MALANG POST – Pemkot Batu terus menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah program beasiswa seribu sarjana, yang diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan pada beberapa tahun ke depan.
Program tersebut tidak hanya ditargetkan menjangkau lebih banyak mahasiswa, tetapi juga disertai peningkatan alokasi anggaran yang cukup besar. Pemerintah daerah menilai investasi pada pendidikan menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing daerah di masa mendatang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batu, Bangun Yulianto menjelaskan, bahwa tren peningkatan program beasiswa sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Serapan anggaran maupun jumlah penerima terus bertambah.
Pada 2025, program beasiswa telah menjangkau 273 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp1,7 miliar. Jumlah tersebut kemudian ditingkatkan pada 2026.
“Ini adalah bentuk cinta kepada daerah melalui investasi SDM. Tahun 2025 sudah berjalan untuk 273 mahasiswa dengan serapan anggaran Rp1,7 miliar. Tahun 2026 jumlahnya kita tambah,” ujar Bangun, Selasa (21/4/2026).
Pada 2026, Pemkot Batu menargetkan program tersebut dapat menjangkau sekitar 400 mahasiswa. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp5,6 miliar.
Tak berhenti di situ, rencana yang disusun untuk 2027 bahkan lebih ambisius. Pemkot Batu menargetkan sedikitnya 600 mahasiswa dapat menerima beasiswa tersebut, dengan kesiapan anggaran mencapai Rp8,1 miliar.

SERIBU SARJANA: Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat menyerahkan secara simbolis beasiswa Seribu Sarjana beberapa saat lalu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurut Bangun, peningkatan alokasi anggaran ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas SDM di Kota Batu. Harapannya, semakin banyak keluarga yang memiliki anggota berpendidikan sarjana.
Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Saat ini, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu telah berada di angka 80,35 atau melampaui target yang ditetapkan.
Di sisi lain, angka kemiskinan di Kota Batu juga relatif rendah, yakni sekitar 2,86 persen. Pemerintah daerah optimistis bahwa peningkatan akses pendidikan tinggi dapat semakin menekan angka tersebut di masa mendatang.
Bangun juga mengakui bahwa saat ini pemerintah pusat tengah melakukan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pengurangan dana transfer ke daerah. Meski demikian, Pemkot Batu tetap berupaya menjaga program-program prioritas tetap berjalan.
“Saat ini memang ada efisiensi dari pemerintah pusat yang berdampak pada dana transfer daerah. Tetapi kami tetap menyaring program yang benar-benar strategis. Pendidikan adalah prioritas yang harus tetap diamankan dalam RKPD 2027,” tegasnya.
Selain memperkuat pendidikan formal, pemerintah daerah juga tetap memberi perhatian pada pendidikan keagamaan. Hingga kini, Pemkot Batu secara konsisten menyalurkan insentif kepada 1.911 tenaga pendidikan keagamaan di berbagai wilayah.
Sinergi antara penguatan pendidikan formal dan pendidikan karakter tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda Kota Batu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, bahwa program beasiswa ini menyasar berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya bagi siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membuka peluang bagi kelompok masyarakat lainnya.
Kategori penerima diantaranya jalur prestasi akademik dan non-akademik, masyarakat kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, hingga guru non-ASN serta perangkat desa.
“Program ini terbuka luas bagi warga Kota Batu dengan berbagai kategori. Harapannya tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




