MALANG POST – Wajah transportasi publik di Malang Raya resmi memasuki era baru yang lebih hijau dan modern.
Perusahaan Otobus (PO) Bagong secara progresif mulai mengadopsi teknologi niremisi dengan mengoperasikan empat unit minibus listrik pabrikan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Serah terima armada ramah lingkungan ini dilakukan di markas PO Bagong, Kepanjen, Minggu (26/4/2026), sebagai langkah nyata dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik dan pengurangan polusi udara di wilayah Malang dan sekitarnya.
Kehadiran unit transporter listrik ini diharapkan menjadi alternatif moda transportasi massal yang efisien sekaligus adaptif terhadap dinamika harga energi global.
Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari komitmen kedua belah pihak dalam mendorong transformasi transportasi massal yang berkelanjutan di Indonesia.
Direktur dan Chief Operating Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, memberikan apresiasi tinggi atas keberanian PO Bagong dalam mempelopori penggunaan kendaraan listrik di sektor perusahaan otobus swasta.
“Kami sangat mengapresiasi langkah PO Bagong sebagai salah satu pelopor adopsi kendaraan massal berbasis listrik.”

RAMAH LINGKUNGAN: Direktur dan Chief Operating Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, secara simbolis menyerahkan unit minibus listrik kepada Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong), Budi Susilo. (Foto: Istimewa)
“Langkah ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan dengan menekan emisi karbon, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi pelaku industri transportasi lainnya untuk beralih ke teknologi masa depan,” ujar Bimo saat prosesi serah terima unit.
Investasi Strategis dan Efisiensi Bisnis
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong), Budi Susilo, menegaskan, pengadaan minibus listrik ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Menurutnya, industri transportasi harus mulai beradaptasi dengan tren global yang menuntut layanan lebih sehat, nyaman dan ramah lingkungan.
“Penggunaan transporter listrik ini adalah wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan berkualitas bagi masyarakat.”
“Dari sisi bisnis, langkah ini jauh lebih efisien di tengah ketidakpastian harga bahan bakar fosil dunia. Kami optimistis kendaraan listrik akan segera menjadi standar baru dalam industri transportasi darat,” jelas Budi Susilo.
Ditambahkan, langkah ini juga menjadi kontribusi nyata PO Bagong terhadap target pemerintah dalam mencapai net zero emission.
Dengan semakin luasnya adopsi kendaraan listrik, agenda keberlanjutan nasional diharapkan dapat terakselerasi lebih cepat, dimulai dari koridor transportasi di Malang Raya.
Keunggulan Unit: Kabin Senyap dan Nol Emisi
Minibus listrik VKTR yang kini memperkuat armada PO Bagong membawa berbagai keunggulan teknologi.
Selain tidak menghasilkan gas buang (nol emisi), kendaraan ini dirancang dengan kabin yang jauh lebih senyap dibandingkan mesin konvensional.
Getaran yang minim memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi penumpang, sekaligus menjadi standar layanan transportasi modern yang bersih dan sehat.
Kehadiran armada ini juga membuktikan daya saing industri dalam negeri dalam menghadirkan solusi mobilitas masa depan.
VKTR sendiri berkomitmen untuk terus memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik melalui kemitraan strategis dengan produsen global terbaik guna mempercepat mobilitas berkelanjutan di tanah air.
Dengan mengaspalnya minibus listrik ini di jalanan Malang Raya, masyarakat kini memiliki pilihan transportasi yang tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. (*/Ra Indrata)




