Manajemen dan tim pelatih dituntut segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait stabilitas mental pemain di laga-laga krusial agar posisi klasemen tidak terus merosot di penghujung kompetisi. (Ra Indrata)




