DUET DUEL: Adu strategi dan taktik sesama pelatih asal Brasil, Fabio Lefundes dengan Marcos Santos, bakal tersaji di Stadion Segiri, Samarinda. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Pekan ke-23 Super League musim 2025/2026 bagi Arema, adalah salah satu dari laga sulit di putaran kedua ini. Bagaimana tidak, disaat skuadra Singo Edan baru saja menemukan kekuatan terbaru, mereka sudah harus berhadapan dengan penghuni tiga besar klasemen sementara.
Kamis (26/2/2026) malam di Stadion Segiri, Samarinda, Arema FC akan dijamu Borneo FC. Sebuah pertandingan, yang menuntut konsentrasi tinggi sepanjang laga, jika Arema ingin mencuri poin.
Di atas kertas, target ideal yang bisa dicapai Arema di kandang Pesut Etam, adalah mencuri poin. Meski untuk bisa meraih poin maksimal, tetap masih memungkinkan.
Karena dalam lima pertemuan terakhir, Arema pernah sekali mengalahkan Borneo di Samarinda. Tepatnya pada pekan ke-32 Liga 1 musim 2023/2024 lalu.
Skornya 2-1 untuk kemenangan Arema. Gol Arema dicetak Julian Guevara di menit-43 dan Charles Lokolingoy di menit ke-53. Satu-satunya gol tuan rumah dilesakkan Habibi Yusuf di menit ke-33.
Tetapi empat pertandingan lainnya, baik kandang maupun tandang, Arema tidak pernah bisa menang. Bahkan pertemuan terakhir di pekan ke-10 Super League, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Arema kalah telak 1-3.
Menyadari fakta sejarah tersebut, pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves tidak mau spekulasi. Hanya pemain yang benar-benar siap, yang diboyong ke Samarinda. Jumlahnya ada 23 pemain. Sembilan diantaranya pemain asing.
Pemain yang masih cedera atau dianggap tidak bisa bermain maksimal, ditinggal di Malang. Seperti Betinho Filho, Valdeci Moreira dan Adi Satryo.
Marcos juga membawa serta tiga mantan Borneo FC, yang saat ini menjadi kekuatan baru dalam skudra Singo Edan. Leo Guntara dan Joel Vinicius, yang memperkuat Arema sejak putaran kedua musim ini. Plus kiper Gianluca Pandeynuwu, yang sempat memperkuat Borneo pada Liga 1 musim 2017/2028 hingga 2022/2023.
Hanya saja peluang terbesar untuk mengisi starting line up, masih ada pada Joel Vinicius dan Leo Guntara. Karena di sektor penjaga gawang, Lucas Frigeri, sepertinya akan menggantikan posisi Adi Satryo.
“Tiga mantan pemain Borneo yang saat ini bersama Arema, adalah pemain-pemain yang bagus. Pemain-pemain yang kita butuhkan dan sangat penting untuk tim.”
“Mereka juga bisa berkolaborasi dengan atmosfer yang akan kita siapkan untuk pertandingan di Samarinda,” ujar Marcos Santos, dalam sesi prematch press conference, Rabu (25/2/2026) sore WIB.
Dalam kacamata pelatih asal Brasil ini, ketiga pemain yang pernah memperkuat Borneo FC, adalah pemain-pemain yang sangat mencintai klubnya. Bahkan mereka juga berperan dalam membawa Borneo FC dari awal hingga saat ini menjadi tim penghuni papan atas.
Apalagi saat ini beberapa pemain Arema FC, tidak bisa diturunkan karena cedera. Posisinya jelas digantikan pemain yang lain. Otomatis juga bakal mengubah formasi tim secara keseluruhan.
“Ketika ada perubahan itulah, mantan pemain Borneo FC itu bisa mengisi formasi yang ditinggalkan pemain kami yang cedera.”
“Mereka juga telah memiliki kepercayaan dari pelatih maupun tim, untuk bisa mengembangkan Arema lebih baik lagi.”
“Mereka tahu bagaimana semangat arema dan kekuatan arema untuk datang ke tempat ini dan memperjuangkan hasil yang terbaik,” tegas pelatih dengan lisensi Pro Conmebol ini.
Di sisi yang lain, Marcos Santos juga mengakui lawan yang bakal dihadapi adalah tim besar dengan kekuatan hebat. Memiliki pelatih yang mumpuni, dengan komposisi pemain-pemain besar.
Borneo FC, sebutnya, juga menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi juara Super League musim 2025/2026 ini. Apalagi dengan kemampuan mereka yang cukup impresif, menjadikan tim asuhan Fabio Lefundes, cukup disegani di musim ini.
“Kami tahu bagaimana kekuatan Borneo. Tetapi kami akan berusaha menjadi lebih kuat, untuk mempersembahkan kemenangan bagi Aremania.”
“Sekalipun demikian, kami tetap menghormati Borneo. Apalagi kami tahu, Borneo adalah salah satu kandidat kuat untuk menjadi juara Super League,” tegas pelatih 48 tahun ini.
Untuk bisa merealisasikan target mencuri poin di Samarinda, Marcos Santos tidak punya pilihan lain, kecuali harus mempersiapan sebuah tim yang benar-benar solid. Arema FC, katanya, tidak lagi boleh melakukan banyak kesalahan, seperti saat berhasil ditahan imbang 2-2 oleh Madura United, di pekan ke-22 Super League.
Persiapan pun sudah dilakukan sebaik mungkin. Meski waktu yang dimiliki dari jeda pekan ke-22 menuju pekan ke-23 tidak terlalu banyak. Salah satunya adalah menyiapkan strategi khusus untuk meredam kekuatan Borneo FC.
“Kami berpikir, kami saat ini berada di posisi yang cukup siap. Kami kami akan membuat sebuah permainan yang besar. Dengan segala hormat kepada Borneo, kami ingin mempersembahkan kemenangan untuk Aremania,” sebutnya.
Pelatih asal Brasil ini merasa bersyukur, karena di putaran kedua memiliki banyak pemain baru dengan kemampuan yang hebat. Bertambahnya pemain baru, baik lokal maupun asing, menjadi modal positif bagi Arema, untuk merealisasikan target mencapai posisi lima besar di klasemen akhir musim 2025/2026 ini.
“Banyak pemain yang datang dan saling bertukar posisi dengan pemain lainnya. Kondisi tersebut menjadi modal yang kuat untuk Arema. Karena kami lebih tahu, bagaimana cara kami bermain dan membuat tim ini semakin kuat dan semakin baik,” kata Marcos.
Hasilnya pun cukup impresif. Dalam lima laga pertama di putaran kedua, Arema hanya sekali kalah dan sekali seri. Tiga laga lainnya berakhir dengan kemenangan. Bahkan clean sheet.
“Tapi kita belum puas dengan pencapaian yang ada saat ini. Kita berharap bisa lebih baik lagi dan kita bisa memberikan perlawanan yang lebih banyak kepada tim tuan rumah, yang akan bermain di depan pendukungnya,” sebutnya.
Marcos Santos juga paham, Borneo FC baru saja menderita kekalahan saat bertemu Dewa United, di pekan ke-22 kemarin. Meski kekalahan, adalah bagian dari pertandingan. Bagian dari sepak bola untuk lebih sempurna.
“Tapi di kandang, mereka sangat kuat. Mereka pasti dalam konsentrasi yang tinggi untuk bisa mengorganisasi permainan. Mereka pasti akan menekan dari awal hingga akhir permainan. Karena sudah pasti mereka tidak lagi mau kalah,” demikian sebutnya. (Ra Indrata)




