MALANG POST – Kinerja ekonomi Kota Batu sepanjang 2025 tetap tumbuh positif, meski lajunya sedikit tertahan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat, pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,85 persen. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 5,04 persen.
Wali Kota Batu, Nurochman menyatakan, capaian tersebut tetap tergolong baik meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal, termasuk kebijakan efisiensi anggaran di tingkat nasional yang turut memengaruhi dinamika perekonomian daerah.
“Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Batu mencapai 4,85 persen. Meski terdampak kebijakan efisiensi anggaran nasional, pertumbuhan ekonomi tetap terjaga berkat ketahanan sektor unggulan daerah,” ungkapnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, sektor pariwisata beserta jasa pendukungnya masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Kota Batu. Aktivitas ekonomi yang tetap berjalan stabil di sektor tersebut turut menopang kinerja ekonomi daerah sepanjang tahun 2025.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batu atas dasar harga berlaku (ADHB) menembus Rp23,68 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat sebesar Rp14,25 triliun.

TRANSAKSI: Wali Kota Batu, Nurochman saat melakukan transaksi pembelian di Pasar Induk Among Tani, sepanjang 2025 kemarin laju ekonomi Kota Batu tumbuh 4,85 persen. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo menyatakan, perlambatan tersebut tidak mencerminkan pelemahan signifikan. Sebaliknya, aktivitas ekonomi daerah masih bergerak stabil dengan mayoritas sektor usaha mencatatkan pertumbuhan.
“Ekonomi Kota Batu tetap tumbuh 4,85 persen. Hampir seluruh lapangan usaha masih menunjukkan kinerja positif, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi,” ujarnya.
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan menjadi bintang pertumbuhan dengan lonjakan mencapai 9,65 persen. Tak jauh di bawahnya, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 9,16 persen, disusul jasa perusahaan sebesar 8,91 persen.
Sejumlah sektor lain juga mencatat kinerja solid. Jasa lainnya tumbuh 6,41 persen, sedangkan jasa kesehatan dan kegiatan sosial meningkat 6,17 persen. Tren ini menunjukkan struktur ekonomi Kota Batu semakin beragam dan tidak lagi bertumpu pada satu sektor saja.
“Pertumbuhan di berbagai sektor ini menandakan aktivitas ekonomi Kota Batu semakin berkembang dan variatif,” terang Herlina.
Meski demikian, struktur ekonomi Kota Batu masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor. Sektor ini menyumbang 18,69 persen terhadap total PDRB.
Kontributor besar lainnya datang dari jasa lainnya sebesar 16,68 persen, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 14,10 persen, konstruksi 12,58 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 10,52 persen. Jika digabungkan, lima sektor utama tersebut menopang sekitar 72,58 persen perekonomian Kota Batu.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama. Kontribusinya mencapai 66,26 persen terhadap total PDRB. Sementara itu, komponen dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 6,50 persen.
Menurut Herlina, kuatnya konsumsi rumah tangga menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat relatif terjaga dan tetap menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
“Konsumsi rumah tangga masih mendominasi. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap kuat dalam mendorong pertumbuhan,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




