MALANG POST – Politeknik Negeri Malang (Polinema) secara resmi meningkatkan jejaring internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yunnan Vocational College of Mechanical and Electrical Technology serta Hope International China
Penandatanganan ini berlangsung secara luring di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Kantor Pusat Polinema, sebagai wujud komitmen untuk memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. selaku Direktur Polinema, Zhao Wei sebagai President Yunnan Vocational College of Mechanical and Electrical Technology, serta Li Zhuming selaku CEO Hope International China. Ketiganya menandatangani dokumen MoU sebagai simbol kesepakatan membangun kemitraan strategis di bidang pendidikan vokasi.
Advanced Manufacturing hingga Green Energy. MoU ini turut diiringi kehadiran pimpinan serta perwakilan dari ketiga institusi, termasuk Prof. Dr. Eng. Rosa Andrie Asmara, S.T., M.T., Li Xingwang, Yang Xiaochun, Liu Zhihua dan Scott Han, serta jajaran terkait di lingkungan Polinema.
Dalam kerja sama ini, Polinema dan mitra menegaskan arah kolaborasi pada bidang-bidang unggulan seperti: Advanced manufacturing, Green energy serta bidang teknik lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kemitraan ini juga menjadi kelanjutan dari kerja sama yang sudah berjalan sebelumnya, sekaligus mencerminkan tekad bersama untuk memperluas koneksi global, meningkatkan kapasitas institusi, dan memperkuat keterkaitan dengan industri.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana implementasi program joint degree dengan skema 1+1+1 untuk bidang Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Skemanya mencakup: 1. Tahun pertama di Politeknik Negeri Malang (Indonesia). 2. Tahun kedua di Yunnan Vocational College (Cina). 3. Tahun ketiga melalui penempatan industri di Indonesia atau Cina

Selain joint degree, kerja sama juga membuka peluang berbagai program lain, seperti: pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, program pengabdian kepada masyarakat serta pelatihan jangka pendek, termasuk welding (pengelasan) untuk meningkatkan keterampilan praktik mahasiswa
Dalam diskusi, ketiga institusi menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum minimal 70 % kesetaraan, persiapan bahasa Mandarin, serta keterlibatan mitra industri untuk memastikan program berjalan efektif dan berkualitas.
Potensi kolaborasi dengan pihak industri, termasuk CCEPC, diharapkan dapat memperluas peluang magang, memperkuat pengalaman kerja, dan membuka jalur karier bagi mahasiswa.
Pembahasan tidak berhenti pada konsep. Para pihak turut mengulas aspek teknis pelaksanaan seperti mekanisme rekrutmen mahasiswa, sistem registrasi ganda, skema pembiayaan, hingga aspek regulasi—termasuk perizinan dan visa untuk mobilitas internasional.
Selain itu, pengelolaan ekspektasi mahasiswa terkait penempatan kerja dan kondisi kerja juga menjadi perhatian bersama agar implementasi program berjalan realistis dan siap dari awal.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak sepakat membentuk kelompok kerja bersama untuk mengembangkan kurikulum, menjalankan implementasi program, serta mengoordinasikan urusan administratif dan teknis. Timeline implementasi dan pertemuan lanjutan dijadwalkan dilakukan dalam waktu dekat.
Dengan MoU ini, Polinema berharap kemitraan Indonesia–Cina yang terbangun tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat hubungan akademik sekaligus industri untuk mendorong kemajuan pendidikan vokasi secara berkelanjutan. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




