MALANG POST – Pertumbuhan ekonomi Kota Batu pada Triwulan II 2026 melonjak hingga 5,76 persen disokong pergerakan sektor jasa dan pariwisata, sekaligus mengukuhkan posisi Kota Batu di Batu, Rabu (28/10/2026), sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah se-Jawa Timur sebesar 2,84 persen.
Tren pertumbuhan ekonomi Kota Batu menunjukkan kurva positif yang signifikan. Pada Triwulan II 2026, laju perekonomian kota wisata ini tumbuh pesat mencapai 5,76 persen. Pada periode yang sama, angka kemiskinan tercatat berhasil ditekan menjadi 2,84 persen dari sebelumnya 2,86 persen pada 2025.
Capaian tersebut menjadi modal krusial bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk memperkuat pembangunan daerah berorientasi kesejahteraan masyarakat. Terlebih, berdasarkan rekapitulasi data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Batu menempati peringkat dengan tingkat kemiskinan terendah di Jawa Timur, mengungguli Kota Surabaya yang berada di posisi kedua sebesar 3,56 persen.
Data perkembangan indikator makro ekonomi tersebut dipaparkan secara resmi oleh Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, kepada Wali Kota Batu Nurochman serta Wakil Wali Kota Heli Suyanto.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Batu ditopang oleh kinerja sejumlah sektor unggulan. Sektor jasa mencatat laju pertumbuhan tertinggi sebesar 9,17 persen, disusul lapangan usaha perdagangan 7,10 persen, serta sektor pertanian sebesar 3,44 persen,” terang Herlina, Rabu (28/10/2026).

PEMAPARAN: BPS Kota Batu saat melakukan pemaparan pertumbuhan ekonomi Kota Batu dan angka tingkat kemiskan kepada Wali Kota Batu Nurochman. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Herlina menambahkan, eskalasi aktivitas pariwisata menjadi penggerak utama multiplier effect ekonomi daerah. Lonjakan kunjungan wisatawan, terutama pada periode libur sekolah, berdampak langsung pada rantai bisnis perdagangan, industri kuliner, perhotelan, hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menanggapi laporan data BPS tersebut, Wali Kota Batu, Nurochman, menggarisbawahi bahwa pertumbuhan angka makro ekonomi harus diimbangi dengan pemerataan manfaat secara nyata di tingkat tapak.
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti sebagai angka statistik belaka. Penanggulangan kemiskinan wajib dieksekusi secara tepat sasaran melalui pemutakhiran data terpadu dan penguatan program pemberdayaan ekonomi keluarga,” tegas Cak Nur—sapaan akrab Nurochman.
Capaian laju pertumbuhan 5,76 persen pada Triwulan II 2026 ini sekaligus menandai kebangkitan tren ekonomi Kota Batu setelah sempat melambat dari 5,04 persen pada 2024 menjadi 4,85 persen pada 2025 lalu. (Ananto Wibowo)




