KEBOBOLAN: Walisson Maia berebut bola dengan Dimitar Mitkov. Striker Madura United asal Bulgaria itu, sukses mempecundangi benteng Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC tidak hanya harus menerima kekalahan telak 0-3 dari Madura United, tetapi juga dihantam krisis badai cedera dua legiun asing utama serta ancaman tergusur ke papan bawah klasemen sementara Super League 2026/2027, Jumat (06/11/2026) malam.
Nasib apes seolah tak berhenti menimpa skuat Singo Edan, saat melakoni laga tandang ke Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Selain harus pulang dengan tangan hampa, akibat ditekuk tiga gol tanpa balas oleh tuan rumah Madura United pada Jumat (6/11/2026) malam, Arema FC harus membayar mahal laga tersebut.
Dua pilar asing andalan tim asuhan Andre Caldas, terpaksa menyudahi pertandingan lebih awal, akibat mengalami cedera serius di dalam lapangan.
Petaka pertama menimpa penyerang tajam asal Brasil, Raianderson da Costa Morais alias Careca.
Striker yang diharapkan mampu mendulang gol tersebut, terlibat benturan keras dengan pemain bertahan Madura United saat laga baru berjalan 35 menit.
Careca meringis kesakitan dan tak mampu melanjutkan laga, sehingga posisinya terpaksa digantikan oleh Samuel Otusanya.
Kondisi jauh lebih mengkhawatirkan dialami oleh gelandang bertahan kawakan, Roberto Pimenta Vinagre Filho atau Betinho.
Pada menit ke-84, Betinho mengalami benturan hebat di tengah lapangan saat mencoba memutus alur serangan lawan.
Pemain bernomor punggung 18 tersebut, bahkan tidak mampu berdiri dan harus ditandu keluar lapangan oleh tim medis.
Posisi Betinho kemudian digantikan oleh pemain muda Hamzah Titofani di sisa waktu pertandingan.
Cedera tak terduga dua legiun asing ini merusak seluruh skema pergantian pemain yang dirancang oleh pelatih kepala.
Posisi Klasemen Terancam Terperosok
Kekalahan keempat dari sembilan laga yang telah dilakoni di musim 2026/2027 ini, membuat posisi Arema FC makin terpuruk di tangga klasemen sementara.
Saat ini, Singo Edan masih tertahan di peringkat ke-11 dengan koleksi sembilan poin.
Namun, posisi tersebut berada dalam ancaman bahaya yang sangat nyata.
Tiga tim di bawah Arema FC—yakni PSM Makassar, Borneo FC, dan Garudayaksa FC—kompak menempel ketat dengan mengantongi tabungan poin yang sama persis, yaitu sembilan poin.
Lebih mengkhawatirkan lagi, ketiga tim pesaing tersebut masih menyisakan satu pertandingan lebih banyak (saving match) ketimbang Arema FC.
Jika ketiga tim tersebut mampu meraih poin pada laga tunda mereka, Arema FC dipastikan bakal terseret masuk ke zona papan bawah dekat area merah.
Kejelian arsitek Madura United, Jose Manuel Gomes da Silva, dalam membaca kelengahan mental pertahanan Arema FC, benar-benar memberi pelajaran pahit bagi Andre Caldas.
Soroti Mental dan Rencana Libur Jeda
Pemain muda Arema FC, Mauro Nils Zilstra, mengakui bahwa pertandingan melawan Madura United berjalan sangat berat bagi seluruh anggota tim.
Minimnya kreasi peluang di sepertiga lapangan lawan, membuat para pemain kesulitan mengembangkan permainan.
Mauro menegaskan, seluruh pemain bertekad memanfaatkan masa jeda kompetisi untuk menggembleng kembali mentalitas bertanding.
“Ini pertandingan yang sangat sulit, kami tidak bisa menciptakan banyak peluang. Sekarang ada waktu libur, kami harus membangun kembali mental dan kekuatan tim untuk laga berikutnya melawan PSS Sleman,” kata Mauro Zilstra.
Menghadapi jeda kompetisi FIFA Matchday selama 14 hari ke depan, pelatih Andre Caldas mengambil keputusan untuk memberikan jatah libur beberapa hari kepada seluruh pemain.
Caldas menyadari akan ada pihak yang mempertanyakan keputusannya memberikan jatah libur di tengah tren hasil buruk yang didapat tim.
Namun menurutnya, padatnya jadwal bertanding dalam dua pekan terakhir telah menguras fisik dan mental para pemain secara ekstrem.
Waktu istirahat dipandang sebagai bagian penting dari proses pemulihan mental (mental recovery) agar para pemain tidak tertekan secara berlebihan.
Caldas meminta anak asuhnya memanfaatkan jatah libur untuk merenungi tanggung jawab masing-masing atas hasil minus yang diraih.
“Para pemain perlu beristirahat dan memikirkan apa yang terjadi. Mereka harus mengambil tanggung jawab. Ketika kembali nanti, kami harus jauh lebih kuat dan siap meraih poin kembali,” pungkas Andre Caldas optimistis. (Ra Indrata)




