MALANG POST – Pemerintah Kota Batu bergerak cepat mengubah strategi demi menggenjot kembali laju ekonomi daerah yang sempat mengalami perlambatan. Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menargetkan pertumbuhan ekonomi kembali menembus angka di atas 5 persen pada tahun ini dengan memposisikan sektor pertanian sebagai penggerak utama (leading sector), Minggu (26/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas tren penurunan pertumbuhan ekonomi Kota Batu dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data makro, pada 2024 pertumbuhan tercatat sebesar 5,04 persen, namun menyusut menjadi 4,85 persen pada 2025. Penurunan produktivitas pertanian yang signifikan tahun lalu menjadi alarm keras bagi Pemkot Batu untuk segera melakukan intervensi kebijakan yang lebih konkret dan terukur.
“Potensi utama kita berada di sektor pertanian. Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup di sana, sehingga sektor ini harus kita dorong kembali sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Heli Suyanto kepada Malang Post, Minggu (26/4/2026).
Andalkan Smart Agriculture dan Petani Milenial
Sebagai “senjata” utama, Pemkot Batu memperkuat program Smart Agriculture. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan volume panen, tetapi juga menyasar digitalisasi sistem pertanian untuk menciptakan efisiensi rantai pasok dan menaikkan Nilai Tukar Petani (NTP).
Heli menekankan bahwa modernisasi pola tanam dan pemasaran hasil bumi sangat bergantung pada regenerasi petani melalui gerakan Petani Muda Berjaya. Keterlibatan anak muda dengan inovasi teknologi diharapkan mampu memutus tren negatif stagnasi lahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

MENCANGKUL: Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat mencangkul ladang, mereka menargetkan pertumbuhan ekonomi Kota Batu 5 persen dengan sektor andalan pertanian. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Kehadiran petani milenial sangat diperlukan. Mereka membawa inovasi teknologi yang bisa memodernisasi cara kita bertani, sehingga sektor ini tumbuh secara berkelanjutan dan kompetitif,” imbuhnya.
Sinkronisasi OPD dan Efisiensi Anggaran
Heli menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan sinkronisasi program yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya pada sektor produksi rakyat yang menjadi bantalan ekonomi daerah. Ia mewanti-wanti agar birokrasi mengubah pola pikir dalam eksekusi kebijakan.
Menurutnya, serapan anggaran harus dilakukan sejak awal tahun agar manfaatnya dirasakan publik secara luas, bukan menumpuk di akhir tahun akibat kendala administrasi.
“Sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata harus berjalan dalam satu tarikan napas. Kita juga pastikan infrastruktur pendukung distribusi tani lancar agar biaya logistik bisa ditekan seminimal mungkin,” paparnya.
Evaluasi Data Real-Time Bersama BPS
Guna memastikan strategi ini berjalan di rel yang tepat, Pemkot Batu telah menyepakati komitmen baru bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan evaluasi data secara berkala setiap tiga bulan. Langkah ini diambil agar pemerintah dapat melakukan koreksi kebijakan secara real-time tanpa harus menunggu laporan tahunan.
“Dengan pengawasan yang lebih ketat dan berkala setiap triwulan, kita bisa memetakan sektor mana yang masih tersendat dan langsung memberikan stimulus yang tepat di lapangan. Kami optimistis angka pertumbuhan kembali ke tren positif di atas 5 persen,” pungkas Heli. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




