MALANG POST – Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto menggaungkan semangat kolaborasi lintas elemen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Batu. Seruan itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi organisasi kepemudaan yang dikemas dalam suasana buka bersama di Senyum World Hotel, kemarin.
Kegiatan yang diinisiasi MPC Pemuda Pancasila Kota Batu tersebut menjadi ruang temu berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, mulai KNPI, HIPMI, Grib, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat NU dan berbagai organisasi lainnya. Forum santai itu sekaligus memperkuat gerakan “Jogo Batu” sebagai komitmen bersama menjaga kota wisata tetap aman dan kondusif.
AKBP Aris menegaskan, menjaga keamanan Kota Batu tidak bisa dilakukan kepolisian seorang diri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda yang dinilai memiliki peran strategis di tengah dinamika sosial.
“Untuk menciptakan Kamtibmas di Kota Batu, Polisi tidak bisa sendiri. Kita perlu sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat. Ayo sama-sama kita ‘Jogo Batu’ biar Batu aman, tertib dan kondusif,” tegasnya.
Menurut dia, momentum Ramadan hingga Idulfitri identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan lonjakan kunjungan wisatawan. Sebagai kota wisata unggulan, Kota Batu harus mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi setiap pengunjung.
Ia menekankan stabilitas kamtibmas menjadi fondasi utama dalam menjaga citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang ramah, tertib, dan berdaya saing. Keamanan, kata dia, bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi hasil kerja bersama antara pemerintah, masyarakat dan komunitas.

JAGA KOTA WISATA: Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto saat bersilaturahmi dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di Kota Batu, ia mengajak untuk bersama-sama menjaga Kota Wisata. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Intinya kita bangun sinergitas. Kota Batu adalah kota wisata, sehingga wisatawan datang ke sini harus merasa lancar, aman dan nyaman,” ujarnya.
Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dialog terbuka antara kepolisian dan organisasi kepemudaan mencerminkan kuatnya kemitraan yang terus dibangun. Kapolres juga membuka ruang kritik dan saran konstruktif dari masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Ia mengakui, dengan jumlah personel sekitar 522 anggota, pengawasan internal tidak mungkin dilakukan secara maksimal tanpa partisipasi publik. Karena itu, peran masyarakat dinilai penting sebagai mitra pengawasan sekaligus pelopor ketertiban lingkungan.
“Tugas kepolisian cukup berat. Kami tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Jika semua menjadi pelopor keamanan, semakin banyak masyarakat yang tertib dan merasa aman,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut mensosialisasikan layanan darurat 110 sebagai kanal pengaduan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian. Layanan itu diharapkan dimanfaatkan secara optimal agar respons terhadap gangguan kamtibmas dapat dilakukan lebih cepat.
Gerakan “Jogo Batu” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan seremonial. Kolaborasi yang terbangun melalui forum seperti ini diharapkan berlanjut dalam aksi nyata, terutama menghadapi momen strategis seperti Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan mobilitas tinggi.
Dengan sinergi antara kepolisian dan elemen pemuda, Kota Batu diharapkan tetap menjadi kota yang aman, tertib, sekaligus semakin dicintai masyarakat maupun wisatawan. Kolaborasi lintas komunitas tersebut menjadi kunci menjaga ritme kota wisata agar tetap hidup tanpa mengabaikan rasa aman warganya. (Ananto Wibowo)




