MALANG POST – Universitas Brawijaya menggelar DIPA MediArt Festival 2026 di Gazebo Raden Wijaya UB, Malang, Selasa (27/10/2026), memadukan seni media dan teknologi digital melalui pertunjukan video mapping, pameran imersif, serta pasar kreatif guna memperkuat ekosistem industri berbasis kebudayaan.
Kota Malang kembali menjadi ruang temu antara seni ekspresi dan kemajuan teknologi melalui perhelatan DIPA MediArt Festival 2026. Mengusung tema “Where Art Meets Technology”, festival seni media ini menghadirkan pengalaman artistik yang tidak hanya memanjakan visual, melainkan juga dapat dieksplorasi secara interaktif oleh publik.

JUMPA PERS: Wakil Rektor IV Prof. Andi Kurniawan diapit Executive Director DIPA MediArt Festival 2026 Dr. Redy Eko Prasetyo dan Sekun UB. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Festival yang dipusatkan di Gazebo Raden Wijaya, Universitas Brawijaya (UB), tersebut berlangsung pada 27 Oktober hingga 2 November 2026. Beragam agenda dikurasi secara terpadu, mulai dari pertunjukan pemetaan video (video mapping), pameran imersif (immersive exhibition), bincang seni (talk show), hingga pasar kreatif (creative market) yang melibatkan para kreator lokal.
Pembukaan festival dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026), sedangkan pameran dibuka untuk umum mulai 28 Oktober hingga 2 November 2026, saban hari pukul 09.00–21.00 WIB melalui akses gerbang Jalan Veteran UB.
Direktur Eksekutif (Executive Director) DIPA MediArt Festival 2026, Dr. Redy Eko Prasetyo, S.Psi., M.I.Kom., menjelaskan bahwa festival ini merangkul beragam karya yang memadukan permainan cahaya, visual, dan teknologi digital.

“Daya tarik utama festival ini adalah Video Mapping Festival, yakni atraksi pencahayaan visual pada relief arsitektur ruang untuk menyajikan instalasi seni berkelas. Selain itu, pengunjung disuguhkan Immersive Exhibition & Gallery agar dapat meresapi karya seni secara langsung,” terangnya, Selasa (27/10/2026).
Pada malam pembukaan, rangkaian acara dimeriahkan seni tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unitantri UB dan pertunjukan performatif (art performance) dari Kamateatra Art Project, yang dirangkaikan dengan penganugerahan pemenang Video Mapping Contest.
UB Dorong Ekosistem Seni Berbasis Teknologi
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UB, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc., menyampaikan bahwa penyelenggaraan DIPA MediArt Festival 2026 merupakan wujud nyata ikhtiar universitas dalam membangun ekosistem seni media berbasis teknologi (new media art).

Menurut Andi, akselerasi peradaban tidak cukup hanya ditopang oleh perkembangan sains dan teknologi. Kehadiran seni memegang peranan vital dalam memperkaya nilai humanisme dan kebudayaan manusia.
“Masa depan tidak hanya dibentuk oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga oleh seni dan komitmen untuk mengapresiasinya. Sintesis kedualah yang mengantarkan kita menuju kemuliaan peradaban,” tegas Andi.
Ia menambahkan, UB mengemban mandat sebagai pionir pembaharu yang bertumpu pada pengembangan industri berbasis kebudayaan. Langkah ini sejalan dengan visi Brawijaya Mengglobal sekaligus memperkuat posisi Kota Malang dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network). (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




