MALANG POST – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menyiapkan skema khusus untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga selama libur Lebaran 2026. Lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan berdampak langsung pada peningkatan volume sampah, terutama di kawasan jalan protokol dan destinasi wisata.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni mengatakan, pihaknya tetap bisa mengoptimalkan kinerja petugas meski ada pembatasan lembur bagi aparatur sipil negara (ASN). Hal itu dimungkinkan karena adanya kebijakan khusus dari wali kota.
“Atas kebijakan kepala daerah, khusus penanganan sampah diberikan relaksasi untuk mengaktifkan opsi lembur dalam kondisi darurat insidentil,” ujar Dian, Kamis (26/3/2026).
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, DLH menerapkan pola kerja shifting non-stop. Sistem operasional 24 jam selama tujuh hari (24/7) diberlakukan tanpa jeda, bahkan saat Hari Raya Idulfitri.

PILAH SAMPAH: Petugas kebersihan dari DLH Kota Batu saat melakukan pemilahan sampah, di momen Lebaran ini DLH punya skema sapu jagat sampah. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Khusus di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tlekung, pengolahan dilakukan dengan skema tiga shift setiap hari. Masing-masing shift berdurasi enam jam kerja. Total ada 115 personel penyapu jalan yang diterjunkan, ditambah 80 personel di sektor armada dan pengolahan.
Menurut Dian, tekanan terbesar terjadi di 21 ruas jalan protokol yang menjadi pusat mobilitas warga dan wisatawan. Pada hari normal, volume sampah berkisar 30 ton per hari. Namun saat puncak libur Lebaran, jumlah itu diprediksi melonjak hingga 50 ton per hari.
“Karena itu seluruh infrastruktur di TPST Tlekung kami optimalkan,” jelasnya.
Salah satu andalan adalah pengoperasian Big Composter yang mampu mengolah hingga 8 ton sampah organik setiap hari. Selain itu, tiga unit insinerator di Tlekung serta masing-masing satu unit di Kelurahan Dadaprejo dan Kelurahan Sisir juga dioperasikan penuh.
Dengan kapasitas pembakaran sekitar 2 ton setiap dua jam, DLH menargetkan penerapan sistem one day process, di mana sampah yang masuk dapat langsung diselesaikan dalam satu hari.
Tak hanya fokus di titik utama, sembilan unit dump truck disiagakan untuk berkeliling kota secara berkala. DLH juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat “Sapu Jagat Sampah” untuk menyisir wilayah perbatasan yang rawan menjadi lokasi pembuangan liar.
Langkah ini diambil agar wajah Kota Batu tetap bersih dan nyaman selama periode kunjungan tinggi. “Kami ingin memastikan saat peak season, pengelolaan sampah tetap terkendali. Sehingga wisatawan maupun warga lokal tetap merasa nyaman,” pungkas Dian. (Ananto Wibowo)




