MALANG POST – Proses pendaftaran Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu resmi ditutup pada Selasa (21/4/2026). Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat 10 pelamar telah menyerahkan berkas untuk memperebutkan posisi tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu.
Penjabat (Pj) Sekda Kota Batu, Eko Suhartono mengungkapkan, bahwa sebagian besar pelamar berasal dari internal Pemkot Batu. Meski demikian, seleksi terbuka tersebut juga diikuti peserta dari luar daerah.
“Di hari terakhir pendaftaran, total ada 10 pendaftar. Rinciannya delapan orang dari internal Pemkot Batu dan dua orang lainnya berasal dari luar pemerintah kota,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Setelah pendaftaran ditutup, panitia seleksi (pansel) langsung memasuki tahapan berikutnya, yakni seleksi administrasi. Pada tahap ini, pansel melakukan pengecekan terhadap kelengkapan serta kesesuaian dokumen seluruh pelamar.
Menurut Eko, proses verifikasi administrasi dilakukan secara teliti untuk memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut.
“Tahap berikutnya adalah seleksi administrasi. Tim saat ini sedang melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dan kesesuaian berkas para pelamar,” imbuhnya.
Ia memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai jadwal yang telah disusun oleh panitia. Hasil seleksi administrasi rencananya akan diumumkan secara resmi pada 5 Mei mendatang.
“Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan diumumkan pada tanggal 5 Mei,” tambahnya.

BERSAING: Deretan Kepala OPD di lingkungan Pemkot Batu, beberapa dari mereka akan bersaing berebut kursi Sekda Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Seleksi terbuka jabatan Sekda ini menjadi perhatian publik karena posisi tersebut memiliki peran strategis dalam pemerintahan daerah. Sekda berfungsi sebagai koordinator utama perangkat daerah sekaligus penggerak implementasi kebijakan kepala daerah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto menilai antusiasme peserta dalam mengikuti seleksi tergolong baik. Menurutnya, hingga hari terakhir pendaftaran, panitia masih terus melakukan verifikasi terhadap berkas yang masuk.
“Kami melihat antusiasme yang cukup baik. Berkas yang masuk terus diverifikasi oleh panitia seleksi,” ujarnya.
Heli menambahkan, dominasi pelamar dari internal Pemkot Batu menunjukkan bahwa proses pembinaan dan kaderisasi di lingkungan birokrasi berjalan cukup baik. Hal ini menandakan banyak aparatur yang siap bersaing untuk menduduki posisi strategis di pemerintahan.
“Dari internal Pemkot Batu cukup banyak kader terbaik yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan sistem pembinaan ASN kita berjalan,” jelasnya.
Meski begitu, kehadiran peserta dari luar daerah juga dinilai memberikan warna tersendiri dalam proses seleksi tersebut. Menurut Heli, kompetisi terbuka menjadi cara terbaik untuk mendapatkan figur birokrat yang benar-benar memiliki kapasitas.
“Ada juga pendaftar dari luar daerah. Ini membuktikan bahwa Kota Batu memiliki daya tarik bagi birokrat untuk mengabdi. Kompetisi seperti ini penting agar kita mendapatkan figur terbaik,” imbuhnya.
Heli menegaskan bahwa seleksi Sekda bukan sekadar proses pengisian jabatan struktural, tetapi menjadi momentum untuk mencari pemimpin birokrasi yang memiliki kemampuan komprehensif.
Ia pun mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi tahapan seleksi berikutnya. “Seleksi ini bukan hanya soal kompetensi teknis, tetapi juga integritas dan loyalitas terhadap pelayanan publik. Yang kita cari adalah pemimpin yang siap berlari membangun Kota Batu,” tegasnya.
Menurut Heli, ada lima prinsip utama yang harus dimiliki calon pimpinan ASN di Kota Batu. Yakni integritas tanpa kompromi, visi yang inovatif, kemampuan membangun harmonisasi organisasi, kecakapan mengeksekusi program, serta kedekatan dengan masyarakat.
Kelima aspek tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda pemerintahan yang efektif sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Ananto Wibowo)




