DUKUNGAN PENUH: Aremania yang pelan-pelan mulai kembali memadati tribun Stadion Kanjuruhan. Meski di laga pekan ke-24, mereka harus menyaksikan kekalahan Arema, saat menjamu Bali United. (Foto: Cak Taufik/Arema Official)
MALANG POST – Sejak putaran kedua Super League musim 2025/2026, mulai ada peningkatan jumlah kehadiran Aremania di Stadion Kanjuruhan. Sekali pun jumlahnya masih di bawah rata-rata kuota tiket yang dijual dalam pertandingan tersebut.
Diawali home perdana putaran kedua, tepatnya di pekan ke-19, saat Arema FC menjamu Persijap Jepara, ditonton 1.068 Aremania. Menjamu Semen Padang (15/2/2026), naik menjadi 2.223 penonton. Terakhir saat dikalahkan Bali United, Jumat (6/3/2026), sudah ditonton 4.125 Aremania.
Untuk sementara, hingga pekan ke-24, jumlah penonton yang sudah melebihi kuota dan terbanyak, saat menjamu Persija Jakarta. Dalam laga pekan ke-12 itu, yang hadir 10.314 penonton.
Sedangkan jumlah penonton paling minim, terjadi di pekan ke-8, ketika menjamu Persita Tangerang, Selasa (30/12/2025). Hanya 405 penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Sayangnya kehadiran suporter fanatik tersebut, belum diimbangi prestasi Arema FC. Skuadra Singo Edan ini masih angin-anginan. Terutama justru saat bermain di kandang. Tiga kali menggelar laga kandang di putaran kedua, rekornya dua kali menang dan sekali kalah.
Wajar jika pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menyayangkan kekalahan, 3-4, Arema atas Bali United. Ketika Aremania sudah mulai kembali ke Stadion Kanjuruhan.
“Saya kecewa dengan kekalahan ini. Terlebih kami bermain di depan para suporter yang sudah datang ke Kanjuruhan, untuk kembali memberi kepercayaan kepada tim,” kata pelatih asal Brasil itu, seusai pertandingan Jumat (6/3/2026) kemarin.
Padahal, katanya, seharusnya Arema bisa membalas kekalahan dari Bali United, untuk bisa memberikan penghargaan atas kehadiran Aremania di tribun, meski dalam kondisi hujan lebat. Bahkan dengan jumlah kehadiran yang mulai meningkat.
“Saya merasa menyesal (Arema harus kalah), karena para suporter datang ke stadion meskipun hujan. Lebih dari 4.000 Aremania yang hadir di stadion untuk mendukung kami.:
“Mereka rela berada di bawah guyuran hujan, tetapi kami tidak bisa memberikan apa yang mereka pantas dapatkan,” jelas pelatih 48 tahun ini.
Marcos pun tak lupa menyampaikan rasa terimakasihnya untuk Aremania. Khususnya untuk para suporter yang tak meninggalkan klub, saat berada di hari buruk seperti saat ini.
“Saya juga berterima kasih kepada para suporter yang tetap bertahan hingga akhir dan terus memberi dukungan.”
“Bagi penonton, ini mungkin pertandingan yang menarik karena skor 4–3 yang berarti banyak gol tercipta. Ini pertandingan yang terbuka antara dua tim. Lawan memanfaatkan peluang yang mereka miliki, sementara kami melakukan kesalahan,” tegas pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Kekecewaan serupa juga disampaikan kapten tim, Julian Guevara. Apalagi kekalahan ke-9 Arema dalam 24 laga yang sudah dilakoni tersebut, disaksikan banyak Aremania di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan.
Dalam laga yang berlangsung di bawah guyuran hujan tersebut, di babak pertama, gawang Arema sudah kebobolan dua gol lewat tendangan Teppei Yachida dan Diego Campos.
Dalberto Luan Belo mampu memperkecil ketinggalan di awal babak kedua, tapi Bali United berhasil memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat brace Yachida.
Striker asal Brasil itu kembali memperkecil skor menjadi 2-3. Tapi gol bunuh diri Betinho Filho ke gawang sendiri, membuat Arema kembali tertinggal 2-4. Gol bunuh diri Kadek Arel di menit tambahan waktu babak kedua, menjadi gol hiburan bagi Arema di laga ini.
Padahal, melihat banyaknya peluang yang diciptakan Arema FC, kekalahan itu memang sangat mengecewakan. Seharusnya minimal Arema bisa bermain imbang.
“Sayang kita kalah, ketika banyak Aremania yang datang ke stadion. Kita tidak bisa memberikan yang terbaik buat mereka,” kata Julian dalam sesi jumpa pers usai laga.
Julian menegaskan, para penggawa Arema siap berbenah usai kekalahan di kandang atas Bali United. Apalagi, saat ini timnya sedang dalam tren negatif di Super League 2025-2026.
Dalam tiga laga terakhir, anak asuh Pelatih Marcos Santos itu gagal meraih kemenangan usai menang beruntun di tiga laga. Sebelum takluk dari Bali United ini, Arema ditahan imbang Madura United 2-2 dan kalah 1-3 dari Borneo FC Samarinda.
“Kita tahu tanggung jawab kita. Di babak pertama kita lagi-lagi tidak bermain bagus. Kita harus perbaiki itu, kalau kita mau berjuang ke papan atas klasemen,” pungkas pemain asal Kolombia ini. (*/Ra Indrata)




