MALANG POST – Jalur Klemuk di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu ditutup untuk kendaraan roda empat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu telah memasang kembali barrier beton di perbatasan Batu–Pujon mula.
Jalur ekstrem itu sebelumnya sempat dibuka sementara sebagai akses darurat saat longsor menutup jalur utama Payung. Penutupan ini dilakukan setelah kondisi lalu lintas di jalur utama Payung kembali normal pasca penanganan longsor yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Saat bencana tersebut terjadi, Jalur Klemuk memang sempat dibuka sementara untuk mobil sebagai jalur alternatif darurat guna mengurai kemacetan. Kini, setelah jalur utama kembali aman, akses mobil melalui jalur ekstrem tersebut kembali ditutup demi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu, Tony Hermasyah menjelaskan, pemasangan barrier merupakan prosedur standar untuk mengembalikan fungsi jalan sesuai peruntukannya.
“Berdasarkan laporan dari Kepolisian, jalur ini sebelumnya memang difungsikan sebagai alternatif saat terjadi longsor di kawasan Payung. Sekarang kondisi sudah normal, maka barrier beton kami pasang kembali,” ujar Tony, Rabu (15/4/2026).
Proses pemasangan penghalang tidak hanya sebatas meletakkan beton. Petugas juga melakukan pengecoran semi permanen pada barrier di titik penghubung Batu–Pujon. Tujuannya agar penghalang tidak mudah digeser dan kendaraan roda empat benar-benar tidak bisa melintas.

DITUTUP: Dishub Kota Batu saat bahu membahu melakukan penutupan jalur Klemuk menggunakan barrier beton agar kendaraan roda empat tak bisa melintas. (Ananto Wibowo/Malang Post)
Langkah tersebut juga untuk mencegah pengemudi mobil yang mencoba menerobos jalur tersebut, mengingat kondisi medan Jalur Klemuk dikenal cukup ekstrem.
Selain menutup akses bagi mobil, Dishub Kota Batu juga kembali mengingatkan pengendara roda dua untuk berhati-hati. Jalur Klemuk memiliki karakter turunan panjang dan curam yang rawan memicu kecelakaan, terutama akibat rem kendaraan yang tidak berfungsi optimal.
Risiko tersebut bahkan pernah memakan korban. Saat masa libur Idul Fitri lalu, seorang pengendara motor matic dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kegagalan fungsi rem saat melintasi jalur tersebut.
“Kami sangat mengimbau pengendara, terutama pengguna motor matic, untuk tidak melewati jalur ini. Konturnya sangat curam dan berbahaya jika dipaksakan,” tegas Tony.
Upaya penertiban jalur ini juga diperkuat dengan langkah digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu telah mengajukan permintaan kepada Google Maps agar Jalur Klemuk dihapus dari rekomendasi rute navigasi.
Kepala Diskominfo Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan, laporan tersebut sudah diajukan sekitar dua minggu lalu dan saat ini masih menunggu proses verifikasi dari pihak Google.
“Sudah kami laporkan dan sedang berproses di Google Maps sekitar dua minggu lalu. Kami menunggu konfirmasi dari Google agar pengguna jalan, khususnya dari luar daerah, tidak lagi diarahkan menuju Jalur Klemuk,” jelas Aries.
Menurutnya, langkah ini penting karena banyak pengendara luar kota yang mengikuti navigasi digital tanpa mengetahui kondisi medan sebenarnya.
Dengan penghapusan rute tersebut, diharapkan tidak ada lagi pengendara yang tersesat atau nekat melintasi Jalur Klemuk yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
“Kami berharap penataan kembali jalur ini dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mencegah terulangnya insiden kecelakaan di kawasan tersebut,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




