MALANG POST – Momentum arus balik Lebaran 2026 tak hanya jadi perhatian di jalur nasional. Pemkot Batu ikut siaga penuh. Wali Kota Batu Nurochman memastikan seluruh skenario pengendalian lalu lintas dan pengamanan wisata disiapkan matang demi menjaga kelancaran mobilitas sekaligus kenyamanan wisatawan.
Hal itu disampaikan usai mengikuti dialog interaktif bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo secara virtual dari Pos Pantau depan Jatim Park 3. Menurut Nurochman, fase arus balik menjadi titik krusial. Bukan hanya arus masuk yang perlu diantisipasi, tetapi juga gelombang kendaraan keluar yang berpotensi terjadi bersamaan.
“Fokus kami tidak hanya pada kedatangan wisatawan, tapi juga memastikan arus balik berjalan aman, lancar dan terkendali,” tegas Cak Nur sapaan Nurochman.
Data yang dihimpun Pemkot Batu menunjukkan, sektor pariwisata masih menjadi magnet utama. Dalam lima tahun terakhir, kunjungan wisatawan konsisten berada di atas 10 juta orang per tahun. Bahkan, pada awal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, pergerakan wisatawan sudah mencapai 42.503 orang.
Tak hanya itu, tingkat okupansi hotel juga ikut terdongkrak. Sebanyak 9.378 kamar terisi atau setara 71,48 persen. Angka ini menunjukkan lonjakan kunjungan hingga 65 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

ARUS BALIK: Kota Batu siaga puncak arus balik, yang terjadi pada 24 Maret dan diprediksi akan terjadi lagi pada 28-29 Maret, hal itu diungkapkan dalam dialog interaktif bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dari sisi lalu lintas, tercatat 44.596 kendaraan masuk ke Kota Batu sepanjang H-11 hingga H-1 Lebaran. Puncaknya terjadi dalam satu hari dengan 14.516 kendaraan. Angka ini diprediksi akan berbalik arah pada periode arus balik, sehingga berpotensi memicu kepadatan di sejumlah titik.
Untuk mengantisipasi hal itu, Pemkot Batu bersama TNI-Polri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur rawan. Di antaranya jalur Batu–Pujon, Batu–Cangar, Batu–Dau, hingga Songgoriti–Payung. Seluruh titik tersebut dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi saat volume kendaraan meningkat drastis.
Karo Ops Polda Jatim, Kombes Pol Nurhandono menyebut, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mengawal arus balik, termasuk konektivitas dengan wilayah penyeberangan seperti Ketapang.
“Pengamanan dan pemantauan kami fokuskan di objek wisata. Sejauh ini situasi aman dan tidak ada kejadian menonjol,” ujarnya.
Sejumlah destinasi seperti Jatim Park 1, 2, dan 3 menjadi titik perhatian utama. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, lonjakan pengunjung memang terjadi. Namun, kondisi tersebut masih dalam kategori terkendali.
Hal senada disampaikan Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto. Ia menegaskan bahwa arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata masih tergolong padat lancar.

“Belum ada rekayasa lalu lintas permanen. Tapi petugas tetap siaga. Jika terjadi lonjakan signifikan, langkah diskresi akan segera kami ambil,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Batu ingin memastikan bahwa pengelolaan arus wisata tidak sekadar mengejar angka kunjungan. Lebih dari itu, aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas utama.
Upaya ini sekaligus mempertegas posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga tertata dan siap menghadapi lonjakan pergerakan wisatawan, terutama pada momen-momen besar seperti arus mudik dan balik Lebaran.
Kapolri Listyo Sigit dalam arahannya juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh daerah dalam menghadapi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 serta 28–29 Maret 2026. Penguatan personel serta optimalisasi pos pengamanan dan pelayanan menjadi kunci utama.
Di sisi lain, jajaran kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Batu tetap kondusif selama libur Lebaran. Pemantauan intensif dilakukan di berbagai titik strategis, terutama objek wisata unggulan. (Ananto Wibowo)




