MALANG POST – Sekitar sepuluh bulan, Gildson Pablo de Oliveira Silva, harus meninggalkan Arema FC dan lapangan hijau. Cedera yang didapat di pekan ke-30 Liga 1 musim 2024/2025, memaksa pemain 30 tahun itu harus menjalani perawatan di Brasil.
Ketika itu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Pablo yang diturunkan di posisi gelandang tengah, harus ditarik keluar di menit ke-39. Cedera cruciate ligamen, membuat pemain bernomor punggung 32 itu tidak bisa melanjutkan laga.
Baru pada Super League musim 2025/2026 di putaran kedua, Pablo kembali ke lapangan hijau. Meski secara resmi, namanya sudah didaftarkan kembali sebagai pemain Arema sejak 22 Januari 2026.
Di pekan ke-23 itu, Pablo diturunkan pelatih Marcos Santos, untuk menggantikan Walisson Maia di menit ke-62. Bermain sebagai center defender, meski posisi aslinya adalah center midfielder.
Gelandang dengan nilai pasar Rp1,7 miliar itu, memang harus menjalani operasi lutut di Brasil dan baru kembali ke Arema, Desember 2025. Hanya saja, Pablo tidak bisa langsung diturunkan. Harus menjalani program penguatan selama dua bulan, sebelum benar-benar dipastikan siap tampil.
Itulah sebabnya, meski sudah resmi bisa bermain kembali bersama Arema sejak pekan ke-18, tetapi pemain yang di musim 2024/2025 itu bermain sepanjang 2.204 menit, baru bisa diturunkan di pekan ke-23. Itu pun masih menjadi pemain cadangan, yang turun hanya 28 menit.
“Jelas kami senang dengan kembalinya Pablo ke permainan. Setelah satu tahun, dia akhirnya bisa kembali ke lapangan,” kata Marcos Santos, usai laga.
Sekali pun tampilnya pencetak tiga gol bagi Arema ini belum mampu menyelamatkan Arema dari kekalahan di markas Borneo FC, Marcos menilai kembalinya Pablo penting bagi tim. Pelatih asal Brasil itu berharap, penampilan terbaik bisa diberikan sang pemain di sisa musim ini. Seperti yang diberikan kepada Arema di musim sebelumnya.
Apalagi Pablo Oliveira tidak saja piawai bermain sebagai gelandang bertahan, pemain kelahiran Natal Brasil ini juga bisa berperan sebagai bek tengah. Posisi itu jelas dibutuhkan Arema saat ini, ketika bek tengah andalannya, Walisson Maia, divonis harus istirahat hingga musim ini berakhir.
Setelah kembali mendapatkan posisi di skuadra Singo Edan, Pablo Oliveira pun melihat komposisi pemain musim ini, lebih bagus dibanding Arema FC yang turun di Liga 1 musim 2024/2025.
Menurut pemain yang lama memperkuat Chapecoense ini, keberadaan pemain-pemain asal Brasil, menjadikan Arema memiliki kualitas individu pemain yang lebih bagus. Ditunjang dengan pemain lokal yang sangat mumpuni.
“Banyak pemain bagus dan dengan kualitas tinggi. Tetapi dalam beberapa momen, perlu lebih tenang.”
“Namun menurut saya, tim musim ini lebih bagus daripada musim lalu. Itu pendapat saya,” kata Pablo dikutip dari Wearemania.
Itulah sebabnya, dalam kacamata Pablo Oliveira, meski Arema saat ini berada di papan tengah. Tepatnya di posisi ke-10 klasemen sementara. Tetapi kondisi tersebut tidak bisa dianggap formasi pemainnya biasa-biasa saja.
Terlebih beberapa pemain yang saat ini membela Arema, sudah diketahui kemampuannya. Mereka pernah bersama-sama Pablo Oliveira bermain di Liga Brasil. Sebut saja seperti Valdeci Moreira, Matheus Blade dan Betinho Filho.
“Selama saya di Brasil untuk proses pemulihan cedera, saya selalu menonton pertandingan Arema lewat live streaming.”
“Tentu saja, karena banyak teman saya di tim. Jadi saya harus menonton dan mengikuti pertandingan Arema.”
“Saya memang hanya menonton dari Brasil waktu itu dan tidak melihat latihan tim secara langsung. Tetapi menurut saya, skuad musim ini memang lebih solid,” sebutnya. (*/Ra Indrata)




