MALANG POST – Satlantas Polresta Malang Kota, berhasil menekan angka kecelakaan hingga 10 persen, dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Karenanya, meski arus mudik di tengah kota terpantau padat, tetapi tetap terkendali.
KBO Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Saiful Husein, menyampaikan kondisi tersebut, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Senin (30/3/2026).
Fokus pengamanan itu sendiri, tambahnya, dipusatkan pada area publik. Seperti kawasan Kayutangan dan pintu keluar Tol Madyopuro, yang menjadi titik temu arus.
Petugas di lapangan, melakukan penarikan arus secara manual, jika antrean kendaraan melebihi kapasitas panjang jalan.
Iptu Saiful mengapresiasi kedisiplinan para pengendara, yang tetap mematuhi rambu meskipun volume kendaraan sangat tinggi.
Keberadaan pos pengamanan di titik strategis, terbukti efektif memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.
Sedang dari kawasan Kota Batu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Batu, Ipda Gema Indra Winaryan menjelaskan, lonjakan arus kendaraan di Kota Batu, terjadi signifikan mulai H+1 Lebaran.
Katanya, karakteristik wilayah Batu sebagai destinasi wisata, membuat pola kepadatan berbeda dengan arus mudik di wilayah sekitarnya.
“Untuk mengantisipasi kemacetan di simpul-simpul wisata, petugas memberlakukan sistem satu arah atau one way secara situasional di titik-titik lelah.”
“Langkah ini diambil guna menarik arus kendaraan yang menumpuk agar tetap mengalir dan tidak terjadi kemacetan total di pusat kota,” jelasnya.
Ipda Gema juga menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah dengan Polresta Malang Kota dan Polres Malang, dalam memfilter kendaraan yang masuk.
Sinergi antar satuan lalu lintas di Malang Raya ini, menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelancaran akses menuju tempat wisata.
Sementara itu, di wilayah Polres Malang, Kanit Kamsel Polres Malang, Ipda Umar Kiswoyo, menegaskan, jalur arteri utama Lawang hingga Singosari, menjadi prioritas pengamanan tahun ini.
“Berdasarkan data pos pantau, arus balik di wilayah Kabupaten Malang mencapai puncaknya dengan rata-rata 3.000 kendaraan per jam,” sebutnya.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pengelola tol, untuk memberlakukan sistem buka-tutup di pintu keluar jika terjadi penumpukan.
Pihak kepolisian juga mengedepankan edukasi preventif bagi pemudik, agar memanfaatkan rest area saat merasa lelah.
Ipda Umar menyatakan, kesiapan personel di setiap pos pelayanan menjadi kunci utama kelancaran arus mudik tahun ini.
Hingga saat ini, tidak ditemukan kendala menonjol di sepanjang jalur arteri yang menghubungkan Malang dengan wilayah sekitarnya.
Situasi arus mudik yang cenderung naik, juga diperhatikan Ketua Laboratorium Transportasi FT UB, Ir. Hendi Bowoputro, ST., MT. Adanya lonjakan volume kendaraan pribadi sebesar 15 persen pada Lebaran 2026.
Data penginderaan jauh, sebut Hendi, juga menunjukkan titik jenuh lalu lintas paling tinggi terjadi pada H+2 Lebaran.
“Teknologi remote sensing sangat membantu petugas dalam memetakan kepadatan secara real-time di wilayah Malang Raya. Karenanya, penting ada evaluasi manajemen lampu lalu lintas atau ATCS agar lebih adaptif di masa mendatang,” tegasnya.
Pakar transportasi ini juga menyarankan pemerintah, untuk terus meningkatkan fasilitas transportasi publik antar kota demi mengurangi beban jalan.
Hal ini diharapkan dapat menekan angka kemacetan yang terus meningkat setiap tahunnya di jalur mudik. (Nurul Fitriani/Ra Indrata)




