Ketua NU Care - LAZISNU Kota Malang, Sulton Hanafi bersama Kabag Kesra Pemkot Malang, Soleh, saat memberikan santunan kepada anak yatim-piatu di gedung DPRD setempat, Senin (16/03/2026). (Foto: istimewa)
MALANG POST – Ketua NU Care – LAZISNU Kota Malang, Sulton Hanafi menjelaskan, pembagian santunan kepada 300 orang yang berhak menerima, sengaja mengambil momentum malam Lailatul Qadar, saat Ramadan. Di rumah rakyat, gedung DPRD Kota Malang.
“Kita undang 100 anak yatim-piatu, 100 orang guru ngaji di Kota Malang. Selebihnya, bunda ojek online (ojol) dari berbagai komunitas ojol dan kelompok dhuafa.”
“Ketiga komponen ini kami nilai sangat tepat, karena bisa meringankan beban mereka dalam menyambut Idul Fitri 1447 H/2026 M. Mereka mendapatkan paket lebaran dan uang tunai,” jelas Gus Sulton demikian akrab disapa, Selasa (17/03/2026).
Gus Sulton lantas menyebut alasannya. Pertama santunan anak yatim-piatu mengikuti anjuran sunnah Nabi Muhammad SAW. Berbagi dengan 100 bunda ojol, karena mereka tulang punggung ekonomi keluarga. Para guru ngaji, bagian dari syiar sekaligus membantu mencerdaskan anak bangsa dari segi ilmu agama.
Masih kata Gus Sulton, dalam memberikan santunan, pihaknya berkolaborasi dengan banyak pihak. Di antaranya DPRD Kota Malang dan donatur tetap NU Care – LAZISNU.
“DPRD memfasilitasi tempat dan lainnya. Dukungan dari donatur, sangat membantu meringankan beban mereka yang tengah membutuhkan.”
“Kami doakan DPRD dan Sekretariat DPRD serta para donatur setia, Allah SWT selalu mencurahkan rahmat kasih sayang dan karunia-Nya,” kata dia.
Alumni MAN 3 Kota Malang ini berharap, kolaborasi atau dukungan ke depannya, bisa ditingkatkan lebih signifikan lagi. Selain momentum Ramadan, nilai kebersamaan bisa menurunkan sikap kompetitif berlebihan. Semakin dikolaborasikan, kian meringankan beban hidup mereka.
“Kita membantu dan sokong bersama terhadap warga yang kurang mampu secara ekonomi. Seperti contoh pelaksanaan santunan saat ini, kita berkolaborasi dengan beberapa rumah sakit swasta, Bazis UB Malang dan pihak lainnya,” ujar menantu almaghfurlah KH Baidowi Muslih Ponpes Anwarul Huda.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, ikut berbagi dengan anak yatim-piatu, berkolaborasi dengan NU Care – LAZISNU Kota Malang. (Foto: Istimewa)
Di lokasi acara, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita memberikan apresiasi kepada NU Care – LAZISNU, atas kolaborasi dalam kegiatan santunan bersama anak yatim piatu dan bunda ojol serta guru ngaji, sekaligus kelompok dhuafa.
“Kami ingin bersama-sama menggapai keberkahan di malam penuh keberkahan, Lailatul Qadar, untuk berbagi rasa dan kepedulian, dengan cara memfasilitasi acaranya.”
“Harapan kami, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan lebih meningkatkan jangkauannya. Kita siap memfasilitasi untuk kepentingan masyarakat selama itu positif dan untuk sosial keagamaan,” terang Mia, sapaan akrabnya Ketua DPRD Kota Malang.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah menuturkan, fasilitasi dari DPRD patut diapresiasi banyak pihak. Hingga terlaksananya santunan anak yatim-piatu dan kelompok lainnya.
“Kami merasakan kepedulian dan kepekaan terhadap kegiatan sosial keagamaan. Beliau (Ketua DPRD) patut diacungi jempol. Sebab menempatkan gedung DPRD sebagai rumah rakyat artinya rumah kita bersama warga Kota Malang,” pungkasnya. (Iwan Irawan/Ra Indrata).




