MALANG POST – Penyerang muda berpaspor Nigeria, Oluwasegun Samuel Otusanya, menjelma menjadi supersub paling mematikan bagi Arema FC usai mencatatkan dua gol kilat beruntun dari bangku cadangan hingga Pekan ke-7 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Selasa (27/10/2026).
Status penyerang cadangan, tidak pernah menyurutkan daya ledak pilar asing Arema FC, Oluwasegun Samuel Otusanya.
Penyerang muda berkebangsaan Nigeria tersebut, membuktikan efektivitas luar biasa setiap kali diberi kepercayaan merumput dari bangku cadangan (bench).
Hingga bergulirnya Pekan ke-7 kompetisi Super League 2026/2027, Otusanya telah membukukan lima kali penampilan bersama tim kebanggaan Arek-arek Malang.
Dari total lima laga tersebut, dua di antaranya diperayakan sebagai starter utama, sementara tiga laga lainnya dijalani sebagai pemain pengganti.
Menariknya, kesempatan masuk dari bangku cadangan, justru melahirkan sumbangan gol-gol krusial bagi Singo Edan.
Dari tiga penampilannya sebagai supersub, dua di antaranya sukses dikonversi menjadi gol instan.
Pemilik kostum bernomor punggung 34 ini, hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit berada di lapangan sebelum mengoyak jala gawang lawan.
Gol kilat pertamanya lahir saat berhadapan dengan Bhayangkara FC pada menit ke-60 yang sekaligus menjadi gol debutnya bersama Arema.
Skema kilat serupa terulang saat Otusanya dimasukkan pada babak kedua melibas Dewa United FC.
Menariknya, kedua gol kilat tersebut sama-sama tercipta di atas rumput keramat Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Statistik Mengagumkan Tembakan Tepat Sasaran
Catatan statistik yang dikantongi Otusanya, terbilang sangat impresif untuk ukuran penyerang muda.
Merujuk data resmi I.League, Otusanya tampil dalam 5 pertandingan dengan total durasi 197 menit bermain.
Mengemas dua gol dalam rentang waktu tersebut, membuat rasio produktivitasnya berada di angka fantastis: satu gol per 99 menit bermain.
Sektor efektivitas tembakannya bahkan menyentuh angka yang teramat istimewa.
Dari tiga kali percobaan tembakan yang dilepaskannya, dua di antaranya mengarah tepat ke sasaran (shot on target) dan berbuah gol.
Artinya, rasio conversion rate serta efektivitas tembakan tepat sasarannya menyentuh angka mutlak 100 persen.
Tidak sekadar tajam dalam urusan finishing, Otusanya aktif terlibat membangun serangan tim dengan mengemas 43 umpan sukses dari 56 percobaan (akurasi 76,8 persen).
Di sektor pertahanan garis depan, pemain berusia 22 tahun ini membukukan 3 tekel sukses, 3 intersepsi, serta 2 kali sapuan bola.
Pemain Asing Termuda Keempat dan Filosofi Kerja Keras
Berstatus sebagai young guns, Otusanya tak hanya menjadi pilar asing termuda di dalam skuad Singo Edan.
Ia resmi tercatat dalam jajaran empat besar legiun impor termuda yang merumput di panggung BRI Super League musim ini.
Usianya saat ini berada di angka 22 tahun lebih 3 bulan.
Posisi puncak pemain impor termuda ditempati penggawa Madura United Jasey Wehrmann (21 tahun 3 bulan), disusul Gali Freitas (21 tahun 9 bulan), serta penggawa Bali United Jay Herdman (22 tahun 2 bulan).
Bagi Otusanya, usia muda bukan alasan untuk canggung melakoni petualangan kompetisi di luar tanah kelahirannya.
Perantauan di usia muda dianggapnya sebagai sarana terbaik untuk menggembleng kematangan fisik dan mental bertanding.
Namun, ia menegaskan secara terbuka bahwa dirinya tidak ingin diberi menit bermain hanya karena stempel pemain muda.
Otusanya bertekad merebut posisi starting XI lewat pameran performa yang solid di setiap sesi latihan tim.
“Saya hanya perlu bekerja keras selama latihan. Dengan begitu, saya yakin keinginan memberikan kontribusi besar untuk tim bisa terwujud,” pangkas Otusanya mantap. (Ra Indrata)




