MALANG POST – Tren Formula 1 (F1) tengah berada di puncak popularitas. Aksi para pembalap dunia, termasuk Charles Leclerc yang memiliki basis penggemar besar, kerap viral di media sosial dan berhasil menarik perhatian publik lintas usia. Antusiasme itu tak dilewatkan begitu saja oleh Jawa Timur Park (JTP) Group.
Melalui Museum Angkut, inovasi kembali dihadirkan dengan menyuguhkan pengalaman balap kelas dunia lewat wahana F1 Racing Experience, simulator F1 pertama di Asia yang mengusung sensasi berkendara di Pertamina Mandalika International Circuit.
Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S Ariyanto mengungkapkan, bahwa F1 Area Museum Angkut sejak awal menjadi magnet kuat bagi pengunjung. Area ini pertama kali dibuka pada 2016 dan terus berkembang mengikuti tren otomotif global.
“Memasuki 2026, F1 Area kami perbarui total. Pengunjung kini bisa merasakan pengalaman balap yang jauh lebih realistis dan imersif, mendekati sensasi pembalap profesional,” ujar Titik, Selasa (27/1/2026).
Simulator unggulan bertajuk The Asia’s First Real F1 Simulator Car menjadi daya tarik utama. Dengan tambahan biaya Rp50 ribu di luar tiket masuk Museum Angkut, pengunjung dapat merasakan pengalaman menjadi pembalap F1 selama 10 menit menggunakan game simulator terbaru edisi 2025, yang sebelumnya masih menggunakan versi 2022.
Dari sisi spesifikasi, wahana ini dirancang serius. Simulator dilengkapi steering wheel SIMAGIC FX Pro, wheelbase Alpha EVO Pro, serta visual tiga monitor berukuran 65 inci. Kombinasi tersebut menghadirkan sensasi berkendara yang nyata, baik dari sisi visual, suara, hingga respons kontrol.

BALAPAN: Jatim Park Group melalui Museum Angkut menghadirkan sensasi balap F1 di Mandalika lewat simulator F1 perfama di Asia. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tak hanya untuk pengunjung dewasa, F1 Area Museum Angkut juga ramah anak. Tersedia Karting Simulator Kids yang diperuntukkan bagi anak dengan tinggi badan di bawah 150 sentimeter. Dengan tambahan biaya Rp40 ribu, anak-anak dapat menikmati pengalaman balap gokart selama empat lap dalam waktu tujuh menit dengan visual sirkuit F1.
Museum Angkut juga menghadirkan Ferrari Training Device GT 488 – Pertamina Mandalika International Circuit, simulator terbaru yang mengajak pengunjung menjajal sirkuit kebanggaan Indonesia.
Pengembang F1 Area Museum Angkut sekaligus pembalap nasional Indonesia, Glenn Sumendap menjelaskan, bahwa simulator ini menggunakan visual Ferrari 488 Challenge EVO. Perangkatnya dilengkapi steering wheel SIMAGIC GT Neo, wheelbase MOZA Racing R5, serta pedal plate OMP GT.
“Sensasi mobil balap GT semakin terasa karena simulator ini dilengkapi roll cage berbahan besi seamless, fitur keselamatan, hingga button box asli. Jadi pengunjung benar-benar merasakan atmosfer mobil balap sesungguhnya,” papar Glenn.
Seluruh wahana simulator di F1 Area Museum Angkut dirancang dengan sistem perhitungan waktu yang mendekati kondisi balapan nyata. Konsepnya pun dibuat bertahap, menyerupai proses peningkatan kemampuan mengemudi.
“Mulai dari Karting Simulator Kids, naik ke Ferrari Training Device GT 488, hingga puncaknya di F1 Racing Experience,” jelas Glenn.

Meski menghadirkan sensasi profesional, wahana ini tetap ramah bagi pemula. Setiap simulator didampingi oleh guide yang siap membantu pengunjung. F1 Area juga menyediakan persewaan baju balap seharga Rp20 ribu bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen dengan nuansa pembalap.
Lebih jauh, Glenn menyebut kehadiran F1 Area juga memiliki misi edukatif dan sosial. “Tujuan kami adalah mewadahi penggemar balap agar tidak menyalurkan hobi lewat balap liar. Simulator ini memberikan sensasi berbeda dengan spesifikasi terbaik, sehingga pengunjung benar-benar merasakan pengalaman mengemudi mobil balap sungguhan. Ke depan, kami berharap bisa menambah simulator baru lagi,” ujarnya.
Antusiasme pengunjung pun terlihat dari beragam tanggapan positif. Tristan, pelajar SMP asal Purwokerto, mengaku terkesan dengan wahana tersebut. “Biasanya cuma main atau nonton game balap. Tapi di Museum Angkut ini rasanya paling keren, seperti benar-benar masuk mobil balap sungguhan,” katanya.
Dengan konsep yang memadukan edukasi, hiburan dan teknologi kelas internasional, F1 Area Museum Angkut diharapkan menjadi daya tarik unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata tematik berkelas dunia. (Ananto Wibowo)




