MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) menarik perhatian publik akademik internasional melalui upaya memperkuat jejaring riset global dengan kolaborasi strategis lintas negara.
Hal ini ditunjukkan oleh Dosen UM, Prof. Evi Eliyanah. Ia melaksanakan kegiatan research matchmaking di University of Melbourne sebagai langkah konkret untuk memperluas kerja sama riset dan publikasi internasional.
Program ini didukung pendanaan Matchmaking Research Interest dalam skema Equity Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) 2026. Melalui program tersebut, Prof. Evi menjalani masa tugas sebagai Visiting Scholar di University of Melbourne pada Minggu, 29 Maret hingga Sabtu, 11 April 2026.
Kesempatan ini dimanfaatkan secara optimal untuk membangun kolaborasi akademik yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Evi berkolaborasi dengan Assoc. Prof. Ariane Utomo, pakar demografi dari School of Geography, Earth and Atmospheric Sciences, Faculty of Science, University of Melbourne.
Kolaborasi ini mengangkat kajian interdisipliner mengenai relasi antara institusi pernikahan dan perubahan sosial di Indonesia pasca reformasi.
Penelitian ini menggabungkan perspektif demografi dan kajian budaya untuk mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi keputusan generasi muda dalam menikah atau menunda pernikahan.
Analisis mencakup dinamika sosial, ekonomi, serta konstruksi kultural yang berkembang di masyarakat Indonesia kontemporer. Assoc. Prof. Ariane Utomo menjelaskan bahwa perubahan pola pernikahan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari faktor struktural.
“Kami melihat adanya pergeseran usia menikah dan tren penundaan pernikahan yang dipengaruhi oleh pendidikan, ekonomi, dan urbanisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Evi Eliyanah menambahkan bahwa dimensi budaya juga memainkan peran penting.
“Representasi gender dan relasi romantis dalam sinema Indonesia menunjukkan bagaimana norma sosial terus dinegosiasikan,” katanya.
Temuan awal riset ini mengungkap bahwa keputusan menikah tidak semata-mata didorong faktor ekonomi. Tetapi juga dipengaruhi oleh konstruksi sosial terkait gender, agama, dan norma budaya yang terus berubah.
Hal ini menunjukkan kompleksitas relasi kuasa dalam praktik maupun narasi pernikahan di Indonesia. Hasil kolaborasi tersebut telah menghasilkan satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Comparative Population Studies (CPoS).
Artikel ini mengulas keterkaitan antara perubahan sosial dan pola perkawinan di Indonesia dengan pendekatan interdisipliner. Selain itu, satu artikel lanjutan terkait representasi gender dalam narasi pernikahan agama di sinema Indonesia saat ini tengah diselesaikan.
Lebih jauh, kolaborasi ini mempertegas kontribusi Universitas Negeri Malang (UM) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Riset ini secara langsung berkaitan dengan SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, serta kemitraan global.
Secara strategis, kegiatan research matchmaking ini tidak hanya memperkuat posisi akademisi Indonesia di kancah internasional, tetapi juga membuka peluang riset lanjutan yang lebih luas.
Fokus pada isu keluarga, gender, dan perubahan sosial menjadikan riset ini relevan dalam menjawab tantangan global sekaligus memberikan dampak nyata bagi kebijakan nasional. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




