MALANG POST – Suasana hangat penuh keakraban terasa memenuhi aula Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat acara buka puasa bersama (bukber) insan media pada Kamis 5 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang berbuka, melainkan momen silaturahmi serta refleksi panjangnya hubungan antara kampus dengan para jurnalis yang selama ini menjadi jembatan informasi antara kampus dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa perkembangan kampus tidak bisa dipisahkan dari peran media. Media telah menjadi saluran penting untuk menyampaikan gagasan, inovasi, dan dinamika dunia perguruan tinggi kepada publik.
“Niat baik menjalin komunikasi antara kampus dan media sudah berlangsung lama. Bahkan sejak era kepemimpinan rektor sebelumnya, Prof. Muhadjir Effendy, hubungan dengan insan pers telah terbangun dengan baik,” ujar Nazaruddin.
Ia menambahkan bahwa perubahan di dunia media turut merombak cara masyarakat mengakses informasi. Dahulu, arus utama berupa media cetak mendominasi; kini, siapa saja bisa memiliki platform sendiri dan menyebarkan informasi dengan mudah melalui teknologi.
“Dulu kita mengenal media mainstream, terutama media cetak. Sekarang hampir setiap orang bisa memiliki platform sendiri untuk membagikan berita,” imbuhnya.
Namun, bagi Nazaruddin, peran kampus tetap penting sebagai ruang refleksi sosial yang peka terhadap masalah-masalah masyarakat. Sejak dulu, kampus menjadi tempat lahirnya gagasan melalui forum-forum diskusi yang mendorong perubahan sosial.
“Kampus adalah tempat bertemunya ide dan cita-cita untuk membangun bangsa yang lebih baik. Dari ruang-ruang diskusi di kampus lahir banyak pemikiran tentang perubahan sosial di Indonesia,” katanya.
Nazaruddin juga menegaskan bahwa UMM tumbuh dan berkembang bersama media serta insan pers, yang selama ini menjadi penghubung informasi antara kampus dan publik.
Melalui momentum buka puasa bersama ini, ia berharap hubungan yang erat antara perguruan tinggi dan media terus terjalin. Tujuannya adalah menghadirkan informasi yang konstruktif dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas, terutama dalam masa-masa penuh tantangan dan peluang seperti sekarang.
Kegiatan hari itu diwarnai tawa, obrolan hangat, dan sharing pengalaman antara dosen, mahasiswa, serta rekan-rekan jurnalis. Suara riang anak-anak sekolah pekik di kejauhan, sementara para tamu membahas isu-isu aktual yang sedang berkembang, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan media tetap relevan untuk membentuk wacana publik yang lebih manusiawi dan berimbang. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




