NYARIS: Pablo Oliveira hampir saja menginjak kaki Iksan Lestaluhu, dalam sesi latihan rutin. Gelandang asal Brasil itu, menjadi salah satu dari enam pemain asing, yang dipastikan absen saat menjamu Malut United. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Menjelang kembali ke kompetisi, setelah break FIFA Series 2026, kabar yang sedikit menggembirakan, berhembus dari meja Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Dalam sidangnya pada Sabtu (14/3/2026), komite yang diketuai Umar Husein ini, tidak memberikan tambahan sanksi untuk tiga pemain Arema FC, yang terkena kartu merah. Mereka hanya mendapat hukuman larangan sekali main.
Artinya, Pablo Oliveira, Dalberto Luan Belo dan Matheus Blade, hanya absen ketika Arema menjamu Malut United, di pekan ke-26 Super League musim 2025/2026.
“Alhamdulillah, semua hanya dihukum (larangan bermain) satu kali pertandingan saja.”
“Mungkin setelah di-review Komdis, kartu merahnya tergolong bukan pelanggaran berat. Memang kalau dilihat kan pelanggarannya tidak ada yang terlalu gimana-gimana,” kata Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC, seperti dikutip dari Wearemania.
Berdasarkan hasil Sidang Komdis PSSI, dengan kasus pelanggaran disiplin, Tim Arema FC dinyatakan bersalah. Keputusan itu dituangkan dalam surat keputusan bernomor 204/L1/SK/KD-PSSI/III/2026.
Komdis menilai, Arema FC melanggar Kode Disiplin PSSI 2025. Tiga pemain Arema mendapat kartu merah langsung dalam laga tersebut.
Keputusannya, Arema FC didenda Rp60 juta. Jika pelanggaran serupa terulang, akan dikenakan hukuman lebih berat.
“Saya pikir keputusan itu sudah sangat fair. Terimakasih untuk Komdis PSSI.”
“Klub sendiri langsung menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Kami juga tidak ada rencana untuk mengajukan banding, agar bisa mengubah keputusan tersebut,” tegas Inal, panggilan akrabnya.
Dalam pertandingan pekan ke-25, saat Arema FC dijamu Bhayangkara Presisi Lampung FC, pada Selasa (10/3/2026), tensi laga memang cukup tinggi.
Laga yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung itu, dipimpin wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Banjir kartu benar-benar terjadi. Total ada tujuh kartu kuning dan empat kartu merah yang dikeluarkan dari kantongnya.
Tuan rumah kebagian empat kartu kuning. Sedang Arema, dapat jatah tiga kartu kuning dan memborong empat kartu merah. Masing-masing untuk Pablo Oliveira (menit 45+8) dan Dalberto Luan Belo (menit 70).
Dua kartu merah lainnya diberikan justru saat laga sudah selesai. Masing-masing untuk Matheus Blade dan Sekretaris Tim, Rahmat Taufiq Hentihu.
Hanya saja, dari tiga kartu kuning yang dikeluarkan, dua diantaranya diberikan kepada Betinho Filho dan Joel Vinicius. Menjadikan keduanya terakumulasi kartu kuning dan dipastikan absen dalam satu laga berikutnya.
Situasi itu menjadikan Arema secara langsung kehilangan enam pemain asingnya, saat menjamu Malut United di pekan ke-26, pada Jumat (3/4/2026) mendatang di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Mereka yang pasti absen adalah Pablo Oliveira, Dalberto Luan Belo, Matheus Blade, Betinho Filho dan Joel Vinicius. Plus satu pemain, Walisson Maia, yang memang terkena cedera sejak pekan ke-23 dan belum sembuh hingga saat ini.
Dari stok 11 pemain asing yang benar-benar siap tampil, hanya tersisa Lucas Frigeri (kiper), Julian Guevara (defender), Gustavo Franca (gelandang) dan Gariel ‘Gabi Silva (winger).
Sedangkan satu lagi pemain asing asal Brasil, Valdeci Moreira, statusnya masih fifty-fifty. Cedera lutut yang diterima saat Arema dikalahkan Bali United di pekan ke-24, memaksa Valdeci untuk terus dalam pengawasan tim medis. (*/Ra Indrata)




