MALANG POST – Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kota Batu resmi dimulai, Jumat (13/3/2026). Ratusan personel gabungan disiagakan untuk mengamankan arus mudik sekaligus aktivitas masyarakat selama libur Hari Raya Idulfitri.
Sebelumnya, Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru digelar di Alun-alun Kota Batu dan dipimpin langsung Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto. Kegiatan tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), personel TNI-Polri, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Lebaran tahun ini.
Dalam operasi tahunan tersebut, total hampir 400 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 225 personel berasal dari Polres Batu, sementara sisanya merupakan dukungan dari TNI, Dishub, Satpol PP, BPBD, serta berbagai instansi lainnya.
Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto menjelaskan, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan pada pengamanan arus mudik, perayaan Idulfitri, hingga aktivitas wisata yang diperkirakan meningkat signifikan di Kota Batu.
“Operasi ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri. Kami juga mengantisipasi lonjakan wisatawan yang biasanya terjadi saat libur Lebaran,” ujarnya.

GELAR PASUKAN: Polres Batu menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Idul Fitri dan Lebaran. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurut Aris, apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh personel dan sarana prasarana pengamanan telah siap digunakan selama masa operasi berlangsung. Apalagi, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Mulai hari ini, personel akan disiagakan di berbagai pos pengamanan yang telah disiapkan di sejumlah titik strategis. Polres Batu menyiapkan total 13 pos yang tersebar di berbagai wilayah. Terdiri dari satu pos pelayanan, enam pos pengamanan, empat pos pantau, serta dua pos urai yang berfungsi untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
“Seluruh pos ini disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu,” jelasnya.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di pusat Kota Batu yang menjadi magnet wisata, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah hukum Polres Batu. Mulai dari Kecamatan Kasembon, Ngantang, Pujon, Bumiaji, Junrejo hingga wilayah inti Kota Batu.
Selain menyiagakan personel dan pos pengamanan, kepolisian juga menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan selama periode libur Lebaran.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah membuka jalur alternatif bagi pengendara. Di antaranya jalur di kawasan Arhanud yang nantinya dapat dialihkan menuju jalur batas kota untuk membantu mengurai kepadatan arus kendaraan.
“Kami sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif. Salah satunya di kawasan Arhanud yang bisa diarahkan menuju jalur batas kota sebagai opsi bagi masyarakat saat terjadi kepadatan,” terangnya.
Aris menegaskan, pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026 mengedepankan sinergi berbagai pihak. Kepolisian bekerja sama dengan TNI, Pemerintah Kota Batu, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Dengan kesiapan personel dan pos pengamanan yang telah disiapkan, pihaknya berharap pelaksanaan arus mudik maupun libur Lebaran di Kota Batu dapat berlangsung aman dan lancar.
“Harapannya selama pelaksanaan operasi ini tidak terjadi kemacetan, kecelakaan, maupun bencana. Kami ingin masyarakat bisa mudik dengan aman dan merayakan Lebaran dengan nyaman,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




