Walikota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Kadinkes Husnul Muarif, meninjau pelaksanaan imunisasi Campak di Posyandu RW 03, Kelurahan Bunulrejo. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Target capaian herd immunity Campak di Kota Malang lewat Imunisasi Kejar Serentak (catch up campaign/CUC) ternyata belum tercapai. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang kini harus berusaha keras untuk mencapainya.
Menurut Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, hasil evaluasi CUC mulai 1-7 April 2026 memang belum ada. Namun, dari pelaksanaannya dipastikan lancar. Antusias masyarakat untuk membawa anaknya ikut imunisasi cukup baik.
Hingga tanggal 7 April pukul 14.00, jumlah anak yang telah mendapatkab imunisasi Campak sebanyak 1.150 anak dari target sasaran 1.354 anak. Atau tercapai 84,93 persen. Dengan demikian belum tercapai herd imunnity (kekebalan kelompok). Karena dikatakan herd immunity apabila capainnya minimal 95 persen.
Guna mencapai herd immunity, Dinkes akan melakukan sweeping terhadap anak-anak balita yang belum mendapatkan imunisasi Campak. Dinkes akan mendatangi rumah-rumah warga. Pelaksanaan imunisasi juga akan dilakukan saat sweeping itu.
“Ada anak yang belum ikut imunisasi. Karena itu mulai tanggal 8 sampai 13 April 2026 kami gelar sweeping,” jelas Husnul Muarif.
Seperti diketahui, masih ditemukan puluhan suspect penyakit Campak dalam Tahun 2025 dan 2026 di Kota Malang. Selama 2025 ada 52 kasus dan hingga Maret 2026 ada 61 suspect Campak. Tersebar di 16 puskesmas. Karena itu, Dinkes Kota Malang berusaha keras mencetak herd immunity melalui Imunisasi Kejar Serentak (catch up campaign/CUC) penyakit Campak.
Di Kota Malang, ujar Husnul, CUC digelar oleh 16 puskesmas dan 7 atau 8 rumah sakit di Kota Malang. Salah satunya berlangsung di Posyandu RW 03, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing pada Senin (6/4/2026). Bahkan, Walikota Malang, Wahyu Hidayat, bersama para kepala perangkat daerah memantau langsung pelaksanaan imunisasi Campak ini.
Wahyu menyampaikan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal dan menyasar seluruh anak sesuai target. “Hari ini saya bersama Kadinkes dan beberapa perangkat daerah melihat langsung pelaksanaan program Catch Up Campaign Campak di Kelurahan Bunulrejo, khususnya di RW 03,” bebernya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sasaran telah mengikuti imunisasi sesuai tahapan yang ditetapkan. Yakni untuk anak usia 9-59 bulan.
Pelaksanaan imunisasi kejar serentak ini dijadwalkan berlangsung hingga 7 April 2026 dengan target cakupan minimal 95 persen guna mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dan menekan penyebaran penyakit campak di Kota Malang.
“Campak ini menular, dan mobilitas masyarakat sulit dibatasi. Maka yang bisa kita lakukan adalah mempersempit celah penularan dengan capaian imunisasi minimal 95 persen. Ini yang terus kita kejar hingga batas akhir 7 April 2026,” pungkasnya.
Di antara anak-anak balita yang mengikuti program imunisasi kejar serentak ( Catch Up Campaign/CUC) Campak di Posyandu RW 03, Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, Senin (6/4/2026), ada yang kembar tiga. Mereka adalah Al Hasan, Al Husein dan Hindun. Semuanya berusia 4 tahun. Putera dari pasangan suami istri, Indra Maulana dan Ade Irma, warga Bunulrejo.
Al Hasan dan Al Husein mendapat imusasi Campak sebelum program imunisasi ini ditinjau Walikota Malang, Wahyu Hidayat. Al Hasan mendapat imunisasi pertama dan disusul kemudian adiknya Al Husein. Saat mendapat suntikan imunisasi dari petugas, keduanya tak mampu menahan tangis.
Tangis serupa juga dialami Hindun dan Zazkia (14 bulan) serta balita lain, saat pelaksanaan imunisasi ditinjau Walikota Wahyu Hidayat. Menurut Ade Irma, ketiga anaknya sudah mendapat imunisasi lengkap. Ade Irma menyadari bahwa segala imunisasi, termasuk Campak, bagi balita sangat penting.
“Imunisasi ini sangat penting sekali. Apalagi, saat ini banyak anak yang terjangkit Campak. Jadi ikhtiar kami untuk menjaga kesehatan anak dari Campak, ya melalui imunisasi ini,” ujar Ade Irma.
Vira, ibu dari balita Zaskia, juga mengaku bahwa putrinya sudah mendapat imunisasi lengkap, termasuk imunisasi Campak pada Senin (6/4/2026) ini. “Imunisasi ini sangat penting agar anak sehat dan kebal dari penyakit Campak,” kata Vira, warga Jalan Tumenggung Suryo, Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersyukur bahwa balita yang menjadi target sasaran sudah mengikuti dengan baik. “Namun, masih ada yang perlu pendekatan khusus, karena ada anggapan imunisasi Campak ini tidak berdampak,” ungkapnya.
Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk metode door to door untuk menjangkau masyarakat. Namun, Wahyu mengakui masih ada kendala berupa pemahaman masyarakat yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. “Kita sudah lakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah, tetapi memang masih ada yang belum menerima pemahaman itu. Ini yang terus kita upayakan,” tambahnya.
Wahyu menegaskan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat guna meningkatkan edukasi kepada warga terkait pentingnya imunisasi Campak. “Kita tidak akan putus asa. Edukasi akan terus kita tingkatkan bersama para tokoh agar masyarakat semakin sadar, karena dampak Campak ini bisa sangat fatal jika tidak dicegah,” tegasnya.(Eka Nurcahyo)




