DEFENDER: Hansamu Yama Pranata harus jatuh bangun untuk mengawal pertahanan Arema dari gempuran Borneo FC, yang dipandegani Mariano Peralta. Sayang di babak pertama, Arema sudah kebobolan tiga gol. (Foto: Borneo FC Official)
MALANG POST – Melihat permainan Arema FC di pekan ke-23 Super League, saat dikalahkan 1-3 Borneo FC, sepertinya sulit untuk bisa mencapai target berada di posisi lima besar klasemen akhir. Meski masih ada 11 laga yang tersisa dari 34 pekan kompetisi tertinggi di tanah air ini.
Terutama saat melihat penampilan Julian Guevara dan kawan-kawan di babak pertama. Ketika gawang yang dikawal Lucas Frigeri, dibombardir tiga gol tanpa balas. Westherley Garcia Nogueira, mencetak gol di menit ke-7. Disusul brace Juan Felipe Villa Ruiz, masing-masing menit ke-26 dan 42.
Skuadra Singo Edan hanya bisa membalas satu gol. Melalui heading Dalberto Luan Belo di menit ke-64. Karena gol yang dibuat Joel Vinicius di menit ke-84, dianulir wasit Muhammad Tri Santoso, setelah melakukan review on field, pada tayangan VAR.
Di babak pertama, ketika pelatih Arema Marcos Santos, kembali menampilkan formasi yang berbeda di barisan pertahanan, terlihat begitu rapuh serta banyak celah. Tak heran jika gempuran terus terjadi hingga tiga gol sukses dibuat tuan rumah.
Saat laga di Stadion Sengiri, Balikpapan, Kamis (26/6/2026) malam itu, formasi awal yang diturunkan adalah duet defender Walisson Maia dan Hansamu Yama Pranata. Dua bek sayap diisi Rio Fahmi serta Leo Guntara. Kiper Lucas Frigeri.
Gol pertama terjadi karena sayap Arema terlambat dalam menutup pergerakan Westherley Garcia Nogueira, hingga pemain yang akrab disapa Caxambu itu, bisa merangsek masuk dan tinggal berhadap-hadapan dengan Lucas Frigeri.
Meski kiper asal Brasil itu berhasil memblok bola di tiang dekat, namun masih bobol dan masuk ke gawang.
Kemudian brace yang dibuat Juan Villa, tidak lepas dari kelemahan Arema dalam mengantisipasi bola-bola mati, yang juga belum ada penyelesaian. Terlepas dari gol-gol tersebut, juga dihasilkan dari kehebatan Juan Villa dalam mengeksekusi bola.
Satu gol di menit ke-26, dibuat Juan Villa dari tendangan bebas di luar kotak penalti. Meski ada Dalberto dan Rio Fahmi yang menjadi benteng, tapi tendangan melengkung itu tepat bersarang di pojok atas gawang, tanpa bisa dijangkau Lucas Frigeri.
Tetapi pada gol kedua Juan Villa, bisa terjadi karena pemain-pemain Arema memberikan ruang tembak terbuka di daerah pertahanan. Pemain bernomor punggung 20 itu, begitu leluasa menjadi posisi, untuk melepaskan tembakan melengkung yang lagi-lagi tak bisa diblok kiper asal Brasil.
Longgarnya pertahanan Arema, bisa terjadi karena kejelian Borneo FC untuk memancing pemain-pemain Singo Edan, terlalu terkonsentrasi pada pergerakan Mariano Ezequiel Peralta. Tak heran jika dimanapun Peralta berada, selalu berhasil menarik dua hingga tiga pemain Arema untuk mengawal.
Padahal dengan situasi tersebut, memunculkan lubang di daerah pertahanan Arema. Hingga bisa dimanfaatkan oleh Juan Villa, untuk menari-nari di pinggir garis 16 dengan sangat bebas, hingga bisa melepaskan tendangan dahsyatnya.
Masih beruntung Marcos Santos mulai menyadari kondisi tersebut, hingga di babak kedua dilakukan banyak perubahan. Terutama di lini belakang, yang menjadi titik lemah barisan Arema di babak pertama.
Masuknya Johan Ahmat Farizi, Jayus Hariono dan Gustavo Franca Amadio, terbukti berhasil mengubah daya tahan, sekaligus daya serang Arema FC. Leo Guntara dan Julian Guevara yang terlihat tidak maksimal di babak pertama, ditarik keluar.
Walhasil dengan formasi baru tersebut, Arema FC kembali tampil menekan. Hingga bisa menciptakan dua gol, meski satu gol harus dianulir wasit.
Masuknya pemain baru, ditambah mulai panasnya pemain-pemain yang dipertahankan, membuat dua sayap Arema FC, yang selalu menjadi andalan untuk melakukan serangan, kembali hidup dan terus memberikan ancaman.
Apalagi Marcos juga mengubah posisi beberapa pemain. Seperti Gustavo Franca yang banyak beroperasi di sayap kanan, serta menarik Matheus Blade menjadi gelandang bertahan, yang lebih banyak bertugas menghadang gempuran pemain Borneo FC.
Sayangnya permainan pragmatis yang kembali dimunculkan tersebut, sudah sangat terlambat. Disaat pemain-pemain Arema mulai menguasai permainan, Borneo FC pun semakin memperkuat barisan pertahanan. Tuan rumah hanya bisa mengandalkan counter attack, untuk menambah gol.
Hingga akhir laga, barisan pertahanan Arema FC kembali solid hingga tak mampu dijebol lagi oleh Borneo FC. Sedang di lini depan, juga berhasil membuat banyak peluang, meski hanya satu gol yang tercipta. Kedudukan 3-1 menjadi skor kemenangan yang sama diciptakan Borneo FC, seperti saat Pesut Etam mengalahkan Arema di putaran pertama, di Stadion Kanjuruhan. (Ra Indrata)




