ALL BRAZILIAN: Gabriel Silva dan Marcos Santos, saat sesi prematch press conference di Bandar Lampung. Keduanya mengaku susah mempersiapkan diri sebaik mungkin, untuk menghadapi Bhayangkara FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Di putaran pertama Super League musim 2025/2026, Bhayangkara FC memang kalah 1-2 dari Arema FC. Saat kedua tim bertemu di pekan ke-3, Jumat (22/8/2025), di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Ketika itu dalam laga yang ditonton 804 orang, dua gol kemenangan Arema diborong Dalberto Luan Belo. Masing-masing menit ke-39 dan 90+7, lewat titik putih penalti. Satu-satunya gol Bhayangkara, dicetak Fareed Sadat saat pertandingan baru berjalan di menit ke-10.
Kemenangan Arema pun dihasilkan saat injury time. Yang menandakan ada perlawanan sengit dari tim tamu. Sekalipun ketika itu Bhayangkara datang sebagai tim tamu, dengan formasi yang masih ala kadarnya.
Tetapi saat ini, kekuatan Bhayangkara FC tidak boleh dipandang ringan. Reformasi besar-besaran di putaran kedua, menjadikan anak asuh Paul Munster ini mulai diprediksi bisa menjadi kuda hitam. Untuk bersaing di papan atas klasemen.
Tujuh laga yang sudah dilakoni, menunjukkan permainan yang impresif. Hasilnya, hanya sekali seri dan sekali kalah. Tiga dari lima kemenangan, justru dihasilkan dari kandang tim-tim papan atas. Seperti Malut United (2-1), Persebaya (2-1) dan Dewa United (2-0).
Paul Munster juga berhasil menciptakan barisan ujung tombak yang sangat produktif. Dipadukan dengan benteng yang semakin kokoh. Walhasil, 16 gol berhasil mereka buat. Sementara dalam tujuh laga itu, hanya delapan gol yang bersarang ke gawang Bhayangkara FC.
Fakta itu pun disadari betul oleh pelatih Arema FC, Marcos Santos. Bahkan secara terang-terangan, pelatih asal Brasil itu melihat Bhayangkara FC, sudah menjelma menjadi tim yang kuat di depan dan kokoh di belakang.
“Menghadapi Bhayangkara, kami akan membuat pertandingan yang sempurna, untuk mendapatkan kemenangan. Meski kami harus melalui perjalanan yang panjang, setelah kami menjalani pertandingan yang menyakitkan lawan Bali United,” kata Marcos Santos, dalam prematch press conference, Senin (9/3/2026).
Celakanya dalam situasi tersebut, Arema akan menghadapi tim yang sedang dalam kondisi terbaik. Tim yang memiliki penampilan sangat kuat. “Mereka juga sangat berkembang dengan kedatangan banyak pemain baru. Tim ini sangat kuat secara ofensif,” katanya.
“Saya sudah melihat mereka mendapatkan 16 gol dan hanya kemasukan delapan gol selama putaran kedua berlangsung. Semuanya dihasilkan oleh pemain-pemain yang baru datang.”
“Artinya, mereka mempunyai kualitas ofensif yang sangat bagus, dan juga defensif yang sangat bagus,” masih kata Marcos Santos.
Tetapi Arema tidak punya pilihan lain. Untuk bisa memenuhi target masuk ke papan atas, skuadra Singo Edan bertekad mencari poin pengganti. Setelah kehilangan tiga poin, karena kalah dari Bali United di Stadion Kanjuruhan.
“Saat ini, tim kami juga sedang mengembalikan kepercayaan diri mereka. Tapi kami harus tunjukkan pada mereka, apapun yang terjadi, Arema mempunyai potensi. Kita harus menyesuaikan strategi, untuk menghadapi Bayangkara,” tandas berlesensi Pro Conmebol ini.
Hanya saja, untuk bisa mewujudkan strategi yang sempurna, Marcos Santos dihadapkan pada masalah pertukaran pemain yang tidak sesuai harapan. Kondisi itu membuat pelatih 48 tahun tersebut, mengalami kesulitan saat pergantian pemain.
“Di putaran pertama, kami kehilangan Luiz Gustavo yang cedera parah dan harus menepi cukup lama. Kemudian di putaran kedua, kami kehilangan Walisson Maia, yang juga cedera dan harus istirahat sampai akhir kompetisi.”
“Tapi saya percaya dengan tim ini. Saya tahu kami tidak melalui saat yang baik di beberapa pertandingan terakhir.”
“Kami memang punya banyak pemain yang datang. Tapi persiapan kami tidak terlalu baik. Kami terlalu punya sedikit waktu setelah pertandingan terakhir. Persiapan kami terlalu pendek,” katanya lagi.
Sekalipun kami selalu memiliki kesulitan dalam setiap pertandingan, terutama pada saat babak pertama, Marcos Santos mengaku sudah menyiapkan kejutan saat bertemu Bhayangkara FC.
“Kami harus menunjukkan kepada mereka, terutama pada saat kedua, jangan sampai kami gagal lagi di babak pertama dalam pertandingan,” sebutnya. (Ra Indrata)




