BELUM BERUNTUNG: Striker RANS FC asal Norwegia, Jan Martin Hoel Andersen, memiliki beberapa peluang emas. Sayang belum bisa dikonversi jadi gol. (Foto: RANS Nusantara FC Official)
MALANG POST – RANS Nusantara FC harus puas berbagi satu poin, usai ditahan imbang tanpa gol (0-0) oleh Kendal Tornado FC pada pertandingan Pekan ke-8 Pegadaian Championship (Liga 2) 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (29/10/2026) sore.
Persaingan memperebutkan takhta puncak klasemen sementara Liga 2 musim 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, berlangsung sengit.
Tuan rumah RANS Nusantara FC maupun tim tamu Kendal Tornado FC, sama-sama mengusung misi wajib menang demi mendulang poin penuh.
Sejak peluit kick-off ditiup wasit Abdul Aziz, kedua tim langsung memperagakan jual beli serangan terbuka.
RANS FC tampil memikat pada babak pertama, lewat alur kombinasi umpan pendek.
Namun, rapatnya lini pertahanan Laskar Badai Pantura membuat 45 menit pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, koordinasi antarlini Kendal Tornado justru terlihat lebih hidup dan mendominasi jalannya laga.
Petaka bagi RANS FC terjadi mulai menit ke-52 saat, Kendal Tornado menggempur pertahanan tuan rumah secara bergelombang.
Beruntung, kiper RANS FC, Ditea Dwi Cahya, tampil sangat impresif di bawah mistar gawang.
Ditea setidaknya mencatatkan empat kali penyelamatan krusial (saves), termasuk menepis dua peluang emas lawan yang berawal dari skema sepak pojok.
Gempuran bertubi-tubi Kendal Tornado bahkan tercatat enam kali menghantam tiang dan mistar gawang RANS FC.
Hingga tambahan waktu enam menit berakhir, pertandingan yang disaksikan 160 penonton di stadion itu ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Dilema Duel Atas dan Tinggi Badan
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan (post-match press conference), pelatih kepala RANS FC, Kas Hartadi, tetap mengapresiasi perjuangan pantang menyerah anak asuhnya.
Kas secara terbuka mengakui bahwa anak asuhnya, kalah telak dalam duel-duel bola udara (aerial duels).
Faktor utama penyebab ketimpangan tersebut, adalah postur jangkung yang dimiliki mayoritas legiun Kendal Tornado FC.
Sambil melontarkan kelakar khasnya, Kas menyebut persoalan tinggi badan pemain bukan hal yang bisa dilatih di lapangan.
”Pertandingan tadi sangat luar biasa dan enak ditonton. Terima kasih kepada pemain RANS yang sudah bekerja keras.”
“Memang kita kalah dalam duel atas karena pemain Tornado tinggi-tinggi. Masalahnya, saya tidak bisa melatih tinggi badan pemain,” ujar Kas Hartadi, Kamis (29/10/2026).
Penyelamat RANS FC di lapangan, Ditea Dwi Cahya, menyukuri raihan satu poin meski timnya gagal mengamankan kemenangan kandang.
Kiper muda tersebut membeberkan, ketenangan dan fokus tinggi di sepanjang laga, menjadi kunci utamanya dalam meredam gelombang serangan lawan.
”Pertandingan hari ini sangat ketat. Teman-teman sudah berjuang sangat keras. Alhamdulillah kami masih diberi rezeki satu poin,” kata Ditea.
Fokus Kebugaran Tatap Laga Kontra Arema
Raihan satu poin ini memang menahan langkah RANS FC untuk mengudeta posisi pemuncak klasemen sementara.
Namun, Kas Hartadi menegaskan bahwa hasil imbang ini tetap memperpanjang rekor tak terkalahkan (unbeaten) RANS FC dalam lima laga terakhir.
Evaluasi menyeluruh bakal segera dilancarkan guna membenahi penyelesaian akhir di lini depan.
RANS FC kini harus langsung mengalihkan fokus persiapan, melakoni laga krusial empat hari mendatang menghadapi tim sehati asal Malang, Arema FC, di turnamen I.League Cup 2026/2027.
Mengingat mepetnya waktu jeda antarpertandingan, Kas memprioritaskan pemulihan kondisi fisik dan kebugaran para pemain utama.
”Target kami di setiap pertandingan tentu harus menang. Menghadapi Arema FC empat hari lagi, yang paling utama adalah menjaga kebugaran fisik pemain,” pangkas Kas Hartadi mantap. (Ra Indrata)




