MALANG POST – Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang jatuh dari lantai 11 Apartemen Soekarno-Hatta/ Everyday Hotel, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (25/3/2025). Korban pun tewas.
Hingga saat ini motifnya masih dalam penyelidikan polisi. Namun, diduga kuat korban bunuh diri. Ini diperkuat dengan surat wasiat yang diunggah di media sosial Instagram (medsos Ig) dan dikirim ke seorang temannya.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mendampingi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, membenarkan kejadian ini. “Motifnya masih dalam penyelidikan,” ujar Lukman ketika dihubungi Malang Post.
Menurutnya, korban berinisial CLS, mahasiswa berusia 20 tahun asal Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Berdasarkan laporan saksi mata, yaitu resepsionis Apartemen Soehat, Aan Wijaya, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 00.15, diketahui ada sesuatu jatuh dari lantai 11 kamar 51.
Ada empat saksi yang telah memberi keterangan ke polisi. Yaitu, Melfriano Nelcian Morin (19), mahasiswa dari Kelurahan Ardipura, Kecamatan Jayapura Selatan. Aan Wijaya (35), resepsionis Hotel Everyday, warga Jl.Bunga Kumis Kucing, Kota Malang. Decky Puta Setiawan (29), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Saksi keempat adalah Iori Yagami (19), mahasiswa asal Jl Pintu Besi I, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Petugas mengevakuasi korban yang jatuh dari lantai 11 Apartemen Soehat untuk dibawa ke RSSA. (Foto: Istimewa)
Kronologisnya, Selasa (24/3/2026) sekira pukul 17.00 WIB, sesuai keterangan resepsionis saksi 2, korban cuek in di hotel itu. Korban mendapatkan kamar nomor 51 di lantai 11. Korban kemudian masuk kamar.
Selanjutnya pada Rabu (25/3/2026) sekira pukul 00.15 WIB, saksi 1 (Melfriano) saat duduk di lobi dekat resepsionis mendengar ada sesuatu yang jatuh dari atas. Dia pun melihat bahwa yang jatuh itu ternyata orang.
Melihat yang jatuh orang, Melfriano memberitahukan kejadian itu ke Aan Wijaya. Selanjutnya, Aan meneruskan laporan itu ke skuriti yang Dinas malam.
Selang 30 menit kemudian datang saksi 4 (Decky) yang mengaku sebagai teman kuliah korban. Menurut Decky, korban sebelum jatuh dari lantai 11 mengirim wasiat melalui unggahan akun Ig.
Isi dari wasiat itu, korban mengucapkan terima kasih dan minta maaf kepada orang yang korban sayangi.
Seusai membaca surat wasiat korban, Decky kemudian berusaha mencari keberadaan korban. Antara lain di rumah kos Jl Bunga Merak. Namun, kosong. Hingga akhirnya dia melihat di sekitar jembatan Soehat kondisinya ramai orang. Setelah Decky mendekat, ternyata temannya yang berinisial CLS yang menjadi korban.
Decky mengetahui korban mempunyai niat bunuh diri itu sejak setahun lalu. Selanjutnya korban dibawa ke RSSA untuk keperluan visum et repertum.
Kalau benar kejadian CLS ini bunuh diri (bundir), berarti kawasan sekitar jembatan Soehat menjadi kawasan yang sering dijadikan tempat bundir. Dalam setahun terakhir, setidaknya sudah empat kali bundir di kawasan ini. Di antaranya dua kali di jembatan Soehat. Yaitu, sebelum jembatan dipagari samping kanan kiri seperti sekarang. Dan satu lagi bundir di pemakaman dekat jembatan Soehat. Di antara penyebab korban bundir adalah stres karena skripsi tidak kunjung selesai, dan faktor lainnya. (Eka Nurcahyo)




