MALANG POST – Tradisi patrol sahur yang melekat di hati masyarakat Indonesia kembali hidup malam itu. Di Kebalen Wetan Gang 8, wilayah Kebalen Wetan, 8 Maret 2026. Suasana sahur di bulan Ramadan terasa lebih bersahabat berkat inisiatif gabungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Gerakan Pemuda Kampung Kebalen Kota Lama (Gerpakkk).
Mereka menampilkan sebuah patrol sahur yang unik. Tidak sekadar keliling kampung. Melainkan juga menghadirkan pengalaman kuliner dan edukasi yang menyemai nilai kebersamaan.
Lebih dari sekadar ritual dini hari, kegiatan ini menarik perhatian lebih dari 300 warga yang ikut serta berkeliling kampung dengan irama lagu patrol khas setempat. Uniknya, lagu patrol tersebut telah dihafal hingga ke berbagai lapisan masyarakat, membuat suasana dini hari itu terasa semakin semarak dan kompak. Ritme kebersamaan melengkapi kesan hangat yang tumbuh sejak langkah pertama patrol.

Aktivitas tidak berhenti pada keliling kampung. UMM menghadirkan pengalaman sahur premium di tengah permukiman warga melalui pertunjukan live cooking masakan kelas hotel bintang empat. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud kontribusi kampus dalam meramaikan budaya lokal di bulan suci.
“Selain ikut patrol, kami juga menyediakan live cooking dan makanan dari Rayz Hotel UMM, hotel kebanggaan kampus putih. Semoga agenda ini bisa menjadi penyemangat warga, terutama umat muslim, untuk menjaga semangat berpuasa dan beribadah di bulan Ramadan,” ujarnya dengan penuh harap. Tak kurang dari 300 porsi hidangan disajikan dan dinikmati warga pada pagi hari itu.
Sembari menunggu waktu imsak, warga mendapat fasilitas tambahan berupa perpustakaan keliling, Mobil Kamis Membaca (KaCa) milik UMM. Koordinator KaCa, Hassanalwildan, menyampaikan bahwa Mobil KaCa membawa ratusan buku bacaan yang menjadi hiburan edukatif bagi anak-anak. Tak ketinggalan, para ibu diajak ikut berpartisipasi dalam beragam games interaktif yang menyuguhkan doorprize menarik.
“Sebelumnya, Mobil KaCa juga telah aktif keliling, menyediakan bacaan di berbagai kegiatan seperti Ngabuburead di Gresik dan Merjosari, hingga Sahur on The Road bersama komunitas motor beberapa waktu lalu,” tambah wildan, sapaan akrabnya.

Inovasi sahur bersama ini menuai respons positif dari warga setempat. Naufal Adnan, salah satu peserta patrol, mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran UMM yang membawa fasilitas menarik. Ia berharap kolaborasi semacam ini bisa terus diperluas dengan berbagai komunitas lain, sehingga agenda yang lebih unik bisa diselenggarakan tidak hanya pada momen Ramadan, tetapi juga di kala-kala istimewa lainnya.
Transformasi sederhana dari tradisi patrol sahur menjadi sebuah peristiwa komunitas yang merangkum hiburan, edukasi, dan kehangatan sosial telah memberikan contoh nyata bagaimana kampus bisa berperan sebagai penggerak budaya lokal.
Di tengah-tengah kebersamaan, warga Kebalen Wetan pun merasakan pesan Ramadan yang penuh makna: berbagi, menjaga solidaritas, dan merajut keterhubungan melalui sederet pengalaman yang tak terlupakan. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




