MALANG POST – Unisma merayakan Lustrum IX Dies Natalis ke-45 melalui jalan sehat di halaman kampus, Minggu (8/11/2026), yang dihadiri ratusan sivitas akademika dan masyarakat guna memperkuat komitmen pengabdian sosial, pembinaan 100 UMKM, serta percepatan target World Class University 2027.
Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar jalan sehat untuk memeriahkan Lustrum IX Dies Natalis ke-45, Minggu (8/11/2026). Kegiatan yang dipusatkan di halaman kampus Unisma tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, hingga masyarakat umum.
Mengusung tema “45 Tahun Mengabdi untuk Negeri, Terbang Melesat Menuju Kampus Berkelas Dunia”, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.
Suasana berlangsung meriah dengan antusiasme peserta. Pembagian berbagai doorprize dan hiburan turut menambah semarak kegiatan. Selain menjaga kebugaran, jalan sehat ini menjadi momentum mempererat kebersamaan keluarga besar Unisma dengan masyarakat sekitar.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Universitas Islam Malang periode 2025–2029, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T., M.P., mengatakan bahwa peringatan Lustrum IX tidak sekadar menjadi ajang mengenang perjalanan 45 tahun pengabdian Unisma, melainkan juga momentum memperkuat komitmen menuju masa depan.
Bersama jajaran yayasan, pihaknya memohon doa restu masyarakat agar Unisma semakin berkembang dan mampu mewujudkan cita-cita menjadi kampus berkelas dunia.
“Di usia ke-45 ini, kami berharap Unisma semakin maju dan memberikan kontribusi lebih besar bagi negeri. Kami juga memohon doa restu agar cita-cita menuju kampus berkelas dunia dapat terwujud,” ujarnya.

MERIAH: Suasana jalan sehat untuk memeriahkan Lustrum IX Dies Natalis ke-45, Minggu (8/11/2026). (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Komitmen pengabdian tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari kegiatan sosial, pendampingan UMKM, hingga penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Wakil Rektor II Bidang Umum, Personalia, dan Keuangan Unisma, Dr. H. Ronny Malavia Mardani, S.E., M.M., M.O.S., menjelaskan bahwa salah satu program sosial yang dijalankan adalah donor darah bekerja sama dengan BCA. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Unisma terhadap masyarakat.
Selain itu, melalui Lembaga Pengembangan Kelompok Inovatif dan Bisnis (LPKIB), Unisma melakukan pembinaan terhadap sekitar 100 tenant dari kalangan masyarakat umum. Pendampingan meliputi pengembangan kapasitas usaha hingga membuka akses pembiayaan melalui kemitraan dengan perbankan.
“Kami tidak hanya memberikan pendampingan usaha, tetapi juga berupaya menghubungkan pelaku UMKM dengan mitra perbankan agar memperoleh dukungan pembiayaan. Harapannya, usaha mereka semakin berkembang,” jelas Ronny.
Unisma juga berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan lokakarya (workshop) manajemen Koperasi Merah Putih. Program berskala nasional tersebut diikuti oleh sekitar 600 manajer koperasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini terlaksana melalui sinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar serta dukungan sejumlah mitra perbankan, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah.
Ronny menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen Unisma agar keberadaan perguruan tinggi tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan akademik, melainkan juga berdampak langsung terhadap masyarakat luas.
Di sisi lain, Unisma terus memperkuat langkah menuju target World Class University pada 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi, perluasan kerja sama internasional, serta penguatan jejaring dengan dunia industri.
“Kami ingin seluruh elemen Unisma, mulai dari sivitas akademika hingga alumni, bergerak bersama untuk mencapai cita-cita World Class University,” tegasnya.
Melalui momentum Dies Natalis ke-45, Unisma berharap semangat pengabdian yang telah dibangun selama ini semakin kuat. Sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kontribusi kepada masyarakat, dan memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




