
BERSAMA: Valdeci (tengah) dan Paulinho (kanan) ketika melakukan pemanasan di Stadion Kanjuruhan, sesaat setelah resmi diperkenalkan sebagai rekrutan terbaru Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Kompetisi Liga 1 musim 2025/2026, Agustus 2025 mendatang, bakal kental nuansa Brasil di skuadra Singo Edan. Paling tidak dari delapan pemain asing yang boleh didaftarkan, tujuh diantaranya berasal dari Brasil.
Saat ini, Arema FC sudah memperpanjang masa pengabdian Julian Guevara (Kolombia). Ditambah Dalberto Luan Belo, Thales Lira dan Lucas Frigeri, semuanya dari Brasil.
Sebenarnya ada satu pemain lagi dari Brasil, Pablo Oliveira, yang kontraknya juga diperpanjang.
Sayangnya gelandang jangkar itu tengah dalam proses penyembuhan. Butuh waktu sekitar sembilan bulan, untuk bisa kembali ke lapangan. Manajemen Arema FC pun memutuskan untuk tidak mendaftarkan sebagai pemain Arema FC.
Praktis untuk melengkapi komposisi tim, didatangkan empat pemain baru dari Brasil. Dua diantaranya sudah dikenalkan secara resmi lewat media sosial klub.
Yakni Valdeci Moreira da Silva, seorang gelandang serang yang juga bisa menjadi penyerang sayap. Serta Paulo Roberto Moccelin, pemain yang menempati posisi second striker.
Kehadiran Paulo, diharapkan bisa mengisi posisi Wiliam Marcilio, yang saat ini bergabung dengan Persib Bandung.
“Paulinho Moccelin, winger baru Singo Edan asal Brasil!” tulis akun media sosial @aremafcofficial, saat memperkenalkan si pemain, Kamis (26/6/2025) sore.
“Selamat datang Valdeci. Samba mania, mantap! Gelandang serang kita siap, bolo! Selamat datang di Bumi Arema, Valdeci,” tulis @aremafcofficial, untuk menyambut Valdeci.
Valdeci maupun Paulinho, sama-sama bermain di Liga Brasil Serie C musim lalu. Bedanya, Valdeci pernah bermain di Divisi 2 Liga Paraguay selama beberapa musim. Sedangkan Paulinho, baru kali ini memperkuat klub di luar kampung halamannya.
Paulinho berusia 31 tahun, sebelumnya bermain di Brusque Futebol Clube. Sedang Vadeci yang genap 30 tahun, bermain untuk Associacao Olimpica de Itabaiana.
Paulinho pernah mengangkat trofi juara Liga Brasil Serie B 2019-2020 bersama Associacao Chapecoense de Futebol. Sementara Valdeci belum pernah meraih titel juara dalam karier sepak bolanya.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyebut, alasan diambilnya Valdeci karena Arema FC perlu pemain yang bisa mengatur serangan. Demi mempertajam kekuatan lini depan Arema FC.
Selain itu, Inal juga mengakui jika kehadiran dua pemain tersebut, adalah rekomendasi pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, yang juga baru didatangkan dari Brasil.
Karenanya, kedua pemain itu langsung dibawa ke Malang, ketika Marcos Santos menemukan kesepakatan kerjasama dengan Arema FC.
Bahkan saat perkenalan dengan tim Arema FC, Marcos Santos, Valdeci dan Paulinho, bersama-sama datang ke Stadion Kanjuruhan.
Bedanya saat latihan Kamis (26/6/2025) sore di Stadion Kanjuruhan, kedua pemain sudah memakai kostum latihan dan ikut pemanasan bersama Johan Ahmat Alfarizie dan kawan-kawan.
Sementara Marcos Santos, baru memulai kiprahnya sebagai pelatih Arema FC, saat menggelar latihan Jumat (27/6/2025) pagi di Lapangan Wonoayu.
“Mereka adalah permintaan dari pelatih. Pelatih sendiri yang membawanya untuk bisa bergabung dengan Arema FC.”
“Dari hasil tes media, keduanya juga dalam kondisi sehat dan fit. Jadi mereka siap mengikuti latihan dan tampil di Piala Presiden,” kata Inal.
Pertimbangan lain yang diambil manajemen Arema FC, menyangkut ketersediaan pemain asing yang pernah atau sedang bermain di Indonesia. Di masa-masa pembentukan tim seperti saat ini, sangat sulit mencari pemain bagus.
Itulah sebabnya, Arema FC mencari pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia. Sekalipun pemain itu berasal dari kasta ketiga Liga di Brasil. Namun diyakini tetap akan mampu bersaing dengan pemain asing lainnya.
Karena itulah, Inal yakin, dua rekrutan baru tersebut akan bisa langsung on fire di Liga 1. Selain punya pengalaman, secara stamina juga masih terjaga. Keduanya juga masih bermain di Liga Brasil hingga awal Juni kemarin. Tinggal bagaimana mereka beradaptasi dengan sepak bola Indonesia. (*/Ra Indrata)