Kadinkes Husnul Muarif (kiri) dan Kadispangtan Slamet Husnan yang Jumat (27/3/2026) nggowes dari rumah untuk dinas. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Area parkir di samping Balaikota Malang, yaitu di pinggir Jalan Gajahmada, pada Jumat (27/3/2026), tidak seramai biasanya. Area parkir itu tampak sepi dari mobil pejabat dan pegawai Pemkot Malang. Susut sekitar 50 persen, sehingga banyak area yang kosong.
Biasanya sejak pagi, area parkir itu sudah dipenuhi mobil. Untuk tamu yang datang siang, susah cari parkir di samping balaikota. Mengapa Jumat (27/3/2026) area parkir itu sepi mobil pejabat dan pegawai pemkot? Termasuk mobil dinas (mobdin) Walikota, Wahyu Hidayat, tidak berada di tempat parkirnya di teras utama balaikota?
Jawabnya, para pejabat dan pegawai Pemkot Malang mulai melaksanakan instruksi Walikota Wahyu untuk memakai sepeda kayuh saat ke kantor setiap hari Jumat. Instruksi ini merupakan langkah konkret menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Instruksi itu menjadi respons daerah atas imbauan efisiensi energi BBN dari pemerintah pusat, meski hingga kini belum ada aturan teknis yang mengikat.
“Dari pusat memang belum ada arahan khusus, tetapi kami mencoba langkah konkret untuk mengurangi dampaknya,” ujar Wahyu Hidayat, Kamis (26/3/2026).
Selain bersepeda, Pemkot Malang juga akan mengintegrasikan aktivitas olahraga dan kebersihan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan rutin aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat. ASN dijadwalkan mengikuti senam pagi, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan “Jumat Bersih” di lingkungan kerja masing-masing.
“Setelah senam, kita lanjutkan dengan bersih-bersih. Ini bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap asri,” katanya.
Wahyu menegaskan, kebijakan ini tidak hanya bertujuan menekan penggunaan BBM, tetapi juga mendorong pola hidup sehat di kalangan ASN. Di sisi lain, Pemkot Malang juga membuka opsi penggunaan transportasi umum sebagai alternatif mobilitas harian pegawai.
Menurutnya, layanan angkutan massal seperti Trans Jatim yang kini telah melintasi kawasan Balai Kota Malang dapat dimanfaatkan ASN untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. “Bisa juga menggunakan angkutan umum. Trans Jatim sudah lewat Balai Kota,” katanya seperti dilansir dari Disway Malang.
Pemkot Malang berharap kebijakan ini mampu menjadi contoh penerapan efisiensi energi di tingkat daerah, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Ternyata kebijakan walikota untuk bersepeda saat ke kantor ini telah ditindaklanjuti sejumlah pejabat dan ASN. Pantauan Malang Post pada Jumat (27/3/2026), sejumlah pejabat pemkot nggowes dari rumah ke tempat acara. Di antaranya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadispangtan), Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) dan lainnya.
Bahkan, Walikota Wahyu juga nggowes dari Rumdin di Jalan Ijen saat datang di acara peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 2 di Jalan Aries Munandar, Kota Malang, Jumat (27/3/2026) pagi. Ini tentu berbeda dari biasanya yang selalu menggunakan mobdin beserta rombongan. Wahyu menjelaskan bahwa tujuannya bersepeda pancal adalah untuk menjaga kesehatan dan efisiensi BBM. “Banyak pula kok ASN dari Kota Malang yang suka bersepeda,” kata Wahyu.
Kadinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyambut positif dan mengapresiasi instruksi bersepeda bagi ASN. Hal serupa juga disampaikan Kadispangtan Slamet Husnan. “Selain efisiensi BBM, bersepeda itu akan membuat tubuh kita bugar dan sehat. Bersepeda itu juga wujud dari penerapan Dasa Bakti ‘Ngalam Tahes’,” jelas Husnul.
Husnul nggowes dari rumahnya di Bandulan Barat ke tempat acara SPPG Sukoharjo 2 sekitar 8 km. Demikian juga Slamet Husnan nggowes dari rumahnya ke Tunggulwulung ke Sukoharjo juga sekitar 8 km. Kedua pejabat ini berjanji segera menindaklanjuti program budaya bersepeda ke kantor tiap hari Jumat itu ke ASN stafnya.(*/Eka Nurcahyo)




