Walikota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pelaksanaan imunisasi kejar serentak penyakit Campak di Posyandu RW 03, Kelurahan Bunulrejo, Senin (6/4/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Masih ditemukan puluhan suspect penyakit Campak dalam Tahun 2025 dan 2026 di Kota Malang. Selama 2025 ada 52 kasus dan hingga Maret 2026 ada 61 suspect Campak. Tersebar di 16 puskesmas. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang berusaha keras mencetak herd immunity (kekebalan kelompok) melalui Imunisasi Kejar Serentak (catch up campaign/CUC) penyakit Campak.
Salah satunya berlangsung di Posyandu RW 03, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing pada Senin (6/4/2026). Bahkan, Walikota Malang, Wahyu Hidayat, bersama para kepala perangkat daerah memantau langsung pelaksanaan imunisasi Campak ini.
Wahyu menyampaikan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal dan menyasar seluruh anak sesuai target. “Hari ini saya bersama Kadinkes dan beberapa perangkat daerah melihat langsung pelaksanaan program Catch Up Campaign Campak di Kelurahan Bunulrejo, khususnya di RW 03,” bebernya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sasaran telah mengikuti imunisasi sesuai tahapan yang ditetapkan. Yakni untuk anak usia 9-59 bulan.
Pelaksanaan imunisasi kejar serentak ini dijadwalkan berlangsung hingga 7 April 2026 dengan target cakupan minimal 95 persen guna mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dan menekan penyebaran penyakit campak di Kota Malang.
“Campak ini menular, dan mobilitas masyarakat sulit dibatasi. Maka yang bisa kita lakukan adalah mempersempit celah penularan dengan capaian imunisasi minimal 95 persen. Ini yang terus kita kejar hingga batas akhir 7 April 2026,” pungkasnya. (Eka Nurcahyo)




