LANGGANAN TERBAIK: Jajaran guru SDN 1 Simojayan Ampelgading, berpose di depan deretan piala prestasi. Sekolah ini berhasil mempertahankan Juara 1 O2SN lompat jauh tingkat Kabupaten Malang. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
MALANG POST – Prestasi olahraga tidak lahir dalam semalam. Di balik gelar juara, ada latihan rutin, pendampingan guru, dan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi sejak dini. Upaya itulah yang terus dibangun SDN 1 Simojayan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Sekolah tersebut kembali menorehkan prestasi dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Malang. Friska Debora Putri berhasil meraih juara pertama cabang olahraga lompat jauh tingkat sekolah dasar (SD).
Capaian ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus dorongan untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet pelajar.
Kepala SDN 1 Simojayan Suliadi, S.Pd., mengatakan, pihak sekolah bersama para guru dan pendamping memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil meraih prestasi. Penghargaan itu diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk mengikuti jejak kakak kelasnya.
“Saya sebagai kepala sekolah bersama majelis dan guru pendamping memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi. Ini adalah salah satu bentuk untuk memotivasi mereka agar adik kelasnya bisa mengikutinya,” kata Suliadi, Kamis (29/10/2026).
Latihan Rutin untuk Cetak Atlet
Pembinaan olahraga menjadi salah satu perhatian sekolah. Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Guyub Hariadi, S.Pd., menjelaskan, mempertahankan prestasi membutuhkan latihan yang terarah serta pendampingan berkelanjutan.
Bersama Ajie Sucakmono, S.Pd., yang juga mengajar PJOK di sekolah tersebut, Guyub mengatur waktu khusus untuk mendampingi siswa. Latihan dilakukan setiap hari dengan melibatkan siswa dari kelas kecil hingga kelas besar.
Pembagian tugas disesuaikan dengan pengelompokan kelas. Guyub menangani kelas A, sedangkan Ajie mendampingi kelas B.
“Karena kelasnya masih paralel, saya pegang kelas A dan Pak Ajie di kelas B,” jelasnya.
Menurut Guyub, pembinaan atletik perlu didukung fasilitas yang memadai dan pemenuhan nomor perlombaan sesuai ketentuan O2SN. Selain itu, guru perlu menerapkan strategi latihan yang terstruktur, menyenangkan, dan berkesinambungan agar potensi siswa dapat berkembang.
Pendampingan sejak kelas rendah juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon atlet untuk kompetisi berikutnya. Dengan latihan yang konsisten, siswa diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun disiplin dan semangat berkompetisi.
Guyub dan Ajie mengapresiasi kerja keras siswa serta dukungan para guru dalam proses pembinaan. Mereka berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan olahraga.
Perkuat Karakter melalui Ngaji dan Pramuka
Selain olahraga, SDN 1 Simojayan juga menjalankan program Sekolah Plus Ngaji (SPN). Program ini bertujuan membiasakan siswa membaca dan mempelajari Al-Qur’an sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
Sekolah yang berada di dekat Kantor Desa Simojayan tersebut juga memberikan pendampingan belajar secara individual dan intensif di luar jam pelajaran reguler. Pendampingan ini menjadi upaya membantu siswa mengembangkan kemampuan akademik sesuai kebutuhan masing-masing.
Suliadi juga mendorong para guru mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka sejak golongan Siaga. Menurutnya, kegiatan kepramukaan dapat menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, dan kerja sama.
Upaya tersebut turut membuahkan hasil. Dalam lomba Pramuka di Lebakharjo pada Agustus lalu, SDN 1 Simojayan berhasil membawa pulang delapan trofi.
Rangkaian kegiatan olahraga, keagamaan, akademik, dan kepramukaan itu menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan kemampuan siswa secara menyeluruh.
Bagi SDN 1 Simojayan, keberhasilan Friska meraih juara O2SN bukan sekadar capaian individu. Prestasi tersebut diharapkan menjadi awal bagi lahirnya atlet-atlet muda berikutnya yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




